Baby Genius Sang Pilot

Baby Genius Sang Pilot
TEMAN LACNUT


__ADS_3

Esok Harinya.


Ting! bel berbunyi.


"Bi, biar aku aja yang buka." ucap Mila.


Tak lama, Mila di sadarkan akan teman lamanya yang membuat haru.


"Imelda..?"


"Mila .. ah gue kangen berat sama lo tau gak! bagus deh, Rey kasih alamat rumah lo."


"Jadi Rey! kamu tahu rumahku darinya?"


"Heumph."


"Sama! ayo masuk Da!" sapa Mila secara akrab, memanggil panggilan belakangnya saja.


Mila yang berniat menjemput Bima dan Kanya, terhambat beberapa menit ketika ada Imelda, lalu tampak gusar Imelda pun mengajak Mila tetap menjemput kedua anak anaknya, tanpa banyak berfikir banyak kala itu Mila mengiyakan.


"Sekarang bisnis lo apa Mil?" tanya Imelda, ketika di dalam mobil.


"Masih cari loker, yang pas! usaha di kampung cuma kecil kecilan kok, tapi cukup buat kebutuhan sebulan. Tetap aja, ga seberapa dan gue harus tetap berjuang demi anak gue." jelas Mila.


"Lo dah nikah ama siapa Mila? secara gue tahu .." terdiam Imelda yang hampir keceplosan, dan semua itu sedikit canggung kala Mila berhenti rem dadakan, membuat Imelda berpura pura menghubungi seseorang.


"Yah Mil, gue di jemput bokin nih. Gue turun disini aja ya! kita lanjut besok pas lo ada luang."

__ADS_1


Mila hanya senyum, layaknya tema lama bertemu dengan cipika cipiki, setelah temannya itu pergi, Mila melanjutkan perjalanan, hingga sampailah di parkiran Playgroup, membuat Mila terdiam mengingat hal pahit, yang Mila rasa Imelda adalah saksi hidup pesta kebodohan yang pernah Mila lalui seumur hidup.


Mila saat itu party! ketika masih menjadi pramugari, mengingat kabar Rey yang akan bertunangan dengan Caty, karena Mila jujur ia sudah tidak gadis lagi. Bahkan ia anggap Rey hanya teman biasa saja.


Hal itu membuat Mila terlanjut bermain pada lawan jenisnya, pria yang ia sukai bernama Kenan. Namun siapa sangka party terakhir mereka membawa hidup Mila berubah sejak malam itu, dan keadaan berubah sembilan puluh derajat. Di saat seseorang menuangkan serbuk di pesta akhir tahun.


'Taruh ini di minumannya cepat!' ucap teman pramugarinya, kala Mila masih samar mendengar tapi sedikit pusing berkunang kunang ingin pulang.


'Sudah bawa saja dia ketempat ruangan utama. Aku yakin setelah mengantar gadis ini hidupnya akan hancur, ingat perintahnya. Kita dapat bonus double kan nanti." merekapun saling tos dan tertawa senang.


Mila yang sempat mendengar, ia langsung tak sadarkan diri, beberapa jam berlalu ia bangun dengan pusing. Tubuhnya merasa panas segera ia berlari ke kamar kecil. Ketika ia mendobrak sebuah pintu yang terkunci dan sulit ia merasa kesal. Lima belas menit kemudian dia tertegun ketika menatap satu pria masuk dan menghampirinya.


'Ayo baby! kita bersenang senang. Ahahaha.'


Mila terkesima meski tubuhnya panas, ia sepenuhnya jelas mengingat pria tinggi, hidung mancung dan tampan namun amat flat dingin. Aroma tubuhnya ketika mendekat membuat panas dingin. Pria itu semakin dekat dan mencengkram Mila dengan buas.


Mila sulit bernafas, hingga dimalam itu ia terkapar dan tertidur. Hingga esok harinya, ia benar benar gila kala bayangan pria itu benar Kenan, karena Mila sendiri masih sedikit getir, kenapa bisa ia lakukan semua itu di saat Mila menjadi pramugari junior dan Kenan pilot junior.


Aaaakh!!


Mila berteriak keras dan menangis sendu, melihat Kenan sudah pergi, dan tak ada tanggung jawabnya! Mila segera memesan taksi dan kembali pulang, menyisakan bibi Roh yang nampak sedang tidak baik baik saja sesampai di rumah orantuanya.


Sudah sepekan Mila mengurung diri, ia tak pernah ke ruko halamannya menagih uang sewa kontrakan milik keluarga, sekedar Mila pun bangkit dan berusaha untuk tenang seolah tak terjadi apapun. Terlebih banyak murung dan diam sejak kejadian malam itu. Berusaha menyibukkan diri dan hingga telah dua bulan Mila menjalani aktifitas seperti biasanya, bibi Roh lah yang mengira Mila hamil, tapi ia menyangkalnya. Hingga suatu perjodohan Mila yang akan di nikahkan Rey! membuat Mila jujur dan terus terang, dan saat itulah ia terusir dengan tanpa apapun.


Menyisakan bibi Roh dan suaminya, yang mau tidak mau digaji, asalkan bisa merawat dan tinggal dengan Mila, karena kasihan pada Mila saat itu.


Plaagh .. pertama kalinya Mila ditampar oleh sang papa. Mila hanya terdiam karena ia memang salah. Momy nya menghentikan, dan mencoba untuk menenangkan. Kedua kakaknya bukan membantu malah mencibirnya.

__ADS_1


"Dasar anak ga tau balas budi, kamu mencorengkan nama papi. Apa jadinya Jika perusahaan papi dan berita ini menyebar ga tau malu kamu Mila." ujar sang papi.


Tiba saja perdebatan itu, membuatnya menangis, merasa mual.. ia tak bisa menahan dan pingsan. Beberapa jam kemudian Mila yang telah dicek dokter di ajak ke rumah. Dan saat ia telah siuman menatap seisi ruangan, tertuju padanya yang menatap rasa acuh dan menanggung malu dan aib.


"Ada apa momy, kenapa menatap Mila seperti itu?"


"Sayang... katakanlah! siapa pria itu, momy akan meminta bantu papi untuk mencarinya dan segera menikahimu."


Mila menyatakan jika ia dijebak, ia tak berniat malam itu seperti itu. Mila pun merasa malu ingin rasanya memukul perutnya agar tak terjadi hamil. Tapi momynya menghentikan dan memeluknya. Papi hanya menahan tangis.


Mila pun bingung harus berkata apa.


"Asingkan Mila.. tunggu sampai ia lahir, kita harus segera mencari pria yang mau menikahinya. Agar skandal ini tak berpengaruh. Jika Oma dan Opa tau bisa saja Mila akan digantung, atau dibuang begitu saja. Rahasiakan semua ini." teriak papi, membuat bibi Roh memeluk Mila yang ia anggap mirip seperti anaknya sendiri.


Bahkan Mila kala itu, ia memeluk kaki kanan papi. Ia meminta maaf karena telah membuatnya malu dan menebar aib. Tapi tempat terbaik adalah mengusirnya.


"Sayang.. cintailah anak itu, jagalah dia seperti momy menjagamu! momy akan sebisa mungkin mengunjungimu. Maafkan momy tak bisa berbuat apa- apa. Kamu harus tegar nak! Momy sudah meminta bibi Roh! untuk menjagamu kapanpun itu tiba nak!"


'Huhuhu. Iya Momy, maafin Mila.' tangis Mila pecah, karena saat itu terbuang dari keluarga hangatnya.


Tok! Tok!


Kaca mobil, terketuk membuat Mila sadar dan menoleh.


.......


TBC.

__ADS_1


__ADS_2