
Mila hampir tertabrak, dimana silau lampu mobil membuat Mila merengut kaki yang perih dan tertancap paku jalanan.
"Commander. The face is really similar."
"Urgent health assistance now."
"Yes. Commander." dua pria asing sedang berkomunikasi di depan Mila.
Mila terdiam lemas, saat mereka memakai bahasa asing, beruntungnya ia fasih saat ini. Sehingga jika diterjemahkan artinya, mereka adalah orang suruhan yang memang sengaja mencarinya.
Bahkan jika dari kata kata dua pria asing, dengan jubah ajudan dan komandan adalah, Mila kembali menelaah artinya dimana mereka masih saja berbicara bahasa asing. Wajar karena Mila saat ini masih di wilayah Swiss.
"Benar, wajahnya mirip komandan atau ketua pangkat tinggi."
"Segera bantuan kesehatan, target ditemukan!"
"Siap komandan."
"Tim Kesehatan, tolong target terluka." teriak ajudan itu, membuat Mila lega, benar benar dan dari cirinya, Mila mendengar sang ajudan yang memanggil komandan, menghubungi bos Saputra, dimana Mila yakin itu adalah ayahnya.
Ada rasa sedih bercampur, bahkan ketakutan apa yang ia alami saat ini. Dimana Mila bersyukur saat ini tidak ditangkap para dokter dokter ilegal atau semacam gadungan, berkali kali ia ucap syukur, hal itu membuat Mila lemas.
Beberapa tim kesehatan membopong Mila, dimana saat ini harapan Mila adalah ia telah aman. Mila menoleh, dan mengerjapkan mata. Bersyukurnya ia aman, dan benar benar bisa segera bertemu keluarganya.
Ambulance menuju hospital, dimana saat ini Mila di rawat intensif, jika saja pencarian dengan polisi yang menunggu 1 x 24 jam, mungkin nasib Mila akan berbeda. Dalam ruangan Igd, Mila dibius akan beberapa jahitan luka di sayatan kaki, yang tersangkut seng di lorong atap.
"Miss .."
"Mila miranda dokter."
"Can you speak English?"
"Yes, but can the doctor speak Indonesian at this time, I'm not very fluent in doctors."
__ADS_1
( Ok, apa yang kamu alami miss Mila, sebab ini seperti luka tawanan, atau penculikan? )
Mila sebenarnya fasih akan bahasa inggris, bahkan saat dokter bertanya, Mila hanya lelah saja, mungkin dengan bahasa indonesia yang dokter itu paham, bisa membuat dirinya mengerahkan bantuan ke gudang yang tadi ia di sekap.
"Saya diculik, bisakah dokter bantu saya?"
"Jaraknya dua puluh kilo, dari jalan aspal dengan banyak kebun. Ada gedung berbentuk lubang asap, empat di atas, dan dua di tengah berdempetan. Ada satu dokter dan 2 asisten di lokasi itu, dimana saat saya kabur. Ada dokter mengatakan ia bisa membuat wajah orang ditukar, namun endingnya jika gagal. Ia akan kabur dan mencuri organ tubuh pasiennya, jika mati akan di ceburkan ke laut. Apa dokter tahu seluk beluknya, sebab .. Auw."
Mila kesakitan, saat jahitan terakhir selesai.
"Sorry, kamu bisa ceritakan setelah jahitan ini selesai, saya mengerti. Dan saya sepertinya tahu tempat itu, setelah ini saya akan bantu aparat kepolisian mengeceknya Miss Mila."
"Terimakasih dokter."
Dalam beberapa saat, Mila kembali di jahit dan setelah selesai, ia berpindah ke ruangan lebih layak dengan berganti pakaian rumah sakit.
"Miss Mila, selamat dan cepat sembuh. Keluargamu akan tiba sebentar lagi, dan untuk kasus yang kamu berikan tadi, sudah ditangani dan dikerahkan beberapa anggota berwajib. Terimakasih atas informasinya."
"Dokter, bisa bantu saya sekali ini maaf! jika terlihat lancang."
"Temani saya, sampai keluarga saya datang."
"Oke, tenang miss Mila, saya akan menunggu, sebab di depan ruangan ada dua bodyguard dan commander dari anggota mirip drakor yang menyewa dengan bayaran fantastis, apakah kamu putri orang penting. Jika ya, saya harus menemani anda. Agar reputasi saya tidak salah, saya takut ada yang mengintai kamu jika tak ada pengawasan ketat, sebab history kamu memperihatinkan, aku turut berduka dan semoga kamu lekas pulih Miss Mila, jangan takut dan jangan pernah trauma dari kejadian ini, saya berharap kamu segera membaik mental dan fisikmu Miss. Saya akan aman ada di depan, terkait ada berkas yang harus saya urus dan pasien lain, tenang saja akan ada suster dan salah satu orang berjaga jubah hitam, akan ada di ruangan ini untuk menjaga keamanan miss."
"Sekali lagi terimakasih dokter."
Dokter Tera, pamit. Setelah itu benar saja ada suster dan satu mirip bodyguard militer berjubah serba hitam, lengkap dengan alat senjata dan penutup topi serta kacamata. Mila sendiri merasa tak enak, mencoba memejamkan mata tapi tetap saja tak bisa.
"Miss Mila, tidur saja. Saya suster Greth, pasukan bagian kesehatan khusus, yang di minta klien kami Tuan Saputra yang akan menjaga Miss Mila. Mungkin akan memakan waktu dua puluh lima menit."
"Pasukan khusus, seperti pria itu Sus?"
"Betul, istirahat saja. Kami akan menjaga miss Mila, ruangan ini dilengkapi khusus, ada empat cctv menjaga, kemungkinan Tuan Saputra melihat Miss, dari arah cctv sana."
__ADS_1
Mila menengok, dan benar benar ia yakin akan aman, hanya saja Mila semakin takut, sempat berfikir jika saat ia ketiduran karena efek obat, ia akan kembali di tempat yang mengerikan beberapa belasan jam lalu, hal itu membuat Mila takut dan semakin takut.
'Mila sayang, tunggu aku segera datang!'
Suara itu sepertinya dari arah cctv kedua, dimana Mila yakin itu adalah suara suaminya.
'Tidurlah sejenak sayang, aku dan papamu akan tiba sebentar lagi.' kembali suara itu, membuat Mila menoleh ke arah suster yang kembali senyum, sembari mengecek peralatan medis yang terpasang di tangan Mila.
***
Sementara Di Beda Tempat.
Shela sendiri nampak berteriak kesakitan, ada rasa terbakar dan perih membuat ia menahan sakit di area wajah samping kiri, dimana lapisan wajahnya hanya setengah dan terpotong.
"Dokter sialan, kau akan mati jika aku beritahu papaku hey. Hey dokter gila, kau tidak menjalankan prosedur perjanjiannya sebaik mungkin, hey dokter. Ini belum tuntas." teriak Shela, dimana ia berlari sambil menutup wajahnya dengan sebuah handuk. Dan tak menemukan ada dokter dan suster di ruangan manapun.
Shela mencoba mengguyur, yang mana ia kira akan hilang perihnya, karena efek air dingin membuat sejuk. Namun nahas semakin perih, membuat Shela berteriak kesakitan.
Hingga sampailah ia di toilet, dimana ia mencoba membuka mata menatap arah depan wastafel yang ada kaca setengah persegi. Shela mendongak, mencoba tidak terkejut, namun benar saja ia semakin takut hingga berteriak memegang wajahnya.
Aaargh!! teriakan Shela, dimana wajahnya sebelah membengkak dekat pelipisnya pantas merah dan perih. Apalagi kikisan tak beraturan membuat wajahnya sebelah rusak, dan berdarah darah karena lapisan daging yang terlihat, apalagi di bagian pipi dan area bawah pelipis hingga ke bawah rusak tak beraturan.
Shela mencoba mencari tas, ponselnya di sekeliling. Namun ia tak mendapati semua barang barangnya, penyesalan di akhir membuat Shela yakin, jika dirinya telah di tipu.
"Arrrrg. Dokter gadungan, dokter pencuri. Kalian semua bedebah .. aku tidak akan membuat kalian lepas. Huhuhu."
Tangisan Shela, membuat ia berteriak kesakitan dan mencoba keluar dari gedung klinik tua itu, dimana Shela menangis namun membungkus setengah wajahnya dengan handuk kecil yang ia temui, maka Shela berjalan menggunakan dengan mata satu, sehingga berjalan sempoyongan dan pelan pelan.
TBC.
Sambil tunggu Up, yuks mampir ke novel temen litersi Author, maaf jika author juga mengenalkan karya judul novel teman.
Semoga drama Shela yang jahat pada Mila, mendapat karma seadil adilnya ya, bahwa semua apa yang kita inginkan, tidak semua akan tercapai kecuali sesuai kehendaknya.
__ADS_1
Happy Reading All.