
"Jadi kamu ingin kita lakukan apa Kenan? aku tidak ingin luluh, aku pastikan kita berpisah secara damai."
Kenan menarik tangan Mila, dimana makanan sudah tertata rapih, bahkan belum sempat Kenan mengajak makan berdua secara romantis, Mila benar benar tidak terima akan semua yang telah di siapkan Kenan saat ini.
"Mila Miranda Saputra, aku tahu terkesan tidak baik, tapi ingatkah saat kita mendaftar dibawah naungan agency, kita sempat ditolak karena waktu batas wawancara telah habis, padahal saat itu masih pukul 02 siang. Aku bawa nametag Pramugari, yang saat itu aku hanya tahu kamu adalah Mila Lestari, nametag ini adalah nama kembaran kamu kan, benar kamu bekerja menjadi pramugari karena impian kembaran Mu, satu hari berhasil lolos namun kecelakaan, hingga kamu masuk jalur VIP dibawah naungan miss Ely sebagai penggantinya. Apakah ini tidak cukup untuk mengingat masa kita tidak menyerah, Mila Miranda."
Deg.
Terdiam hati Mila, dimana ia di ingatkan lagi masa lalu yang usang. Mila merasa kecewa karena Kenan mengungkitnya.
"Mila Miranda, dibuang karena ketahuan hamil di luar nikah, itu karena ibumu berselingkuh dengan tuan Rahmat, yang kini kamu tahu ia adalah ayah tiri yang protek, tapi dasarnya ia hanya mencintai ibumu, kini jabatannya sebagai kepala anggota di kenal dengan Tuan Dave, karena kasus pembakaran fotocopy terlibat oleh inggrid dan Shela."
Mila merasa kesal, dimana Kenan memberitahu apa yang tak ingin ia dengar.
"Mila .. aku hanya memohon, tidakkah kita lupakan masa lalu. Seolah olah hanya kita sendiri yang merasa hidup kita terlalu pedih. Mila Miranda .. aku Kenan Hanya ingin memberitahumu, aku dilahirkan hanya sebagai mesin uang oleh Mama Inggrid, setelah ayah Ku menikah dengan Inggrid, bahkan aku benar benar tidak tahu keberadaan makam ibuku karena ayahku telah tiada setahun setelah kepergian ibuku saat aku usia 11 tahun, tidak kah curiga apa yang dilalui ayah Ku dengan Inggrid apakah sama halnya selingkuh, tapi aku tidak bisa memarahi Mama Inggrid atas semua yang ia lakukan, karena bagaimanapun dia sosok penyayang yang aku kenal, mungkin uang sudah membuat jati diri mama Inggrid berubah, dan kini aku sudah melaporkan atas tindakan semua kriminal mama. Apa itu tidak cukup untuk membuat, kita tetap bersama melewati kerikil bahtera rumah tangga?"
Mila merasa tak percaya, sudah menjalin dan kenal Kenan, selama delapan tahun, ia tidak mengetahui luka Kenan selama ini.
"Kamu boleh tidak percaya, tapi kenyataannya kamu orang pertama, mama inggrid ibu tiri Ku. Sama seperti Ayah tiri Mu yang merubah nama menjadi Tuan Dave karena kekuasaannya saat ini. Itu sebabnya aku simpan, semakin aku ingat, semakin sakit dan ketakutan .. Mila. Kita bisa berdampingan, dan bahagia dengan keluarga kita miliki, dan aku tidak akan pernah mau kita benar benar berpisah, sudah cukup dua pekan kamu abai menjauhiku."
Kenan mendekat ke arah Mila, dimana tatapan Mila tahu yang sebenarnya, kenapa ia meninggalkan dirinya dan lebih peduli pada keluarga barunya, awalnya Mila memang berprasangka jika Ayah Saputra lah yang tidak ada waktu dan selingkuh di luar sana, tapi kenyataannya yang ia tepis, Kenan suaminya sudah lebih tahu di saat tetap berprasangka baik pada ibunya.
"Apa kamu tidak takut terus menikah dengan wanita yang generasinya akan bernasib sama?" sepatah kata ucapan Mila membuat Kenan senyum, menyapu air mata.
"Karena aku percaya kamu setia, Gen kamu adalah Saputra, dan meski kamu bukan Gen Saputra yang setia, aku tetap memilih kamu. Bagiku menikah sekali seumur hidup, jika kamu sampai berpaling, itu karena aku kurang memperhatikan, dan membahagiakan kamu. Sehingga kamu keluar dari zona itu, dan aku pastikan Zona kamu hanya padaku, tidak pernah berpaling."
"Kamu terlalu pede Kenan."
__ADS_1
"Karena itulah aku ingin kita bersama sama, soal kesalahan mamaku aku meminta maaf, meski kamu sebal melihatku, tapi aku tetap ada di sampingmu dan berusaha membuat semuanya kembali baik, meski hanya 80% aku pastikan anak anak, terutama Bima selalu aman dan tidak trauma."
Lemas tubuh Mila, dimana ia duduk masih mendengarkan Kenan berbicara dari hati ke hati, dimana Kenan memberikan solusi terbaik untuk mereka kedepannya, dimana Kenan akan meyakinkan jika Bima tidak akan pernah trauma dari penculikan, yang di khawatirkan Mila adalah setiap melihat foto Inggrid, wajah Bima dan gestur terlihat tidak baik.
"Kesempatan, beri sekali aku kesempatan sayang!"
"Apa kamu bisa aku percaya Kenan?"
"Aku hidup bersamamu untuk selamanya Mila, aku tidak ada waktu untuk bermain main, setelah tour anak anak, kita akan ke dokter psikiater, therapy untuk Bima. Lalu kasus Shela dan mamaku, perlahan akan masuk sidang."
"Kenan tapi itu akan membuatmu sakit, jika mama Inggrid di penjara."
"Aku melakukan ini semata agar mata hati mamaku tidak dibutakan oleh uang, kekayaan yang menghancurkan hidup putra dan kedua cucunya, bahkan dia adalah kamu yang aku sayangi, kasus rekaya Video yang melibatkan pernikahan dengan Shela, jika aku layangkan itu akan membuat Tuan Saputra terseret."
"Apa maksudmu Kenan?"
Deg.
Mila terdiam, bagaimana mungkin masalah terus saja berkelit, hal itu membuat Mila banyak diam, benar benar bagai buah simalakama, apakah benar rasa dendam dan kekhawatirannya berlebihan.
Kenan membuat lembut sikap dan membuat hati Mila luluh, dimana mereka makan dengan sempurna. Dalam beberapa jam kemudian, Mila di belanjakan barang barang branded, dan tak lupa Kenan mampir ke toko perhiasan, dimana Mila saat itu tetap cuek tak sedikitpun melirik apa yang di beli Kenan, tapi Kenan tetap full senyum.
Lantai 49.
The Duke Suite ..
Sampailah Kenan membawa Mila masuk, dimana Kenan meletakkan barang barang, namun tatapan dingin dan diam, masih saja membuat Kenan berusaha keras, hingga akhirnya Kenan membuka kotak perhiasan, ia berdiri tepat dibelakang Mila, lalu menyampingkan rambutnya yang sebahu itu, dan melingkarkan kalung berlian eropa limited edition, yang kini terpasang pada jenjang leher Mila, oleh tangan indahnya.
__ADS_1
Kenan mengecup punggung Mila, dimana Mila terasa merinding, ingin melangkah menghindar, tetap saja Kenan merapatkan dimana kecupannya semakin liar, membuat Mila menarik nafas dalam tak beraturan, apalagi jari jari Kenan sudah dibawah sana dengan keadaan tak tertolong.
"Kenan kamu mau apa?" bisik Mila, menoleh saat Kenan sudah memasang wajah mupeng.
'Melepas emosi, kekecewaan, dan mulai dari .. keterbukaan, misi kita menjadi keluarga bahagia.' bisikan Kenan, membuat wajah Mila tak bisa tertahan.
Dimana Kenan sudah merapatkan, jari jemarinya sudah membuat Mila melepas berkali kali, nafas beraturan dan kekesalan Mila seolah melebur menjadi satu, dimana aksi tegang mereka berdua dengan kerinduan sudah memuncak, hanya karena emosi sesaat dan kata kata menyakitkan, mampu membuat Mila runtuh begitu saja.
Decitan seluruh suara Mila, membuat Kenan nampak tengah bersemangat. Entah sejak kapan mereka sudah liar memadu kasih, membuat kamar suite duke .. berisik dengan suara Mila dan Kenan yang sedang menyatu, sehingga dalam beberapa jam, mereka telah mandi keringat, menatap jendela menuju pemandangan malam.
Dimana Mila saat ini sudah lemas, dan melupakan perdebatan mereka yang ingin berpisah. "Jangan mengatakan dengan mudah, untuk kita pisah. Mila!"
Mila yang kini tengah menarik selimut, dan berbalik badan, sudah ada Kenan yang miring menatapnya intens, Mila tersenyum.
"Baiklah suami tampanku, aku pegang janjimu untuk kekacauan ini kamu selesaikan, aku minta maaf karena seolah diriku saja yang merasa hina dan pedih akan masa lalu, dibuang dan paling menderita." menunduk Mila.
"Banyak dari kita alami yang menderita Mila sayang, tapi mereka cukup diam dan selesaikan dengan kepala dingin, sisanya ia lebih banyak berdoa dengan tangan tangan Tuhan."
Bukan tanpa alasan, Mila merangkul leher Kenan, dimana Mila kembali nakal yang membuat Kenan berhasrat kembali.
Akan tetapi saat Kenan sudah mulai berada diatasnya, hal itu membuat Mila ingin muntah, terasa mual mual. Dimana Kenan menghentikan aksinya yang sudah On.
"Sayang, kamu sakit, atau salah makan?" teriak Kenan, kala melihat Mila sudah polosan ke arah kamar mandi.
TBC.
Sambil Tunggu Up Mila, yuks mampir
__ADS_1