Baby Genius Sang Pilot

Baby Genius Sang Pilot
MENDUKUNG MILA


__ADS_3

"Sini nak, sama bunda. Kalian ga apa apa kan?" memeluk Kanya dan Bima.


Mila benar benar menyesal, dimana Heru bicara ke rumah sakit aman, di malam hari dengan jalur vvip, dimana jika jam besuk tidak di perkenankan, jika kelas biasa! akan tetapi nyatanya Mila mendapat masalah bertemu Shela, dan entah pria paruh baya ini siapa lagi, yang jelas wajahnya seram dan Mila terasa tidak asing jika di perhatikan.


"Jadi kau menceraikan putriku, karena wanita ini, apa dia janda? atau .. wanita liar hingga mempunyai anak?"


"Cukup pak Saputra! perjanjian anda itu dengan keluarga saya, saya menikahkan putri anda karena status anda di dewan naik kan, saya hanya hologram saja bagi anda, demi kepentingan bisnis anda. Jika bapak menikah dengan istri hiv, selama lima tahun apa anda sanggup, apalagi tanpa benih cinta ..? jadi jangan pernah urusi urusan privasi saya dan menyentuh orang yang saya sayangi!"


Kenan, menarik lembut Bima, mengajak Mila pergi dari tempat itu. Mila yang tidak bisa berbuat apa apa, rasanya sudah menjadi bubur. Ketika Kenan menggendong Bima, dan salah satunya meraih tangan Mila, yang saat itu Mila menggendong Kanya, menangis ketakutan.


Shela begitu tercengang, ketika hembusan rambut Mila, melewati dirinya digandeng di depan matanya bersama Kenan.


"Tunggu Ken, kamu enggak bisa seperti ini Kenan! minta maaflah, agar kamu tidak di pecat oleh papaku dari Ceo! aku mohon Kenan, kita bisa perbaiki semua ini!" Shela maju beberapa langkah, menghentikan langkah Mila dan Kenan saat itu.


"Apa kau tidak malu Shela, sudah berapa banyak kejahatan mu. Kau yang melibatkan ibuku menjadi gila harta, kau juga yang membuat aku celaka, bukan Mila, aku pasti segera menemukan bukti, agar kau diseret! bahkan aku akan meminta Mila, melaporkan sikapmu tadi, mencemarkan nama baiknya yang bicara jika Mila yang menyebabkan aku celaka."


Deg.


Mila masih menoleh ke arah tatapan Kenan, masih digandeng melangkah berjalan untuk membawa pujaan hatinya pergi dari orang orang toxic.


Shela begitu kesal, amarahnya semakin memuncak tak terkendali. Bisa bisanya ia kalah, dengan gadis kampungan dan miskin, Shela memutar mata, harus bagaimana lagi untuk memisahkan Mila dan Kenan.


'Jika aku tidak bisa mendapatkan kamu Kenan, maka jangan salahkan aku. Jika Mila dan wanita manapun tidak akan bisa mendapatkanmu.' batin Shela dengan tatapan kesal.


Sementara Heru, tiba saja datang! membawa tiang yang masih tersambung infus dan jarum kecil.


"Loh, Tuan Saputra! selamat malam. Maaf jika saya ..." belum jelas Heru menjelaskan, pria tua itu memerintah.

__ADS_1


"Cabut perawatan Kenan sekarang juga! copot dia dari jabatannya di perusahaan!" ujar Saputra, dan kini melewati Shela, melirik sekilas seolah Shela tak dianggap layaknya sebagai putrinya.


Shela bahkan tak menyangka, papanya benar benar acuh dan aneh padanya, bahkan Shela sering bertanya kenapa perlakuan papanya tidak seperti ayah dan anak kandung pada umumnya.


"Heru bisakah .."


"Maaf nona Shela, pekerjaan saya sudah banyak dan rumit. Saya harus segera mengurus yang lain, Papa anda sudah murka saat ini. Jadi lebih baik anda liburan dan seperti biasa, menghabiskan uang semau anda." lirih Heru, ia pergi mengekor pak Saputra, meski kali itu pikirannya tidak tega, memikirkan Kenan sahabatnya.


***


Beberapa Jam Kemudian.


Mila yang telah berganti baju saat itu, ia turun ke arah anak tangga. Melihat Kenan, duduk di sofa bersandar memegang tangannya.


"Anak anak sudah tidur Mil?"


"Mari tanganmu, aku obati sebentar!" tambah Mila.


"Sudah aku plester tadi, aku membeli di warung sebelum kita naik taksi."


"Luka kamu itu dipaksa Ken, harus di obati dulu agar tidak infeksi, setelah di obati istirahatlah, Aku punya beberapa piyama pria, nanti aku suruh bibi antar ke kamar tamu, untuk malam ini kamu nginap disini aku izinkan."


"Kamu punya piyama pria, punya siapa?"


"Cih, kamu jangan berfikir aneh aneh. Saat itu kamu janji menikah dengan ku, aku sudah menyimpan piyama baru itu untuk kita nanti, ada beberapa! tapi itu sudah lima tahun terbungkus, tidak tahu apa akan muat."


"Serius, Mil apa sebelum party kita belanja dan melihat gaun pernikahan, gaun pakaian tidur, dan saat itu kita membeli gaun saja kan. Kamu diam diam membeli untuk kita?"

__ADS_1


Deg.


Mila baru saja keceplosan, ah rasanya malu. Karena pembicaraan seperti ini sudah jarang dan, entah kenapa kini Mila merasa terlihat akrab pada Kenan.


'Tidak, ini pasti hanya peduli karena dia menolongku tadi, dari orang orang yang bersikap iblis.' batin.


"Lukanya sudah aku bersihkan, jadi lebih baik kamu ganti piyama mu itu, dari pada kamu masih pakai, pakaian rumah sakit, jangan sampai tetangga lihat kamu pake pakaian rumah sakit, apalagi keluar rumah, ini sudah malam. Besok saat aku buka toko kue, jangan keluar dari kamarmu!"


Deg.


"Wah, banyak sekali peraturan kamu Mil. Tapi demi kamu, aku pasti akan turuti. Berjanjilah jangan menjauh dariku, apa kamu bisa ...?"


"Entahlah! aku tidak akan menjalin hubungan apapun, selagi aku tidak bertemu ibuku, keluargaku, dan mendapat restu mereka. Jadi untuk malam ini aku berterimakasih padamu. Selamat malam, Ken." lirih Mila, ia beranjak ke arah tangga.


'Selamat Malam Mila, aku begitu mencintaimu dan kagum, kamu bahkan membeli pakaian untuk kita setelah menikah, dan masih menyimpannya. Jelas perasaan itu kamu masih simpan juga.' batin Kenan, menatap Mila tanpa kedip.


Sementara Mila, ingin sekali bertanya soal Tuan Saputra, apa dia ayah dari Shela, lantas jika benar. Entahlah besok akan ada hal kejadian apalagi, untuk saat ini Mila hanya ingin tidur sejenak.


Took. Took.


Saat Mila ingin memejamkan mata, entah mengapa pintu kamarnya di ketuk.


TBC.


Happy Reading All ..


See You Next bab Berikutnya ya!

__ADS_1


__ADS_2