Baby Genius Sang Pilot

Baby Genius Sang Pilot
BAHAYA UNTUK MILA


__ADS_3

"Aku hanya ingin tahu, sandiwara kehidupan seperti apa, yang saat ini kamu jalani. Hidup berdua saja dengan kedua anak anak, dan irt setia ibumu. Lalu kamu hanya bekerja sebagai office girl, gajinya ga seberapa. Tapi kamu bisa menjalani hidup waah .. "


"Hentikan omong kosong anda pak Kenan! saat ini aku sedang mengajak anak anakku berlibur, jangan usik kehidupanku, atau aku adukan dengan suamiku."


"Serius! bukankah kamu single parents? atau ..."


"Bi, aku duduk sama Kanya dan Bima ya. Bibi bisa duduk di depan supir ini. Mila masih tahu sopan santun, bibi harusnya berada di depankan."


Deg.


Kenan mengrenyit alis, sambil menyamar jadi pemandu wisata kala itu. Bibi Roh pun berganti posisi, sehingga kala itu Mila duduk bersama kedua anak anaknya dibelakang, melihat hewan di tempat wisata dan berkeliling.


Diam diam! Kenan memang ingin mencuri sesuatu, sesuatu kehidupan Mila. Ia salah, saat menikah dengan Shela, ia tidak tahu jika Mila sempat datang, di saat pertemuan keluarga yang bukan ia inginkan. Hingga Kenan mencari Mila, tapi rumahnya kosong, bisa bisa nya takdir mempertemukan mereka, di tambah kedua anak anak itu entah hati Kenan, merasa dekat dan nyaman semakin ingin tahu, kehidupan Mila yang Kenan rasa miris, karena ia mau menjadi office girl di perusahaannya yang baru berjalan 2 tahun, Kenan putuskan membuka perusahaan sambilan dirinya sebagai pilot sejati.


'Aku tidak akan berhenti mengejar apa yang terjadi denganmu Mila.' batin kenan.


"Saya sudah bilang, undangan acara nanti malam, ada acara tahunan kantor. Aku kira kamu berhak saya undang, bukankah kamu tahu keluargaku. Bukankah ibuku sudah pernah kenal denganmu." ucap Kenan, melirik kaca tengah menuju tatapan Mila, membuat semua terdiam.


Deg.


Mila benar benar tidak ingin keluarga Kenan sampai tahu, aku kembali dekat dengan putranya.


"Bunda, bunda kenapa diam. Bunda kenal paman yang nyetir kita?" ujar Bima.


"Dia bos bunda sayang! sekaligus, bos yang gabut cari tambahan kerja." jelas Mila senyum mengusap pucuk rambutnya.


"Ooooh. Apa jadi bos kulang uangnya ya paman?" cadel Kanya, seolah ingin tertawa tapi tertahan oleh Mila dan bibi Roh.

__ADS_1


"Paman, bukankah paman yang di mall itu. Iya kan bibi, paman aku minta maaf soal lukisan mobil itu." telisik Bima, ia berdiri seolah menghampiri Kenan, yang tersenyum balik padanya.


"Oh anak pintar! kamu masih ingat ya! kalau begitu, sebagai ucapan keberanianmu. Paman undang besok malam, datang bersama bunda mu ya Nak."


"Kanya ikut kan Paman."


"Ah! Ya benar, Kanya juga harus ikut." satu langkah Kenan, membuat Mila semakin ketakutan.


"Tunggu! mana bisa acara kantor bawa anak Ken .. Maksud saya pak Kenan."


"Bisalah, kan saya yang undang. Lagi pula kamu undang tepat di kediaman saya, hanya ada orang orang kerja saya saja. Ajak bibi Kamu juga untuk datang, refreshing." senyum Kenan.


Mila kala itu tidak bisa berkata kata, ia juga sebenarnya ingin tahu mengapa Kenan bilang rumahnya tidak ada siapa siapa, bukankah dia sudah menikah.


Kedua anak anak Mila antusias bahagia, berkeliling hingga beberapa jam membuat Kenan lelah juga menjadi seorang driver pemandu wisata, tak lama sebuah pesan dari Heru, membuat Kenan kesal ingin mematikan saja ponselnya.


[ Bos! jadwal jam delapan lewat lima belas menit, anda terbang ke Swiss. Jangan lelah bos! karena saya sudah menunggu anda, di gerbang pintu kedua. ] pesan Heru, sang asisten.


"Oke paman."


Satu hal membuat Mila takut, di saat mereka lelah ingin makan sejenak. Kenan pergi dengan pamit, wajah pria itu memang masa lalunya, tapi karena dia juga Mila di buang dan sulit menjalani hidup.


'Tidak, jangan sampai dia ke rumah lagi. Sepertinya aku harus cari rumah sewaan, kalau perlu lebih jauh.' batin Mila bergumam.


Tanpa melihat Kenan, see you good bye! pada kedua anak Mila, yang antusias ikut melambai tangan. Tapi anehnya Kenan menghubungi seseorang, entah pada siapa saat itu.


***

__ADS_1


DI BERBEDA TEMPAT.


Shela kembali berulah, ia merencanakan sesuatu untuk Mila. Ia tak ingin hidup Mila sedikitpun bahagia. Ia menginginkan Mila selaku mendapat karma, karma atas dirinya yang kini mendekati suaminya, di saat mereka benar benar belum bercerai. Meski Shela tau, jika Kenan sudah meninggalkan Mila.


Akan tetapi, saat Kenan pernah menceritakan, dia adalah wanita yang mungkin membuatnya bahagia, dan ia tidak menyetujui pernikahannya, membuat Shela lebih dulu ingin memberikan ancaman pada Mila, karena ia telah berani muncul di kehidupan suaminya lagi, karena orangnya memberitahu beberapa foto kegiatan Kenan.


Shela cukup kecewa, kala Kenan bicara memintanya mendukung perceraian mereka berjalan semestinya, sudah pasti untuk mendekati Mila lagi.


Shela tetaplah wanita yang cemburu, ia bisa saja percaya. Tapi kali ini tidak, ia merasa takut jika Mila akan bersama Kenan setiap saat. Hingga di mana benih cinta mereka datang lagi begitu saja, membuat dirinya terancam, dengan sebuah foto dua anak yang bersama Mila, itu adalah anak Kenan. Lebih kuatnya Shela tidak bisa memberikan keturunan, sehingga keluarga Kenan tidak mempermasalahkan jika Kenan ingin bercerai dengannya, itu adalah hal fatal luka Shela membuatnya membenci wanita bernama Mila.


Shela pun menghubungi seseorang, seseorang yang ia percaya untuk membantunya.


[ Ya. Lo harus lakuin, gue mau acara itu tetap aman. Mila harus di nodai, kalau dia hancur baik itu wajah dan kehormatannya. Gue bakal jadi wanita nomor satu yang cukup puas tersenyum. Dengan begitu, gak ada lagi benih cinta tumbuh untuk Kenan pada wanita benalu, kalau perlu singkirkan juga anak anaknya! ] menutup panggilan, Shela.


Perkataan Shela cukup membuat dirinya tertawa puas. Akan tetapi saat Shela ingin melangkah, ia dikejutkan seseorang pria berjas hitam tepat di belakangnya. Tak lama seorang wanita datang membenturkan tubuhnya ke alas dinding.


"Eh, siapa kalian?" teriak Shela.


"Jangan berani mencoba menyentuh Mila, jika kau tidak ingin kehilangan suami dan kekayaanmu yang ada! dia sudah banyak berkorban, jangan pernah coba coba membuat kesalahan! atau foto syurmu akan tersebar." ujar pria bertopeng, mengambil ponsel Shela dan membuangnya ke tepi danau.


"Eh .."


Plugh


Melempar ponsel Shela, dan pergi begitu saja.


Arrrgh!!

__ADS_1


"Siapa mereka, dia ga tau siapa aku. Dia pikir aku takut hanya dengan ancaman tadi?" lirih Shela, ia segera menahan sakit, kala lehernya di cengkram pria gila, sesaat ia memerintahkan seseorang.


TBC.


__ADS_2