Baby Genius Sang Pilot

Baby Genius Sang Pilot
APA YANG SAKIT


__ADS_3

Tidak seperti biasanya, Shela yang berusaha lari. Hal itu membuat dirinya tertatih tatih, dimana letak kakinya terasa perih, benar benar paku tertancap dibalik rerumputan rindang, mana kala ranting berduri mengenai kakinya tak terasa, atau efek obat bius beberapa jam lalu, sehingga setelah selesai ia baru merasakan di area tubuhnya, terutama kakinya.


"Auw.. sakit sekali, hah. Tunggu kenapa pinggang ini sakit?"


Shela diam di balik pohon, dimana ia duduk benar benar membuat dirinya tak tahan, mana kala tenggorokan kering. Hal itu membuat ia menggeser area baju bawah ke samping, dimana Shela nampak melotot di mata kanannya, kala bekas jahitan sebesar lima centi tak beraturan di sisi perut.


"Aaaargh .. " teriak Shela terpendam, atas rahang kulit wajah kirinya menahan perih.


Shela sudah benar benar kehilangan banyak hal, jika ia bisa ditinggal seperti ini. Apakah Mila juga ada di dalam gedung itu, atau .. ia harus tetap kabur meminta pertolongan orang yang lewat, dimana letak sinar jalan raya masih belum ia lihat saat ini.


Kehilangan segalanya, dari keinginan yang tak terpenuhi. Harapan bisa menukar wajah Mila karena Kenan masih saja mencintai dan tulus pada Mila, membuat Shela ingin mati saja saat ini.


"Harapanku saat ini sudah pupus, wajahku hancur. Hidupku hancur, aku harus kemana. Aku lebih baik mati saja, ketimbang aku kembali pulang." lirihnya entah pada siapa.


"Tu-tunggu. Ada dua kemungkinan, mungkin saja Mila sudah mati mengenaskan disana hahaha. Jika dokter itu gadungan, ilegal. Maka Mila sudah mati, dan aku harus pulang meminta bantuan papa Saputra untuk aku di operasi di korea. Ya, pasti papa akan lebih perhatian padaku, dimana semua ini belum berakhir, dan jika Mila telah mati. Hahaha .. aku masih punya kesempatan mendapatkan Kenan." lirih Shela entah pada siapa ia bicara.


Shela pun kembali berjalan dengan menahan rasa sakit, sakit menancap di bagian telapak kakinya, bahkan beberapa darah mengalir begitu saja, membuat Shela lemah dan matanya sedikit kunang kunang, apalagi sakit di bawah perut ke samping kiri, membuat Shela tidak tahu dan tidak mau berandai andai jika ia ditipu.


Tapi benar sudah jadi bubur, dokter rekomendasi temannya membuat Shela berakhir gagal semua rencananya, bahkan dokter itu telah membawa barang barang berharga Shela tak tersisa sedikit pun.


'Tolong .. Tolong .. Tolong aku siapapun!'


Dup.


Shela terjatuh, begitu saja di rawa rawa belukar, dimana ia menutup mata tak sadarkan diri.


***


Sementara di berbeda tempat, Kenan dan Saputra merasa bahagia dalam perjalanan. Dimana saat ini, keberadaan sang istri telah ditemukan.


Apalagi Saputra, layaknya sang ayah telah bersyukur dengan dalam, karena orang suruhan terpenting bisa menemukan putrinya dengan cepat sebelum 24 jam dinyatakan hilang, dimana jika sudah dari aparat menunggu info hilang di kotanya, mungkin ia akan kehilangan Mila putri yang baru saja ia temukan, putri kandung yang telah lama ia rindukan.

__ADS_1


"Kenan, berhentilah dari pilotmu. Kembalilah dan urusi kantor papa, tolong jaga Mila dan kedua cucu papa. Papa tidak mau hal seperti ini terjadi lagi."


"Pah, itu berlebihan. Saat ini Kenan akan selalu waspada, dan memberikan perlindungan ketat untuk Mila dan anak anak. Janji Kenan pah, Kenan tidak akan menyianyiakan apa yang Kenan cintai dari sejak dulu."


"Terimakasih, saya pegang janjimu Kenan!" Saputra menepuk bahu Kenan.


"Kenan akan pastikan orang yang mencelakai Mila, akan dihukum seadil adilnya. Tidak akan pernah lepas dan hidup dengan tenang."


Kenan akan mencari siapapun yang berusaha mencelakai istrinya, ia tidak akan pernah memaafkan.


Hingga kini, mereka sampai di rumah sakit. Turunlah mereka dengan cepat, dimana beberapa orang berjaga menyambut kedatangannya, salah satu Commander memberi hormat sapa, pada Saputra dengan bahasa asing. Mereka berbicara dan berjabat tangan, dimana dipersilahkan masuk.


"Kenan, kamu datangi ke ruangan Mila, ada yang harus saya urus!"


"Baik pah."


Kenan melangkah dengan kaki panjangnya lebih cepat, dimana saat ini benar benar ia rindu akan keadaan istrinya.


Kenan membuka pintu, hingga disana nampak terlihat wanita yang senyum menoleh ke arahnya, dengan selang infus yang menempel.


"Kenan."


"Sayang."


Pelukan Kenan mewarnai bahagia di wajah sang istri. Dimana Mila menatap dalam suaminya itu. Apalagi Kenan mengecup kening dan tangannya berkali kali.


"Apa yang sakit, apa yang kamu rasakan sekarang sayang?"


"Aku baik baik saja, maaf aku membuat kamu khawatir."


"Aku yang minta maaf, karena tidak bisa melindungi kamu sayang."

__ADS_1


Kenan sendiri nampak tidak mau mencecar, siapa yang melakukan ini semua. Toh, kelak ia akan tahu dari orang yang menyelidiki. Dan nampak papa mertuanya belum juga tiba, atau pikiran Kenan saat ini adalah, Mila dalam bahaya oleh orang yang cukup serius, tapi siapa yang ingin menyakiti Mila. Bahkan orang baik seperti istrinya, tidak mungkin mempunyai musuh.


Mila sendiri nampak diam, ia bingung untuk berbicara semua hal. Yang mungkin dengan ia diam, Kenan akan mencari tahu sendiri. Sebab ia bingung harus mulai bicara dari mana, jika semua ini ada hubungannya dengan mantan istri Kenan.


Tok.


Tok.


Ketukan pintu rumah sakit, dimana itu adalah Saputra dan beberapa pria berseragam abu pekat. Membuat Mila nampak tertegun, atas apa yang beberapa orang asing mendekat ke arahnya.


"Mila kamu tidak apa apa nak, tenang saja. Semua dokter yang mencelakai kamu sedang dalam pencarian, setelah ini dokter di rumah sakit terkenal ini akan mengecek ulang kondisimu. Semoga tidak ada cairan berbahaya di dalam tubuh kamu nak. Termasuk Shela, papa pastikan dia di hukum berat."


Deg.


Hah.


Kenan menoleh, berusaha menoleh ke arah Mila dan Saputra, atas apa yang ia cerna dan dengar saat ini.


"Shela .. apa semua ini ..?"


"Benar, Semua ulahnya. Motifnya karena kamu menikahi Mila, menceraikannya dan tidak ada sedikit perhatian selama kamu menikah dengannya, itulah mengapa ia ingin membuat Mila ku, mati atau hancur sehancurnya."


"Papa .. itu bukan Shela, maksud Mila dia pasti hanya karena emosi sesaat melakukan hal buruk saja .. karena .." terdiam Mila.


"Karena itu dia ingin menukar wajahmu dan merusak wajah putri kandung papa, lalu membuang jasad kamu ke laut oleh dokter gadungan itu. Meski dia telah papa anggap anak, papa tetap akan membawanya ke jalur hukum." jelas Saputra, membuat Kenan lemas atas apa yang ia dengar.


"Menukar wajah .. apa maksudnya?" lirih Kenan lemas.


TBC.


Yuks sambil tunggu Mila Up, mampir jika berkenan ke novel temen litersi Author.

__ADS_1



__ADS_2