
"Kenan, kau lupa party itu?"
"Apa maksud mu Heru ..?" tanya balik Kenan, kala itu.
"Kau yakin, malam itu kau sedang menggauli Shela. Bukan wanita lain ... bukankah, saat itu kau juga sedang punya hubungan lain dengan wanita yang ingin kau serius kan?"
Heru, sebagai asisten ia juga teman akrab, di saat hanya ada mereka. Pembicaraan pun tidak canggung, karena Heru yakin semua ada sebuah rekayasa, mengapa ibu Inggrid yang tidak suka dengan Shela, melamar Kenan, hanya karena kekayaan keluarga Shela di atas Kenan. Pelik bukan? dunia orang kaya, yang takut miskin harus memaksakan kehidupan dan masa depan anaknya tanpa, bertanya perasaan mereka, dan yang Heru lihat pernikahan Kenan itu tidak sehat.
"Aku tidak perduli Her, setelah keluarga Shela membuat ancaman bagi papaku yang sakit keras! aku harus berpura pura bahagia menerima pernikahan itu, selebihnya aku tidak ingat. Tapi kau tahu, aku pernah ingat wajah Mila Miranda, dia datang kan...? tapi saat aku hubungi, dia bilang dia tidak pernah datang ke acara tersebut! esok nya aku cari dia benar benar tidak ada dan kepindahannya bekerja dari pusat pun, begitu rahasia. Apa aku salah menyerah, dan aku anggap Mila seperti wanita lain yang tidak serius. Jadi apa bedanya aku menikah dan belum menikah Heru?" telisik Kenan.
Ada sedikit kecewa, bagaimana pun Mila pernah singgah di hatinya begitu amat dalam, tapi pergi meninggalkannya dengan tanpa jejak, dan kini dia muncul dengan kedua anak, yang berstatus sudah menikah, suaminya di hongkong Mila bilang dia tinggal disana, karena mata pencahariannya disana, dan meminta Kenan untuk tidak mengusik hidupnya lagi.
Kenan memutar kursi, ia meminta Heru, mengeluarkan seragam pilotnya. Benar benar tampan dan gagah! membuat Kenan, mencari kesenangan hidup dengan dirinya menjadi pilot, ia bisa membawa suka dukanya di atas langit, agar Kenan kembali mendarat, hati perasaannya hilang begitu saja, seolah menyembunyikan kehidupan pahitnya yang terlalu diatur, dan membuat Kenan mencari kesenangan lain di luar, luar negri yang terlalu vulgar dan bebas pastinya, tentunya Kenan tidak pernah sembarang jajan! ada cara tersendiri bagi orang kaya, untuk menuntaskan tanpa terkena penyakit.
"Heru, bisakah aku meminta bantuan?"
__ADS_1
"Boleh, apa itu?"
"Cari tahu, siapa pria yang menikahi Mila. Kau tahu, Mila terlihat menghindar, dan anak laki laki itu, entah kenapa ia begitu mirip seperti aku pernah melihatnya, entah dimana. Apalagi anak itu terlihat punya bakat seperti impianku menjadi pelukis handal, menggambarkan wajah ibunya seolah punya luka tersendiri." Kenan menyadarkan diri, membuat Heru terdiam.
"Baik, aku pasti membantumu Ken." memegang bahu Kenan, dan Kenan pun pergi menjalani tugasnya sebagai pilot.
***
Sementara esok paginya, Mila membuat sarapan pagi pagi sekali, kedua anak anaknya benar benar belum bangun sepagi ini! apa lagi hari libur, Mila sendiri sudah mengajukan libur panjang agar dirinya dipecat dari kantor Kenan! terlebih ia sedang menggeluti bisnis kue online, yang setiap saat ia ada di rumah melihat perkembangan dan pengawasan penuh bagi Kanya dan Bima. Mengingat ia amat takut, jika orang dari ibu inggrid! memerintahkan hal buruk padanya dan kedua anak anaknya lagi. Bukan tanpa alasan, Mila ingin tetap bahagia tanpa orang masa lalu terpahit yang sudah ia tutup, di buka lagi.
"Non Mila, apa ga sebaiknya kita pindah lagi. Mau gak, kalau kita menetap di kampung bibi." usul sang bibi.
"Iy non. Semoga saja berita isu penangkapan dia pekerja ilegal itu tidak benar, apalagi dia orang baik yang membantu non Mila, untuk menjadi Ayah anak anak non, agar mendapat identitas, dan kasihan sekali. Apa kita susul aja ya non?"
"Hah, .." tertegun Mila.
__ADS_1
"Eh. Maaf bibi non, kalau usul sedikit lola. Tidak mudah bagi warga kita, apalagi ongkosnya. Andai bibi punya orang berpengaruh, pasti den Deva bisa lepas dari jeruji negara sana. Kasihan anak anak di dalam, ia harus mengetahui ayah baiknya sudah meninggal."
Isi surat itu, adalah pesan keputusan dari pos! yang Mila masih ingat itu tulisan Deva.
Mila sendiri kagum karena teman baiknya mau berkorban, bahkan mereka tidak menikah tapi bisa membuat akte dan identitas kedua anak anaknya dengan catatan, ia adalah ayah asli mereka, menutupi aib Mila membuat Mila hidup tidak dipandang sebelah dengan status hamil di luar nikah, tidak punya suami?!
Took!
Suara ketukan, membuat Mila terperangah. Siapa pagi pagi sekali ini, bertamu ke rumahnya.
"Ada tamu sepagi ini, bi?" ucap Mila.
"Biar bibi aja ya non." anggukan Mila, meski matanya penasaran, tapi ia masih online di situs pembuatan kue, masih terpampang.
'Astaga! tadi itu online ya, percakapan kami tadi?' batin Mila, langsung mematikan mode, dan mencoba cara menghapusnya di hapenya, sebab Mila sedang belajar membuat live situs kue online, entah tadi apakah pembicaraan dirinya dengan bibi Roh terliput.
__ADS_1
"Kacau ini, jika sampai tadi online terekam." lirih Mila sedikit frustasi.
TBC.