Baby Genius Sang Pilot

Baby Genius Sang Pilot
KENYATAAN KEBENARAN


__ADS_3

"Hanya paket non."


"Letakkan saja bi di sana!"


Ah! iya, Mila akhir akhir ini memang memesan paket untuk kedua anak anaknya. Bukan tanpa alasan, waktunya yang ia berikan pada kedua anak menggemaskan itu, sangat jarang ia pergi bersama sekedar membeli kebutuhan pokok. Terlebih kedua anaknya itu masih memakai popok berukuran triple xl.


Bobot Bima sendiri, sudah 28 kg, sementara Kanya hampir 30kg, bisa dibayangkan kedua anak anak Mila yang sangat subur.


"Hore .. Bunda, itu ada mainan ndak?" tanya Kanya.


"Maaf nak! Bunda ga pesan, memang mainan Kanya sudah rusak, atau ada yang ingin di sukai?"


"Ga jadi deh Bun! Kanya cuma mau music box, yang ada gambar dady dan bunda menari disana. Kapan kita ke Dady bunda?"


Deg.


Mila terdiam, inilah hasil anak di luar pernikahan, ketika semakin besar ia yang bersekolah di lingkungan membuatnya iri. Bisa saja Kanya dan Bima, melihat teman temannya di dampingi kedua orangtuanya.


"Kanya, maafin bunda. Soal .. dady .., bunda tidak tahu kapan kita bisa bersama Dady! kenapa Kanya bicara seperti itu?"


"Teman teman Kanya, di jemput Dady. Rasanya punya Dady, seperti apa sih bun? Kak Bima juga tanya sama aku, tapi ga berani tanya ke bunda langsung. Emang Dady, kerjanya jauh ya Bun! kok perasaan lamaaaa bangeeet ..." celotehnya panjang menggema, membuat Mila terdiam.


"Kanya dan Bima pasti ketemu Dady! tapi saat ini. Maafin bunda ya! karena Bunda hanya bisa jadi orangtua tunggal. Cukup kalian bersama bunda, kita bisa bahagia."


Kanya dan Bima, ia memeluk Mila. Tidak terasa, air mata Mila jatuh begitu saja. Mereka mengajak kedua anak anak Mila ke kamar, untuk kembali menyiapkan buku buku sekolahnya esok.


Mila segera turun ke bawah, meminta bantuan! apakah live online cakenya tadi, sudah terekam.


Tling!


"Udah beres aku report! lain kali, tekan tombol on off jangan lupa ya Mil, tapi aku ga yakin. Jika ada yang sudah copy dan merepost ulang." pesan Dirga, teman Mila yang kala itu ia bekerja di bidang IT.


Dirga sendiri adalah kawan dengan Deva! mereka bekerja bersama sebelum Deva menolong Mila. Sayangnya, Dirga tidak lanjut memutuskan kontraknya batal, karena usaha keluarga. Sementara Deva sendiri, ia berjanji untuk kembali dua tahun lagi, meminang Mila. Tapi sayangnya, pencipta berhendak lain, pasport Deva di curi, Dirga sempat mencari dan tidak menemukan keberadaan Deva.


Sehingga Dirga kembali, mengabarkan pada Mila jika kemungkinan Deva di anggap pekerja ilegal, membuat kemungkinan entah dia masih hidupun, akan berada di jeruji hongkong seumur hidup.

__ADS_1


'Deva, andai kamu masih ada. Aku bingung, kenapa orang baik sepertimu. Aku harus kehilangan, bahkan aku belum sempat membalas budi, semua yang kamu lakukan padaku dan kedua anak anakku.' batin Mila.


Mila pun kembali on air, beberapa puluh menit tiba. Sebuah chat menyatakan video live pertama yang hilang, yang mengatakan dia belum menikah tapi sudah punya anak. Mila yang gagal fokus sebuah kolom komentar, ia masih melanjutkan video live membuat roti susu taburan mint bercampur vanila.


Apakah dia menikah setelah punya anak? apa dia memakai budaya adat luar negri.


Ah! Jika di tinggal di indonesia, mana bisa sebuah catatan kedua anak anaknya diterima di sekolah internasional.


Ah! Aku yakin, dia simpanan pria kaya, bos mafia.


Banyak lagi komentar lainnya, sehingga Mila senyum dan membalas pada kolom komentar yang telah menghujatnya.


"Maaf kawan kawan di larang bicara tidak baik, ingat tontonan ini banyak di bawah umur khusus pembuatan roti spesial. Saya rasa, semua itu salah dengar atau aku yang salah ucap, karena tadi sedang membicarakan seseorang. Dan pertanyaan kalian itu tidak benar!" Mila, mematahkan pertanyaan itu, dan kembali live membuat adonan dan kue yang ia tagar roti bertabur mint vanila.


***


Sementara Di Berbeda Tempat.


Kenan merasa tertawa, ketika Shela tahu pergerakannya yang mengekor keberadaan Mila.


"Hey! tapi kau lupa, dirimu juga tidak unggul. Bahkan penyakit kotor mu itu, kau tidak bisa hamil. Jika bukan karena bisnis, untuk apa aku menikahimu. Jelas aku khilaf, terlalu bodoh menikahimu." ujar Kenan, memutar kursi putar.


"Kenan, apa karena wanita bernama Mila. Aku akan adukan pada ibu Inggrid, karena ia begitu membencinya. Aku akan adukan karena dia kembali hadir, melupakan perjanjian bodoh itu."


"Apa.. Tunggu? kau bilang, ibuku membenci Mila. Atas dasar apa, hey! katakan semuanya padaku."


Shela tidak tahu, jika selama ini Kenan tidak tahu soal kejahatan ibu mertuanya, tidak diketahui putranya. Mungkin ini bisa jadi senjata untuk mengancam ibu mertuanya, jika ia tidak akan bercerai dari Kenan. Shela ketakutan, jika ia bercerai dari Kenan, maka hak waris 60% tidak akan diberikan oleh ayahnya itu.


"Aku tidak tahu apa apa, aku juga hanya menduga saja." lirih Shela, membuat Kenan pergi mengambil jasnya.


Kenan meninggalkan Shela, ia meminta Heru untuk lebih mempercepat identitas Mila Miranda, ia ingin tahu siapa pria yang menikahinya. Dan kini Kenan, pergi menuju kediaman Mila.


Tling!


"Kenan, video live Mila saat ini beberapa ramai di tweet! mereka menuduh Mila, hamil di luar nikah. Lihatlah link yang aku kirim!"

__ADS_1


Tling!


[ Aku menemukan sebuah orang yang bisa memutar kejadian party lima tahun lalu. Saat itu Mila datang dan bersamamu! bukan Shela. ]


Deg.


Kenan berurai air mata, hampir jatuh. Perasaan bersalah itu muncul, dan kembali mengingat kejadian masa pahitnya. Ia sangka jika itu benar Shela, tapi kenapa Mila berbohong, dan apa maksud perkataan Shela, jika ibunya membenci Mila dan berniat mengadukan.


'Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi saat itu?' batin Kenan.


Hingga di pelataran rumah dalam beberapa jam ditempat Mila. Kenan duduk di taman halaman. Ia memastikan melihat vlog Mila saat itu, sambil menunggu kabar dari Heru.


"Apaa ..?" terkejut Kenan, melihat pesan ketiga Heru.


Dreeth!


"Heru apa kau yakin, kau tidak salah semua berita ini kan?" ujar Kenan, berdiri saat menelepon orang kepercayaannya itu.


Kenan membalikan badannya, ia berjalan menaruh ponselnya di saku celana. Berjalan dengan tegap mengetuk pintu bel rumah Mila. Tidak perduli saat itu, Mila sedang Live ia berusaha menebus kesalahannya.


"Mila nya ada bi?"


"Non Mila, sedang live tidak bisa di ganggu pak. Apa ada .."


"Izinkan saya masuk bi, saya mohon!"


"Tapi .." bibi Roh tidak bisa berkutik, kala Kenan masuk begitu saja setelah menunduk hormat, pada yang lebih tua.


Hingga sampailah saat itu Kenan memeluk Mila dari belakang, membuat Mila terkesiap dari layar ponselnya. Kala Kenan memeluknya, dan masuk ke rumahnya tanpa izin.


Sreth! Kenan, mengambil ponsel Mila dan mematikan tombol siaran berakhir.


Deg.


Mila terkejut, apalagi tadi sempat terekam dalam live siaran keduanya, bersama Kenan dibalik punggungnya memeluk tiba tiba.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2