Baby Genius Sang Pilot

Baby Genius Sang Pilot
MAKAN BERSAMA


__ADS_3

"Tidak seperti yang kamu bayangkan sayang, ibu juga berharap kita semua dapat berkumpul, dimana keadaan saat ini tergolong tidaklah mudah, ketika kedua orangtua berpisah dan mempunyai keluarga baru, 1 banding 10 kehidupan bisa erat, apalagi history ibu dan ayahmu tidak jelas, kami berpisah karena keadaan. Namun semua sudah takdir, ibu sudah bahagia dengan keputusan yang di ambil. Dan ibu minta maaf, jika menemui kamu akan sulit."


Tak lama Saputra hadir, dimana kedua cucu memegang kedua tangan pria itu. Rini antusias senyum menatap anak anak mungil itu.


"Maaf kami terlambat." serak suara paruh baya itu, dimana Rini kala itu berdiri sejajar dengan Saputra, sementara Kenan dan Mila saling menatap bingung, dan sedikit canggung.


Mila sendiri merengkuh Kanya, dan Bima di pegang oleh Kenan. Dimana Rini dan Saputra berdiri saling memandang, entah Mila harus bahagia atau sedih. Dimana mereka berkumpul, tapi keluarga mereka kali ini seolah mempunyai batas dinding yang harus mereka lewati.


Mila tahu, jika suami ibunya sangat posesif, entah ingin sekali ia menanyakan adik tirinya dan ayah tirinya itu berada dimana, sebab hanya ibunya saja yang terlihat.


"Em, apa kabarmu Rini."


"Baik, mari kita makan dan pesan makan saja, Hai Kamu si cantik pasti namanya Kanya, dan kamu si tampan namanya Bima." Rini langsung duduk seolah menghindar jabatan tangan Saputra.


"Sayang, ini nenek Rini, ibunya bunda. Ayo sapa dengan nenek sayang!"


"Iya bunda." serentak.


"Nenek .." peluk Kanya dan Bima bersamaan.


Dimana Rini kali ini bisa merasakan pelukan hangat kedua cucunya, meski sudah dari lama ingin sekali, tapi hanya diam diam memerhatikan adalah hal menyentuh dan momen yang tak pernah ia bayangkan.

__ADS_1


Dan kini Saputra duduk di sebelah Kenan, Mila dan kedua anaknya bersejajar. Tak lupa para pengawal Saputra ikut makan disebelah meja, sambil menatap intens bergantian.


"Itu jubah hitam kenapa enggak gabung di meja ini saja?" ketus Rini, karena meja terlihat luas dan cukup.


"Dia tetap komit pada tugasnya, mereka enggan ikut satu meja pada majikan. Padahal ketika saya makan sendiri selalu ajak satu meja mereka enggan, bahkan masih saja berdiri. Jadi saya buat peraturan jika mereka ingin bekerja pada saya, duduk dan ikut makan di sebelah meja saja. Lagi pula tugas mereka jaga saya menemani saya, wong saya bukan anggota pemerintahan yang terkenal." ujar Saputra membuat Mila menggeleng senyum, namun beberapakali si jubah hitam itu terlihat hormat mengangguk kepala, dan menutup lagi kacamatanya.


Hingga dimana mereka makan bersama, seolah melupakan waktu dan jam yang membuat mereka lupa waktu, bahkan terlihat pengawal saja sudah berdiri pada posisi bergantian.


Mila sesekali terlihat melihat wajah ibunya yang sedikit pucat, kala sesekali sering membuka tas. Apakah ponselnya terus berdering tapi disenyapkan.


"Bu, ada apa?"


"Ibu sama adik, kenapa gak di ajak sekalian?"


"Enggak mereka banyak tugas kegiatan sendiri, ibu ke Swiss hanya sendiri. Karena ibu temu janji dengan rekan ayah Dave, yang ada disini. Kebetulan ibu juga mampir ke rumah kamu, dan bibi Roh masih selalu setia sama kamu ya nak. Syukurlah."


"Iya bu, terakhir bibi Roh katanya temui anaknya, tapi Mila tanya terus saja seperti ga dijawab."


"Ibu dengar dia udah ketemu anaknya, tapi anaknya gak mau kenal sama orangtua aslinya, bahkan terlihat memaki. Itu yang ibu dengar ceritanya, padahal dulu memang keadaan mereka kritis, mereka enggak bilang kalau kerja sama ibu dulu, buat nebus bayinya di panti, udah sebulan baru bilang. Jadi mereka telat, itulah orang jujur atau ibu yang enggak peka. Padahal kami udah cari, tapi pihak panti enggak memberitahu."


"Panti, anak siapa itu. Maaf, jika saya ikut nimbrung pembicaraan para wanita, bibi Roh siapa Mila? boleh ayah tahu." celetuk Saputra, yang saat itu sedang main ibu jari bersama Kanya, Bima.

__ADS_1


Sementara Kenan, terlihat kembali duduk menyapa setelah menerima telepon, yang mana ia akan kembali bekerja esok pagi.


"Bibi Roh itu pengasuh setia Mila ayah. Bahkan saat Mila di usir .. eum, maksud Mila saat terpuruk. Bibi Roh sayang sama Mila, sampai Mila dalam kesulitan pun mereka selalu ada di samping Mila hingga kini."


"Panti, apa kalau saya boleh tahu Rini, saya bisa bantu masalah bibi Roh itu, karena ia sudah baik sama putri kita."


"Panti Agla Ar'rah jombang. Bahkan umurnya beda bulan, kalau Mila Febuari kalau dia itu Januari awal." jelas Rini, yang saat menyuap buah ke arah Kanya dengan hangat.


Deg.


"Pan-ti Aqla Ar'rah Jombang, apakah itu daerah jalan pabuaran gerta buana Ki Jombang yang paling besar itu, yayasan yang di buat oleh walikota J?"


"Iya, benar. Tepat sekali, tapi kok kamu bisa sampai tahu?"


Terdiam Kenan dan Mila, kala kedua orangtua sedang serius saling menjelaskan.


TBC.


Nama dan tempat hanya kehaluan aja ya All, jangan di cari.


Happy Reading All.

__ADS_1


__ADS_2