Baby Genius Sang Pilot

Baby Genius Sang Pilot
KENAN KEMBALI


__ADS_3

Sudah sepekan, Mila nampak menghindari dari panggilan telepon Kenan, hingga Kenan di luar sana, akhirnya ia ingin sekali memutuskan pekerjaannya.


Tidak ada yang tahu kan, ketika kamu memperlakukan pasangan sebaik mungkin, namun ia begitu kecewa yang kedua kalinya, meski itu bukan salahmu.


"Kenapa tampang lo itu harusnya ga frustasi itu bro?" ujar Andri, dimana ia rekan yang selalu bersama pilot.


"Gue bakal resign."


"Ah, jangan gila Kenan, nama lo udah besar terus lo mau hancurin gitu aja, sumpah pikiran lo dimana. Pekerjaan udah enak, terus lo mau keluar, lo itu keliatan enak dengan jabatan pilot terlama dan terkeren disini. Lo punya hutang banyak, dari gaji lo yang ratusan juta itu, belum tunjangan dan fasilitas lain?"


"Bukan .. kalau gue kerja kaya gini, gue ga ada waktu buat orang yang gue sayangi."


"Ken, ayolah bro! meski gue enggak tahu privasi lo, dan gue ga perlu ikut campur, lo keluar ga dapat apa apa, kasian nama yang udah lo perjuangin dan besarin. Kecuali kalau masa kontrak lo habis."


"Gue ga perlu lagi jabatan, yang gue butuhin adalah orang yang gue sayangi, enggak ninggalin gue lagi. Pikiran gue lagi kacau, gimana kalau kecelakaan terjadi saat gue ga fokus bekerja, itu akan jadi rasa bersalah sampai gue mati gue semakin bersalah, Ndri."


"Ken, tunggu Ken!" sang rekan, merasa tak rela keputusan Kenan yang ingin berhenti dari jabatannya.


Sementara Kenan, ia melaju ke ruangan lain. Dimana petinggi pilot, ruangan Hrd yang disana sedang duduk dengan sebuah pulpen seperti terlihat sibuk.


Ketukan tiga kali, membuat si mata biru bernama Miss Ely menatap intens, mempersilahkan Kenan masuk.

__ADS_1


"Kenan, masuklah! ada yang bisa saya bantu?"


"Saya ingin resign!"


"What ..?"


Kenan pun menjelaskan inti permasalahannya, dimana Miss Ely adalah bagian penanganan karyawan dari beberapa level, hanya pilot saja miss Ely tangani. Karena jika pramugari ada lagi bagian lainnya.


Hingga puluhan menit Miss Ely nampak mengatur nafas dan menatap Kenan, atas masalahnya itu.


"Aku berikan kamu cuti panjang, masa kontrakmu itu setahun lagi, setelah kontrak kamu habis aku akan menawarkan kamu diperpanjang atau tidak, itu tergantung kamu Kenan, dan Pilot manapun tidak ada karyawan tetap. Tapi kamu sudah hampir enam belas tahun di sini, nama kamu dan posisi pencapaian kamu sudah keren, cuti aku berikan selama tiga bulan, enam bulan maksimal! tapi setelah itu kamu ini harus fokus untuk menyelesaikan masa kontrakmu!" ujar miss Ely.


"Setiap masalah ada solusinya, apapun itu. Saya tidak ingin kamu membayar pinalti 7 miliar, tidak sebanding dengan penghasilan kamu selama ini setiap bulan, jika dikalikan pun tidak sama dengan pencapain kamu. Jadi aku berikan cuti 3 bulan, dan anggap pembicaraan ini tidak ada."


Sreeth!


Miss Ely, merobek surat pengunduran diri Kenan, lalu membakarnya di tempat sampah. Hal itu membuat Kenan tak enak pada atasan, pihak hrd yang selalu menolongnya.


"Aku baik bukan karena kamu menantu Tuan Saputra, tapi karena kinerja kamu dan nama kamu di bandara Swiss ini. Jadi biar yang lain aku tangani, kamu pulanglah! dan kamu boleh ambil uang gaji di awal, atau tiga bulan di awal kamu ambil, akan saya proses! sisanya kontrak satu tahunmu akan di potong."


"Bu .. tapi .. saya .."

__ADS_1


"Saya Acc, untuk merebut hati orang yang kamu sayangi agar tidak pergi untuk kedua kalinya, kamu perlu modal. Kamu lupa, putri kandung Tuan Saputra ah, sangat banyak uangnya darimu. Jadi pergi, dan berjuanglah!" miss Ely senyum, membuat Kenan mencopot topi pilotnya, hormat dan berterimakasih.


"Satu lagi, berita cuti kamu Kenan tidak perlu tersebar lagi. Biarkan orang tahu kamu resign, tapi aku menolak dan anggap tidak ada pembicaraan resign detik ini!"


"Baik bu, terimakasih!"


Kenan pamit, dan setelah sampai luar ia senyum seolah mendapat semangat, kali ini benar benar membuat hidup Kenan penuh keberuntungan.


Tling!


Benar saja notif gaji selama tiga bulan sudah masuk pada rekeningnya, saldo tiga digit itu membuat Kenan ingin melakukan sesuatu, agar Mila mau memaafkan. Tapi sebelumnya Kenan akan pergi ke paris, menemui sang mama di kediaman tantenya, sudah lama memang mamanya tinggal di sana semenjak ia bercerai dari Shela, dan karena permintaan nya juga. Tapi kali ini, ia harus memohon pada sang mama untuk meminta maaf, dan lembut pada cucunya.


Meski Kenan yakin, keadaan tidak akan berubah seperti awal. Ketahuilah setiap permasalahan butuh proses untuk menyembuhkan sebuah luka dan kecewa, tapi Kenan benar benar tidak ingin kehilangan Mila lagi, untuk waktu yang lama ia sudah mencarinya, dan kini harus ia perjuangkan.


'Tunggu aku Mila, aku tidak akan pernah menerima kamu kita break, berpisah untuk kedua kalinya.' batin Kenan, yang berjalan lurus melepas kancing pilot, apalagi senyuman lebarnya membuat pramugari salting, padahal dirinya dan pikirannya hanya pada Mila saat berjalan.


TBC.


Sambil tunggu Mila Up, yuks mampir lagi All ke novel temen litersi Author.


__ADS_1


__ADS_2