Baby Genius Sang Pilot

Baby Genius Sang Pilot
RENCANA LICIK SHELA


__ADS_3

Di Satu Sisi Lain, Shela terlihat geram. Dimana ia mendapat kabar dari asisten rumah tangganya, jika sang papa pergi ke Swiss, dimana bertemu Kenan.


Shela mengeratkan genggaman tangannya tidak terima. Hubungannya dengan Kenan masih belum berakhir, Shela merasa tetap ingin memiliki Kenan, dengan cara baru, yaitu ia berobat ke negri tetangga, untuk bisa sehat dan mempertahankan Kenan utuh harus menjadi miliknya lagi. Shela harus mempertahankannya, karena Kenan adalah pria yang ia cintai.


Shela menyesal dengan kecerobohannya dimasa lalu yang membuat Shela dan Kenan bersatu karena tidak saling cinta, Shela berharap seperginya dan kembalinya menumbuhkan rasa cinta Kenan untuknya.


Jika bukan karena penukaran minuman itu, dan skandal dia merubah posisi Mila dengannya, mungkin Kenan tidak akan membencinya seperti saat ini.


Shela pun masuk ke kamar Kenan. Entah, Shela tidak tahu kesialan macam apa ini yang membuat terpuruk, setelah di tinggal Kenan, bahkan papanya kini acuh seolah tak anggap dirinya putrinya sendiri. Tapi sejak ingat perkataan dirinya hanya anak pengganti, Shela tidak ingin dirinya benar benar tergeser, ia harus mencari bukti dan mungkin siapapun anak asli Saputra, tidak bisa menyaingi dirinya yang sudah ada lebih dulu.


"Bi, papa bilang ga pulang kapan?"


"Enggak non, setahu bibi dari asisten Heru, dia mau ketemu tuan Kenan dan non Mila, katanya disana ada salah satunya anak yang hilang bersama mereka."


"Apa..? jika bukan Kenan, apa jangan jangan .."


Shela pergi, meraih tasnya. Bagusnya seorang asisten itu bisa diandalkan untuk menjadi telinganya, sehingga Shela kembali memberikan beberapa uang lembar, dan meminta sang Irt itu, mencari sesuatu yang menguntungkan bagi Shela, meski hanya sekedar informasi.


"Aku tidak akan membiarkan kalian berdua bersama. Jika aku tidak bisa mendapatkan Kenan, maka Mila juga tidak boleh!" kata Shela dengan seluruh tekadnya. Ia membenci Mila yang hadir ditengah-tengah hubungannya.


"Papa, kau harus sadar sekarang. Kenan memilih Mila, papa harus menerima kenyataan ini jika salah satu kenyataan Mila akan lenyap sebentar lagi, lalu nikahkan Kenan denganku. Karena aku putri papa juga bukan? Hahaha. Biarkan kami hidup bahagia bersama!" kata Shela dengan wajah seringai saat menyetir mobil.


"Kenyataan?" tanya Shela, yang masih belum menyerah akan cinta sepihak nya.


"Hubungan kalian adalah hubungan palsu yang akan berakhir suatu hari nanti. Mila harusnya tidak ada, tidak ada dalam dunia keluargaku adalah hal bagus, atau mungkin aku merubah wajahku seperti Mila, sementara Mila akan aku buang ke jurang, dan aku sayat semua wajahnya." benak Shela yang muncul ide jahat.

__ADS_1


Shela memakai earphone, meminta seseorang memesankan tiket ke swiss, dan memesan hotel dimana itu dekat dengan villa kediaman Kenan, karena Shela tahu dimana Kenan beristirahat selepas tugas. Jika Kenan bahagia adanya wajah Mila, maka kenapa tidak Shela membuat rencana kejam, setidaknya perhatian papa Saputra dan Kenan akan berakhir baik padaku, meski aku berada dalam wajah Mila yang aku benci.


***


BERBEDA DENGAN MILA.


Kedua anak anak Mila terlihat di ajak bermain bersama Heru, dan Saputra. Dimana mereka akan mengadakan resepsi, beberapa minggu lagi. Akan tetapi, dimana saat ini Mila dan Kenan sepi di tinggalkan anak anak, dimana ayah yang Mila cari, kini sering mengajak kedua cucunya melihatkan saham, dan bisnis pada dua bocah itu.


"Apa tidak keterlaluan, jika ayah Saputra mengenalkan pada relasi, dan bisnis di usia Kanya dan Bima masih balita?" Mila kebingungan.


"Jangan risau sayang, mungkin itu bukti cinta ayahmu. Aku sampai terkejut, ketika perlakuan ayahmu kembali baik padaku. Lagi pula, kita akan bersiap menemui ibumu, untuk resepsi kita berlangsung bukan?"


"Ah, benar. Kalau gitu aku siap siap dulu ya Ken."


"Apa ..?"


Kenan menarik tangan Mila, dimana sepasang bola mata dekat dan menatap.


Cup. Kecupan pada jenjang lehernya membuat Mila geli.


Mila pun berdiri dan meninggalkan Kenan sendiri. Ia berlalu dengan menggerutu. Sejak kapan suaminya semakin kriminal, bahkan menjadi agresif sekali. Bisa bisanya dia terang terangan begitu padanya saat ini.


Namun bajunya tersangkut, dimana mereka saling menatap. Mila mendekat dan merangkul ranum Kenan kala itu, dimana Mila yang bingung. Kenan tanpa aba aba mengecup ranum bibir Mila, membuat jantung Mila berdegub dan tak karuan.


Mereka berada dikamar, dengan tirai begitu saja menggulung mereka berdua yang asik meluapkan syahdu dan saling menatap, bahkan nafas mereka tersenggal di dalam tirai yang menggulung mereka.

__ADS_1


"Ah! apa kamu ingin lebih?" bisik Kenan menelisik rambut Mila.


Tanpa ragu, Kenan mengeratkan pelukan, dimana dalam hordeng yang tertarik ke kiri dan kanan, membuat Mila sulit bernafas, apalagi Mila sudah terhipnotis kala Kenan mahir dalam membuatnya berdetak.


Cup!


"Sebelum pergi, kita harus buatkan adik sayang! apalagi, rencana kemarin sore kita sempat tertunda bukan?"


"Dasar suami nakal." desis Mila, tanpa aba aba Kenan sudah membuat Mila nampak lemas dan mereka sudah tak bisa dipungkiri, layaknya pasangan halal, sebelum berpergian Kenan meminta vitamin dari sang istri.


Selang beberapa jam, Kenan dan Mila bersiap untuk pergi. Dimana mereka akan bertemu kedua anak anak dan ayahnya di satu tempat, degub Kenan pun semakin berdetak. Jika kenyataannya bu Rini akan marah, jika kelak kedatangannya bersama Mila, ada Saputra. Dimana satu keluarga akan bertemu dan konflik yang sudah lama tertimbun akan diketahui sang istri.


"Kamu pasti kebingungan kan sayang?"


"Ken, aku hanya khawatir. Aku tidak tahu, apa nanti ibu jelaskan secara jujur atau tidak, sebab soal ayah meninggal saja. Itu sudah cukup melukaiku, dimana kenyataannya ia masih hidup dan mencariku, tapi ibu bilang aku sudah .."


"Ssst! kita akan sama sama melewatinya, aku hanya ingin kamu kuat, tegar sayang!"


Kenan menyemangati, dimana kali ini ia menatap sebuah pesan masuk. Dan kenan mengrenyitkan salah satu alisnya, setelah membaca pesan itu.


"Ken, ada apa?" tatap Mila, yang saat itu Kenan senyum, dan memencet nomor seseorang, masih mode memeluk Mila yang berdiri dari belakang, tapi kegusaran hatinya masih saja terlihat oleh Mila.


"Suamiku, ada apa?" tanya kembali Mila, membuat Kenan memegang erat sang istri.


TBC

__ADS_1


__ADS_2