
"Apa ada alamat yang bisa saya bantu Rini?"
"Jl drupada, apa gitu. Saya hampir lupa pokoknya, coba setelah kamu kembali pulang Mila. Kamu bicara empat mata sama bibi Roh, mereka itu bukan hanya di suport materi. Apalagi kini mengembangi bisnis kue rumahan lancar kan?" tanya Ibu.
"Iya bu."
Sehingga saat ini Mila sedikit bingung, mencoba berfikir apakah Jl drupada yang pernah Shela ucapkan padanya, dimana saat itu Mila di ancam olehnya saat mengantar pesanan kue pertama kalinya.
Eum, apakah jalan drupada pengantin melati nomor 11 blok D. Kata kata Shela saat itu dengan senyum, mengingatkan Mila saat ini saat ibu bilang jalan drupada yang ibunya maksud. Dan pada saat itu, rumah tersebut adalah kediaman Kenan dari mansion pak Saputra, lalu bagaimana bisa jika anak satu satunya disana, hanya ada Shela. Apakah Saputra berselingkuh dengan bibi ..?! terdiam Mila seolah kesal sakit hati.
Mila terhenti, masih ingat ketika rumah itu ia hafal, dimana rumah Kenan yang saat itu ia meminta pertanggung jawaban. Dimana disana sudah ada acara pernikahan Kenan, dengan seorang wanita yang Mila tidak lihat wajah mempelai wanita.
Mila menggeleng, ia menengkuk lehernya yang tidak pegal. Benar benar kehidupannya setelah bertemu Kenan, hidupnya hancur dan tak aman. Padahal Mila tak berharap Kenan mengakui kedua anak anaknya dan bertemu lagi, tapi kisah itu kini kembali, bahkan Mila enggan untuk berurusan dengan Kenan lagi, baik itu Kenan masa dulu, atau sekarang ini dan kedepannya.
Hingga saat itu juga di rumah Drupada itu, Shela mendorongnya di alamat kompleks Drupada melati.
Mila Miranda, aku datang sekaligus memesan orderan pertamamu! aku peringatkan jika kau tidak jauhi Kenan, live mu dan karirmu di dunia maya akan di blog! ingat kekuatan nitizen, jika penggemar blog, CakeKami, dicap pemiliknya seorang pela--kor! apa kau senang usaha yang baru merintis sudah gulung tikar mendapat kerugian?
Deg, itu adalah ingatan Mila saat ini mengingat hal yang benar benar membuatnya kebingungan. Dua hal yang membuat Mila sakit memikirkannya.
"Kamu kenapa Mila, kok diam dari tadi ibu bicara kamu dengar ga sih?" tanya Rini.
"Mila hanya ingat sesuatu saja bu."
__ADS_1
Dan saat itu Kenan terlihat mengajak kedua anak anaknya ke loket es cream, dan puding. Dimana saat ini hanya mereka bertiga saja.
"Pak Saputra .. maaf jika Mila masih canggung memanggil sebutan itu, yang pasti akan sulit ketika seumur Mila bertemu sosok Ayah, meski Mila merindukan sejak lama. Tapi Mila setidaknya bahagia bisa melihat ayah Mila siapa."
"Mila, semua ini salah ibu. Seburuk buruknya masalah kami, harusnya ibu tidak menjauhkanmu dahulu dengan Ayahmu, ibu yang bersalah nak."
"Kedepannya Mila bingung bu, jika boleh meminta. Mila tidak ingin dilahirkan, apakah Ayah dahulu punya skandal sehingga ibu menggugat Ayah. Maaf Mila bicara seperti ini. Sehingga Mila tidak merasakan bagaimana kasih sayang yang utuh itu seperti apa."
Kenan yang dari loket, kembali ke meja. Ia syok melihat Mila dengan tatapan mata yang mengembang, dimana saat ini terlihat ibu Rini dan Saputra saling menatap dan menggeleng.
"Ada apa sayang?" tanya Kenan.
"Ken, tolong jaga anak anak. A-aku hanya ingin ke toilet." pergi Mila saat ini, sehingga tatapan Kenan duduk dan bertanya ada apa yang terjadi.
"Kenan akan bicara sama Mila pak, bu. Boleh nitip Kanya dan Bima saat ini."
"Iya Kenan, tolong bicarakan pada Mila, saya tidak pernah punya skandal apapun. Saya tidak mengerti kenapa tatapan Mila begitu tadi ke arah saya." cercah Saputra, lalu kembali menoleh ke Rini yang menunduk saat itu, sangat di sayangkan melihat putri yang ia rindukan, seolah membencinya.
Kenan menunggu di depan toilet saat ini, dalam beberapa puluh menit. Mila pun keluar dengan wajah sembabnya.
"Sayang, apa yang kamu lakukan. Hey, kenapa kamu menangis?"
"Aku jadi tahu, kenapa ibu menggugat ayahku Kenan. Dia punya skandal, karena dia punya anak dari wanita lain. Sehingga ibu menelantarkan aku, harusnya aku tidak pernah dilahirkan."
__ADS_1
"Skandal, kamu tahu dari mana."
"Tadi saat mereka menjelaskan, dan ibu cerita soal anak bibi Roh, yang kemungkinan itu adalah alamat tuan Saputra, ayahku. Menurutmu, apa kamu bisa jelaskan saat ini di dalam pikiranku?"
Hah!
Terdiam Kenan, menyimpulkan saat ini pada wajah Mila, dengan mengelus pundaknya.
"Jadi kamu berfikir Shela itu anak selingkuhan ayahmu dari ..?"
"Aku hanya berprasangka saja."
"Sayang, aku tegaskan. Shela hanya anak angkat Tuan Saputra, karena ia kehilangan putri kandungnya, yang tak diberi tahu oleh ibumu."
Deg.
Mila pun terdiam, saat itu juga dan menghapus air matanya saat ini.
"Anak angkat, Shela .. anak angkat?"
"Heumph, aku kira kamu akan tahu kelak dari tuan Saputra sayang."
TBC.
__ADS_1
Sambil Tunggu Up Mila, mampir jika berkenan ke temen novel litersi author.