Baby Genius Sang Pilot

Baby Genius Sang Pilot
MASALAH SELESAI


__ADS_3

Seperginya mobil yang di kendarai Kennan yang akan terbang! Asisten Heru yang mengisi jadwal memintanya bergegas, karena pekerjaan tuannya itu bergerak di bidang otomotif, mempunyai perusahaan pembuatan pesawat! Dan menjadi pilot adalah impian tuannya! Sehingga setelah terbang menuju paris, ia akan bergegas tinggal di apartement dan sesekali datang memeriksa perusahaan yang dibangun ayahnya itu. Kenan bisa saja tidak menjadi pilot pun sudah cukup kaya, hanya saja ia masih menjadi pilot seolah mencari seseorang yang hilang.


"Tuan, Nyonya Shela ... "


"Matikan saja nomor satunya! kita sudah terlambat Heru."


"Ba- baik Tuan."


Sementara dari arah lain, Mila pun datang dan menanyakan.


"Kalian kenapa disini. Lho apa yang terjadi?" tanya Mila, memeluk anaknya Bima.


"Anu Non! Den Bima melukis di mobil seseorang." memberikan sebuah kartu nama.


Bibi pun menjelaskan hingga detail. Sehingga Mila memeluk sang anak yang hampir saja ketakutan, Mila pun memeluk bibi Roh yang bermasalah karena ia lalai. Sehingga mendapat beban akan pertanggung jawaban masalah baru.

__ADS_1


"Maafkan, bi Roh ya non Mila!"


"Ya, bi kita selesaikan dirumah saja. Kita ambil belanjaan lebih dulu!" ucap Mila.


Mila mendengar ocehan Bima yang kala itu terasa banyak sekali pembicaraan yang meminta maaf. Bima bicara jika ia salah dan tidak akan mengulanginya lagi.


"Bunda, kita ke kantornya aja. Atau ke rumah paman itu, Bima mau tanggung jawab dan minta maaf langsung dengan tulus."


"Baik sayang! Jangan lagi lakukan seperti itu ya." pinta Mila mengecup pucuk rambut Bima.


Sementara Kanya, hanya terdiam ketika dirinya masih sedikit cadel dan tidak mengerti apa yang terjadi pada saudara kembarnya itu.


'Huft .. bagaimana ini?' batin Mila.


"Ya udah, kita hubungi aja bi. Mila masih punya uang simpanan! semoga cukup, untuk beberapa bulan ke depan."

__ADS_1


"Maafin bibi ya Non! udah lalai jaga Bima."


"Bukan salah bibi, anak itu terlalu aktif. Mila bisa atasinya ko insyallah, semua bakal baik baik aja."


Akhirnya bibi Roh berpura pura jika ia menjadi orangtua Bima saat di telepon. Tak lama bi Roh meminta dicicil karena ia menjelaskan, jika ia hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga dan tak ada suami karena pergi tak tau kemana dan tak pernah kembali, sehingga ia memutuskan bekerja bersama Mila kemanapun ia tinggal.


Sehingga Heru yang kala itu menerima panggilan pun merasa iba, dan memberi tau pada Tuan Kenan sebelum landing. Tak begitu lama mereka pun sepakat, sehingga masalah Mila pun kelar untuk mencicilnya.


"Haah.., masalah sudah selesai. Udah bi Roh ga salah kok, makasih ya bi. Sekarang bibi istirahat dulu, jangan lupa cakenya dimakan!" ujar Mila.


"Iy non." sang bibi tahu, jika Mila amat kerepotan dan kritis soal uang.


Mila pun tidur dipangkuan sang anak, ia menatap Bima yang pandai melukis. Entah sampai kapan jika semua akan terungkap. Jika ia adalah anak dari seseorang yang Mila tidak di tahu, bagaimana saat ini keberadaannya, dan Mila juga tak di berniat mengusik kehidupan mereka yang pasti sudah punya anak juga.


'Sejauh ini aku berharap bukan dia, aku tidak pernah ingin jika aku lihat dia lagi, tapi ingatan itu kenapa seperti aku mengingat lemas, bahkan suaranya saja aku masih mengenalinya.' batin Mila melemas.

__ADS_1


Mila seolah mati rasa, pernah mempunyai kekasih dan saling berjanji untuk bersama, dulu Mila sendiri sebagai pramugari yang berkasih dengan seorang pilot! tapi saat mereka melakukan kesalahan party bebas, ingin meminta dia bertanggung jawab. Mila mendapati kabar jika pria yang ia cintai, akan dinikahkan oleh pilihan orangtuanya. Demi tidak ingin membunuh jabang bayi, Mila pergi jauh dan kini menetap di kota bandung adalah tempat ternyamannya.


Tbc.


__ADS_2