Baby Genius Sang Pilot

Baby Genius Sang Pilot
TERLAMBAT PULANG


__ADS_3

Tampak gagahnya pria setelan putih dengan celana hitam doop, dengan garis pangkat berwarna emas di bahunya, tampak berjalan gagah tanpa senyum sedikitpun, padahal beberapa pramugari terlihat menyapa.


"Sore Captain." beberapa pramugari, tapi hanya anggukan saja oleh Kenan kala itu, bahkan tanpa berkedip seolah datar tidak menanggapi.


"Captain, kamar Siren kayaknya butuh sedikit Ac di besarkan loh, 01770." senyum nya tanpa rasa malu, tapi Kenan masih fokus cuek saja jalan tanpa menoleh.


Hingga rekannya Andri seorang FO, yang selalu di samping Kenan tertawa, bahkan berkedip melirik pada wajah Siren, tapi perhatiannya salah sasaran, karena pramugari inginkan sang captain.


FO sendiri singkatan dari First Officer, yang bertugas memberi aba aba, membantu sang pilot di sampingnya.


"Hahaha, apa kau tidak tertarik wajah nya cantik loh Ken?" goda Andri.


"Tidak, hah. Wanita cantik lebih banyak jual murah, tidak secantik hatinya." cercah Kenan.


"Astaga, Kenan. Uups, captain. Bahkan besok pagi kita kembali terbang, tidakkah malam ini kita bersenang senang ke BAR. Sebagai teman aku khawatir, jika kamu akan beku cairan milik perjaka bolongmu itu."


"Haish, tutup ocehanmu Andri. Ambil saja pramugari yang kamu suka, aku tidak berniat. Sebentar lagi aku mengadakan resepsi, kalian akan termehek mehek, jika aku juga sudah punya anak."


"Astaga, begitu patah hati semua rekanmu. Di mana lagi, Captain yang tampan, idaman para kaum hawa di usia terbilang tidak muda, dan tidak juga tua pada umumnya. Sudah sold out. Kenapa kau diam diam pada sahabatmu ini Kenan, jika kamu sudah menikah dan punya anak?"


Kenan tidak menjawab, ia say hello pada Andri, karena lantai mereka menginap berbeda. Sehingga Andri hanya menatap sendu, seolah di tinggalkan dirinya saja yang wajah pas pas an, tanpa ada wanita yang mau padanya.


"Malam nanti aku mampir ke kamar ya Captain." ujar Andri berteriak.


"No!" balas Kenan, dengan kode tangan melambai tidak.


Begitu pelitnya si captain, jadi penasaran siapa istrinya. Ah! Kesal Andri yang belok ke arah kamarnya.


Kenan yang sudah di kamarnya, ia masuk mengunci dengan id cardnya. Masuk ke kamar mandi, di mana rasa gerah dan keringat bercampur, dimana ia menggunakan shower mengucur dari ujung rambut, hingga ke bagian bawah kaki yang membuat Kenan nampak gagah, bagaimana tidak bugar atletis Kenan, sangat perfect bahkan sakin putihnya, warna kulitnya sedikit merah.


Sementara Di tempat lain, Mila terlihat menyuapi kedua anak anaknya, mengajaknya makan bersama, sehingga setelahnya ia meminta kedua anak anak masuk ke kamar lebih dulu.


"Sayang, kalian naik ke kamar bunda duluan ya. Jangan lupa cuci kaki dan gosok gigi!"


"Iya bunda. Kanya boleh nyalakan televisinya kan?"

__ADS_1


"Boleh sayang. Bima, jaga adikmu ya! Ingat jangan main di balkon, berbahaya."


"Siap bunda." senyum Bima, sangat mirip bagai duplikat Kenan, hanya saja ia ada lesung pipi seperti dirinya.


Bahkan Mila yang merapihkan piring, berusaha mencucinya sangat takut, ketika anak anaknya tumbuh dewasa amat cepat, dan Mila akan cepat tua kelak.


Dreth.


Ponsel berdering di meja vas, Mila mengelap tangannya dan menatap siapa yang menelponnya.


"Kenan, kamu ..?"


"Sedang apa, aku rindu." ujar Kenan, dari video call.


"Setidaknya kamu selesaikan dulu mandinya. Kamu benar benar porn-o."


"Porn-o untuk menggoda istriku, aku lelah. Jadi setelah pulang, mengunci kamar, dan mandi melihat kamu dan anak baik baik saja. Jadi lihat aku sampai selesai mandi ya sayang!"


"Ah, suami nakal Ku. Baiklah aku akan memperhatikan kamu sedang mandi, tapi selesai pakai baju, aku ajak kedua anak anak yang selalu tanya kamu kapan datang."


"Kenapa melamun, jangan berfikir aneh aneh. Aku tahu apa yang ada di pikiran istriku ini, jadi cepatlah tonton suami mu yang sedang mandi ini, tanpa wajah semeraut."


Mila di buat tertawa, sehingga jengkelnya Kenan yang mandi mencoba membuat Mila mengigit bibir bawahnya.


"Coba ke bawah lagi?"


"Realy, kamu sedang mengintip ya. Dasar istri nakal."


"Kamu yang ajarkan aku nakal, jadi perintah istri captain, untuk turun 60° aku ingin melihatnya."


Hahaha, tawa Kenan yang kilat memperhatikan, lalu dibalut handuk, hingga kameranya ia sejajarkan pada wajahnya kini.


"Puas istriku?"


"Puas sangat."

__ADS_1


"Suamiku sayang, ayo pakai bajumu. Aku akan ke kamar, biar aku tunjukan anak anak sedang apa."


"Ok. Wait, jangan di matikan!"


Kenan segera meletakkan ponselnya, dimana Mila mungkin menatap suaminya memakai baju secara terang terangan, dari bulat hingga rapih memakai piyama tidur. Sehingga menyisir dan memakai Cream rambut terlihat amat syahdu, dan nampak sangat gagah.


"Apa kamu sudah makan, sayang?"


"Sudah. Baru saja dengan anak anak. Kamu sendiri bagaimana, ingat jangan makan setengah matang. Jika belum makan, ayo segeralah pesan makan!" ujar Mila, membuat Kenan mengangguk senyum.


Anak anak, ayo lihat! Ayah ingin berbicara.


Kanya dan Bima segera berhamburan, dari atas kasur. Lalu Mila memasangkan sebuah ponselnya menyambung ke televisi khusus, sehingga nampak sekali Wajah Kenan terlihat jelas. Solusi agar kedua anak anaknya tidak berebut video call.


Dalam beberapa saat mereka nampak saling rindu, dan hal itu membuat Mila dan kedua anak anaknya bahagia sekali, ketika masih satu negara, berbeda jarak yang lumayan, untuk mereka saling rindu, karena sebuah pekerjaan yang membuat Mila harus menahan rindu beberapa hari, mungkin beberapa pekan saja.


Dredth.


Ponsel Kenan satunya, sehingga Kenan membaca nampak diam, dan senyum pada Mila.


"Kenan, apa ada masalah?"


"FE alias, Flight Engineer yang memonitor dan mengoperasikan pesawat terlihat nampak di group, mereka bilang. B778 seri 300 sedang operasi ulang, system sedikit terhambat dan terkendala. Itu artinya aku akan delay pulang. A- ku harus berada di istanbul selama satu sampai dua hari, atau mungkin tidak tahu."


Mila terdiam, artinya ia akan berkumpul dengan suami tampannya, sedikit delay.


"Tidak apa, aku menunggumu. Iyakan anak anak?" sedikit kecewa tapi di tampakan senyuman.


"Iya ayah, Bima dan Kanya akan jaga bunda. Ayah hati hati ya!" senyum kedua bocah itu, membuat semangat Kenan dan Mila ikut bertambah.


Kenan tahu, jika istrinya pasti kecewa. Sungguh berada jarak seperti ibu kota dan malang, membuatnya ingin pulang ke villa betemu istri dan anak anaknya itu.


'Maafkan aku sayang.' batin Kenan, menatap wajah Mila.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2