Baby Genius Sang Pilot

Baby Genius Sang Pilot
KEBENARAN TIBA


__ADS_3

Hingga dimana tujuan mereka sampai, di gedung resort berbintang. Dimana Mila menatap Kenan, dan suaminya itu senyum mengangguk.


"Temui saja sayang, meski kenyataan pahit. Para orangtua punya problem sendiri, setidaknya rasa penasaran kamu tahu, mengapa ibumu menyembunyikan identitas ayahmu, bahkan bicara telah meninggal."


"Iya ... terimakasih."


Mila dan Kenan berjalan pelan, hingga dimana sampailah tiba pada meja khusus berbentuk bangku huruf L warna hitam, dengan tiang tanaman hias.


"Mila .." lirih ibu paruh baya itu.


"Ibu .."


Bu Rini antusias ketus melirik Kenan, namun ia urungkan untuk menghela nafas, biar bagaimanapun ia tidak ingin egois, dimana hidupnya saja tidak di atur, apalagi kali ini ia sudah bersalah pada putrinya itu yang berjuang hidup untuknya sendiri sejak ia di usir.


"Selamat ulang tahun Mila, maafkan ibu sayang!"


Rini meregangkan kedua tangannya, dimana sesak tangisan Mila jatuh begitu saja. Ia berlalu memeluk sang ibu dengan erat.


"Maaf ya bu, ma-maafin Mila udah buat hidup dan segala nama baik ibu sulit, semua karena Mila."


Kecupan kening bu Rini pada putrinya seolah yang terkahir, karena ia tak bersuara hanya ikut menetes air mata. Hingga dimana mereka saling menatap dan duduk, melupakan Kenan yang mematung di samping pot hias di luar meja.


"Bukan salahmu nak, ibu yang minta maaf. Ibu akan berikan kejujuran dan ibu ga mau ada yang ditutupi, ibu minta maaf telah membuat kamu hampir putus asa. Apalagi banyak sekali ibu berbohong."


"Mila ngerti kok bu, Mila hanya ingin tetap dianggap anak saja, Mila sudah bersyukur. Mila janji, akan menjaga putri Mila seperti cangkang telur yang harus utuh tanpa lecet, retak apalagi pecah. Mila akan senantiasa menjaga anak Mila, agar ia tidak seperti Mila yang mempermalukan ibu."


"Bukan salah mu nak, ibu juga turut andil harusnya menguatkan kamu, dimana itu musibah. Dan .."


Eheuum.


"Kenan, kami melupakanmu. Duduklah nak!"

__ADS_1


Kenan hormat mencium tangan ibu mertuanya, dimana mereka bercerita banyak.


Tak lupa Kenan, memesan minuman dan makanan untuk segera dihidangkan, tentunya tanpa ditanya. Kenan tahu minuman favorite istrinya yakni jus mangga, dimana ia juga tahu minuman favorite ibu mertuanya dari Mila, jika minumannya adalah Jus Sirsak.


"Kenan, ibu minta tolong. Titip Mila dan kedua cucu ibu, maaf selama ini ibu tidak merestui kalian. Tapi kali ini, setelah banyak ibu amati, adakalanya ibu yakini, kalau kalian berjodoh. Dimana kejadian masa lalu karena seseorang, selama ini ibu diam diam hanya bisa melihat jarak jauh dan orang suruhan melindungi Mila. Termasuk Deva."


"Apa bu .. De -va?"


"Iya, Mila. Deva adalah anak dari sepupu ibu, dimana ibu meminta bantuan menolongmu, meski ia mencintaimu tapi ibu Sri, ibunya Deva melarang menikah masih saudara. Jadi setelah adanya Kenan kembali, Deva meyakini jika kamu akan dijaga dan bahagia bersama Kenan."


"Pantas dia pergi, begitu saja tanpa pamit. Rupanya ibu."


"Termasuk teman kamu yang di bank sayang, dia selalu memantau kamu dari jarak jauh, demi ibu memintanya dari wanita yang berniat jahat padamu."


Deg. Terdiam Kenan dan Mila saking syok.


"Bu, boleh Mila tanya sesuatu?"


"Bu jangan bicara menakutkan."


"Ibu hanya rindu dan melupakan masa kita sayang, salah ibu yang Tidak menunggu hari bahagia itu harusnya berproses seperti saat ini, yang ibu tahu ayahmu pun masih sendiri dan tidak mau menikah lagi, padahal ibu memintanya menikah saja, apalagi dia sukses kan."


"Kenapa ibu melarang kita bersatu, aku dan Kenan. Dan kedua, kenapa ibu bilang ayah sudah meninggal, dan ibu bilang pada Ayah, jika Mila sudah meninggal?"


Deg.


Terdiam Rini, ia senyum dan minum jus kesukaan dan saling menatap, dimana Kenan memegang bahu Mila, untuk tetap tenang dan legowo tidak memaksa.


"Jika ibu tidak siap, biar saya ajak Mila bicara bu." ujar Kenan.


"Tidak perlu Kenan, ibu serahkan putri ibu padamu, jaga dia dan jangan pernah sakiti Mila dan kedua anak anak manis. Ibu akan katakan semuanya."

__ADS_1


Mila dengan senyum, mencoba tenang.


Pertengkaran ibu dan ayahmu, karena masa sulit ibu depresi yang kala itu, Ayahmu tidak peka, dia tinggalkan ibu di usia hamil tua, demi pergi ke benua lain, untuk bekerja yang dimana zaman itu ibu tidak punya alat komunikasi dan tergolong miskin paling rendah, hingga tepat kamu tiga bulan masih bayi, tak ada kabar. Ibu menggugat ayahmu sepihak, dan surat itu di kirim ke rumah tua, dimana ibu bekerja jualan keliling berpindah tempat denganmu, hingga bertemu Dave mantan majikan ibu. Dimana ibu menikah dengannya setelah kamu usia lima tahun, ibu menggantikan mendiang istrinya yang meninggal karena sakit.


Hanya saja, ibu minta maaf. Jika di akhir ibu harus mengusir kamu, karena takut usaha ayahmu kembali bangkrut, dimana ibu Inggrid membuat peringatan membakar usaha fotocopy an, sehingga ibu haramkan kalian bersatu, dimana Inggrid juga sahabat ayahmu yang mencintai, itulah kenyataannya, yang mana ibu harus melepas kamu karena ayah tirimu, ibu minta maaf nak!!


Deg.


Kenan dan Mila terkejut, dimana kenyataan mereka yang selama ini tidak adil, harus mengetahui kenyataan dan kebenarannya.


"Inggrid itu hanya cinta kekayaan saja, itulah mengapa ibu melarang kalian bersatu karena history." kembali Rini menceritakan.


"Apa ibu bahagia dengan pernikahan ibu saat ini, bersama Ayah Dave?" tanya Mila.


"Sebenarnya ti .." terdiam Rini.


Dimana Rini ingin menjawab, tidak jadi karena kedatangan seseorang dengan di iringi berbagai bodyguard dan dua anak anak.


TBC.


Maaf jika kisah "Baby Genius Sang Pilot," akan delay Up.


Ada banyak real nyata yang sulit author pegang ponsel, dimana Author juga menulis kisah Duri Pernikahan Season 2, di aplikasi paijo diganti F dan Z ya.


judul : * Derit Ranjang Maduku.


* Granat My Osis, stay 1 maret.


Sepertinya akan tamat di bab 80an, dimana akan Author buat sebaik mungkin endingnya.


Makasih Udah Tunggu Mila dan Baby Genius Up, zeyenk.

__ADS_1


Happy Reading All.


__ADS_2