
Pagi sekali, Mila sudah membuatkan sarapan untuk kedua anak anaknya. Bukan tanpa alasan, Mila juga kesal kedatangan Kenan membuat usaha onlinenya dikritik. Ia juga meminta temannya Dirga untuk membimbing dirinya yang sedang usaha bisnis online, secara live.
Dalam beberapa minggu, ia sudah punya tontonan dan pengikut yang membuat Mila senang, karena live pembuatan kue yang tak biasa, biasanya ia akan melihat di akun sosial medianya sebuah live penjual baju, tas dan sepatu ala branded dan lokal. Tapi kali ini, pembuatan Live yang mungkin tidak biasa, ia akan menerima pesanan kue dari berbagai karakter lucu, dan mewah. Tak sedikit Mila mengkocek tutorial pembuatan, agar penonton setianya melihat dan siapa tahu, di acara itu, penonton live memesan di blog Mila.
Di bantu bibi Roh! membuat Mila senang, dengan bisnis kecil kecilannya yang setiap waktu ia bisa melihat kedua anak anaknya tumbuh, karena biasanya Mila sendiri sering bekerja selama delapan jam, yang memotong perkembangan kedua anak anak Mila hilang momen penting, yang mungkin dimana sebagian ibu ingin tetap mengawasi dua puluh empat jam penuh, tapi karena kehidupan terus berlanjut dan biaya semakin besar, mau tidak mau Mila harus membanting tulang.
Tlith.
[ Hay! aku menemukan web kue mint, di blog CakeKami, bisa kita bertemu di cafe Star, tak jauh dari kediaman anda. ]
Pesan itu muncul, setelah Mila off dalam siaran live nya. Ia juga membuka toko kue, di sebelah garasi tepat halaman rumahnya. Mila sendiri kali ini hanya bekerja dibantu bibi Roh, tak sedikit kedua anak anaknya turut membantu membuat coklat dan pondant.
"Bunda, kenapa senyum?" tanya Kanya.
"Bunda pasti sedang bahagia dik, apakah live bunda ramai hari ini?"
"Tentu sayang! Bunda harus pergi sebentar, sepertinya ada klien yang memesan kue untuk pernikahan. Kanya dan Bima gak apa apakan, sama bibi dulu?" senyum Mila.
"Heeumph! Iya bunda, kami pasti enggak nakal kok." cerianya kedua anak anak Mila, membuat Mila bersyukur.
Dan Mila pergi, setelah pamit pada bibi Roh. Tapi satu hal ketika sampai cafe, ia melihat wanita diam menatapnya dengan intens. Mila pikir setelah menoleh kebelakang bukan dirinya, tapi wanita itu benar benar menghampirinya dan memaksa Mila duduk.
"CakeKami? benar bukan, aku tidak salah."
__ADS_1
"Anda siapa, apakah kita pernah bertemu?"
"Jangan bodoh! aku Shela, aku yang mengirim pesan untuk membuatkan kue. Duduklah, selain orderan pertama pastinya, ada yang ingin aku bicarakan penting!"
Mila mengatur nafas, sehingga ia mendengarkan kemauan wanita itu yang ingin memesan kue dengan design lima tahun pernikahan!
"Temanya wedding, dengan corak coklat dan green tea, ada patung mesra dan tulisan. Kenan love Shela. Apa kau mengerti?"
Trak!
Mila terhenti menulis, ketika ia menatap wajah wanita di depannya. "Apa setelah itu, aku kirim ke mana Nona?"
"Emmh, jalan drupada pengantin melati nomor 11 blok D." jawab Shela dengan senyum.
Mila terhenti, masih ingat ketika rumah itu ia hafal, dimana rumah Kenan yang saat itu ia meminta pertanggung jawaban. Dimana disana sudah ada acara pernikahan Kenan, dengan seorang wanita yang Mila tidak lihat wajah mempelai wanita.
Mila menggeleng, ia menengkuk lehernya yang tidak pegal. Benar benar kehidupannya setelah bertemu Kenan, hidupnya hancur dan tak aman. Padahal Mila tak berharap Kenan mengakui kedua anak anaknya bahkan, Mila enggan untuk berurusan dengan Kenan lagi, baik itu Kenan masa dulu, atau sekarang ini dan kedepannya.
"Mila Miranda, aku datang sekaligus memesan orderan pertamamu! aku peringatkan jika kau tidak jauhi Kenan, live mu dan karirmu di dunia maya akan di blog! ingat kekuatan nitizen, jika penggemar blog, CakeKami, seorang pela--kor! apa kau senang?"
"Nona tolong jangan lagi bahas, saya tidak mungkin merebut suami orang. Saya juga sudah keluar dari perusahaan suami anda."
"Good! kalau begitu, aku tenang. Tapi jika kamu ingkari, ingat karir dan bagaimana nanti kedua anak anakmu di bully oleh teman teman sekolahnya?" tawa Shela, ia pulang setelah menaruh uang di atas meja.
__ADS_1
Hal itu membuat Mila benar benar tak terbendung! ia menangis seolah kehadiran Kenan, mengundang ancaman bagi dirinya kelak.
Mila pun pulang, ia berusaha ke supermarket untuk melanjutkan hidupnya dengan bisnis kue yang baru digeluti. Bahkan bibi Roh pandai membuat kue basah, selain cake ultah dan sebuah acara. Banner pun terpampang 'CakeKami, by Mila di depan rumahnya.
Tapi saat Mila pulang, ia melihat sebuah mobil mewah terparkir dan benar saja. Kenan dan Heru, sudah ada di rumahnya. Terlihat Kenan menoleh senyum padanya, sementara Bima sudah memegang box mainan mobil remot besar, satu lagi Kanya memegang box boneka yang mungkin mahal.
Ingin rasanya Mila memaki, tapi ada beberapa pelanggan dan kedua anak anaknya yang mungkin melihat jika Mila emosi.
"Pak Kenan, sedang apa disini?"
"Mila, saya memborong kue basah. Dan satu lagi sayang ingin pesan cake untuk acara Ka.." terpotong oleh Mila.
"Cake lima tahun pernikahan, saya akan buat dan kirim ke rumah anda pak! Jadi silahkan japri saja, tidak perlu datang membawa mainan untuk kedua anak anak saya." bisik Mila, membuat Kenan menohok.
'Apa, cake lima tahun pernikahan?' syok batin Kenan.
Kenan tidak terima, dan Mila harus tahu yang sebenarnya, sesaat Mila masuk ke dalam rumah. Tapi ingin mengejar, tak enak akan pelanggan di depan rumah. Sehingga Kenan menjaga sikap, meminta Heru mencari tahu lagi, apa yang terjadi pada Mila yang semakin ketus padanya.
"Heru, tolong carikan bucket terbesar. Panggil Shela, di pertemuan itu. Pastikan kau pesan, dan Mila mengantarnya. Aku ingin Mila tahu, hubunganku dengan Shela bukanlah seperti yang dibayangkan, aku ingin Mila membuka suara semuanya!"
Permintaan Kenan, membuat Heru membisu. Benar benar rumit, sudah pasti tidak mudah membuat Shela si wanita Glamour itu menerima kekalahan, jika wanita itu adalah Mila masa lalu yang pernah dicintai amat dalam oleh Kenan.
Terlebih Heru sendiri sedang diam diam mencoba mendekati kedua anak anak Mila, berharap mendapatkan helaian rambut untuk tes dna.
__ADS_1
'Percintaan bos yang rumit.' batin Heru, bergumam.
TBC.