
"Ketemu siapa ya Den?" tanya Bibi.
"Bi Roh, lupa saya. Coba bibi perhatikan saya, kira kira saya siapa?" senyum pria itu, dengan lesung pipi yang terlihat manis.
"Ya- Ya allah, den Deva. Den Deva kembali, kemarin kabarnya." histeris bibi Roh, membuat Kenan dari dalam ingin tahu keributan asisten Mila.
"Mila gimana bi, kabar bibi dan anak anak baik kan? sudah selama ini, maaf jika Deva baru kembali." lirihnya.
Bibi Roh pun meminta Deva duduk, mempersilahkan. Dengan tas ransel, Deva duduk dengan sebuah jaket hitam serta topi. Dimana Deva juga tak sabar, bertemu Mila dan ingin sekali menyatakan janjinya.
Bibi Roh pun senyum pada Kenan, lalu ke atas tangga mengetuk Kamar Mila, yang di sana terlihat Mila mungkin berada di kamar mandi.
'Non! ada tamu di bawah, non Mila pasti senang.' ujarnya, membuat Mila di dalam segera cepat mengakhiri.
'Suruh tunggu aja bi! nanti Mila segera turun.' balas Mila, dari balik pintu kamar mandi. Dan Bibi Roh pun, saat itu segera menutup kembali pintu kamar Mila.
Kenan yang ingin tahu, segera menghampiri dan mendekat. Yang dimana saat itu, terlihat pria dengan setelan kapten dibalut jaket tebal, dan kali ini pria itu menoleh yang di kira ia adalah Mila.
"Mil .., eh! kau ini siapa disini?" tanya Deva.
__ADS_1
"Aku yang tanya, kau itu siapa. Aku jelas disini keluarga anak anak ku." jealous Kenan, seolah membuat pria itu untuk tahu diri, meski ia sendiri tidak kenal pria itu.
"Ah! omong kosong, kau tahu. Aku adalah ayah dari anak anak Mila, dan minggir dari rumah ini. Jika kau tidak ada kepentingan lain. Sudah pasti aku yang akan di pilih Mila, karena aku amat mencintainya dan berjuang dari masa dia terpuruk." Deva menyingkirkan bahu Kenan, ia masuk menuju ruang tamu di dalam rumah, meninggalkan Kenan di teras depan rumah yang mematung.
Kenan, hanya syok dan mematung, ketika di ingatkan dia pria yang dimana Mila masa terpuruknya. Kenan mencoba menerka, harusnya dia lebih tahu dari awal jika Mila adalah wanita party. Seolah hati Kenan beringsut, jika ia akan tersingkirkan.
'Apa dia pria yang diceritakan ..., buku nikah Mila dengan seorang pria yang bekerja di hongkong, tidak! aku tidak boleh kalah darinya.'
Kenan pun masuk, ia mengambil tasnya dan menitipkan pesan pada bibi Roh. Jika dirinya harus pulang, menitipkan salam pada bibi Roh untuk Mila dan si kembar yang sudah tertidur di kamarnya.
"Saya pulang dulu bi! besok pagi saya akan jemput Mila, dan si kembar bersekolah."
"I-iya. Nanti bibi titipkan pesan pada non Mila." gugup bibi Roh, seolah menatap den, Deva yang tampak gusar kesal.
'Mas Deva, aku tidak salah lihat kan?' lirih Mila, seolah tidak percaya.
"Mila, aku datang. Aku sudah kem- bali. Maaf aku baru bisa kembali."
"Mas Deva, kamu beneran di depanku?" Mila menahan tangisan, dimana pria yang menyelamatkan hidupnya dari keterpurukan dan membuatnya selalu dinomorsatukan itu, benar benar masih hidup.
__ADS_1
"Benar Mil, aku sudah kembali. Semua tuduhan gosip itu, paman dari Dirga, menyelamatkan aku. Berhasil menemukan keberadaan ku, jika aku bukan tawanan *******. Pasport ku pun kembali, dari tangan *******."
"Ah! syukurlah, Mila benar benar tidak punya keluarga lain selain mas Deva. Mas Deva sudah banyak berharga dan membuat Mila aman dari apapun. Bahkan Mila terus memantau perkembangan berita itu, dan Dirga terakhir bilang jika ia janji akan membuat mas Deva kembali. Mila bersyukur sekali mas Deva selamat." senyum tangisan bercampur.
Deg.
'Jadi kamu anggap aku bagian keluargamu Mila?' batin Deva tersenyum sempit.
"Mas Deva udah makan belum?"
"Belum, aku dari bandara langsung menuju alamat yang diberikan Dirga kamu tinggal. Gimana keadaan Bima dan Kanya, ah sudah malam. Andai saja, sudah pagi. Aku pasti bertemu. Dia pasti sudah besar ya?"
"Iy mas Deva, usianya 4,5 tahun saat ini. Mas Deva terakhir lihatnya pas aku melahirkan, itupun dari video call kan?! Ayo kemari, Mila dan Bibi kebetulan usaha kue, dan pastinya Mila buatkan nasi goreng seafood. Mas Deva mau tunggu kan?" senang Mila, di anggukan Deva.
"Apa aku terlihat gokil, kembali ke tanah air, belum menemui orangtuaku. Tapi langsung bergegas mencarimu, Mila." lirihnya, membuat Mila senyum malu.
"Lain kali temui ibu mas Deva, mereka juga pasti lebih khawatir mas." lirih Mila, yang mengambil beberapa bahan untuk masak.
"Iya. Iya, kan dari sini aku langsung pulang. Mila."
__ADS_1
Namun di luar dugaan, Kenan ternyata masih melihat dari balik pintu luar, jika Mila dan pria itu sangat akrab. Tapi Kenan, satu langkah lagi tidak ingin, membuat Mila jatuh pada pria manapun, sekalipun dia itu berjasa bagi Mila. Kenan akan berusaha menebus kesalahan, dan mengganti rugi waktu yang terbuang telah menyianyiakan Mila dan kedua anak anaknya ini.
TBC.