
Suasana hati Kenan, sudah membaik sejak kedatangan Mila ke dalam hidupnya lagi. Dan ia langsung menceritakan rencananya yang akan menghidupi Mila dan kedua anak anaknya itu.
Hingga setengah jam berlalu lamanya, Kenan masih menunggu kedatangan Shela. Kenan sudah memberi pesan, jika mereka akan merayakan keinginan Shela merayakan hari pernikahan, yang menurut Kenan pernikahan itu tidak pernah ada. Bahkan akte cerai sudah selesai diputuskan.
Benar saja, tak lama Shela datang dengan cake sweet! Shela duduk, menatap Kenan penuh harapan.
"Happy Anniversary. Untuk kita, terimakasih karena kamu mengundang aku. Aku tahu, kamu pasti ga akan pernah sanggup jauh kan dariku!"
Shela kala itu, duduk manis menyelipkan salah satu rambutnya ke telinga. Bahkan menatap dalam pada Kenan dengan penuh harapan.
"Aku kemarin ingin mengatakan sesuatu padamu! tolong jangan sentuh Mila dan kedua anak anaknya. Yang sudah pasti, dia adalah anak anakku. Bahkan pernikahan kita bukanlah sehat, kita menikah hanya status tanpa satu kamar meski satu rumah bukan. Berpura pura baik, layaknya suami istri pada umumnya. Apa kamu tidak capek, setelah lima tahun, bertingkah seperti ini terus?"
"Kenan, apa maksud kamu?"
"Sudahi! ini semua sandiwara keluarga kita yang ingin pamornya naik. Pernikahan bisnis tetap akan ada masanya, jika bisnis keluarga bangkrut. Apa kita akan tetap bertahan? kita tidak saling cinta, berpura pura manis di depan klien dan pesaing bisnis. Terlihat kamera hanya karena ayahmu! orang penting di pemerintahan. Ayolah Shela! kamu berhak bahagia, aku bisa rekomendasi rumah sakit terbaik di california."
"Aku nggak suka kamu menyentuh wanita lain Kenan! Sudah cukup aku bersabar saat kamu tidur dengan para wanita diluar sana selama ini! aku depresi, khawatir karena kamu terus menuntutku mempunyai anak. Sementara kamu bicara masalah ini terus soal penyakitku terus, dengan mudah. Aku harus hampiri wanita itu, aku tidak suka dia." teriak Shela.
"Aku bisa membunuhmu mu, tidak peduli kamu anak satu satunya orang pemerintah Shela! aku punya bukti kuat, selama lima tahun aku tidak bodoh. Jika aku bocorkan ayahmu mempunyai anak hiv! dan rekaman medis yang pahit, club dimana kamu bermain dengan para pria bau kencur itu! bukankah akan di copot dari jabatannya! lalu kamu, akan dibuang? sama hal seperti Mila saat ini alami, karena ulah kamu kan?"
Shela tidak suka, Kenan menyalahkannya. Lagi pula kehancuran keluarga Mila benar benar campur tangan ibu Kenan juga.
Helaan napas santai terdengar dari Kenan. Ia menyandarkan punggung dan menggenggam satu tangan Shela. “Bukankah kamu sudah tahu resikonya kalau kita hanya casing dalam pernikahan ini?"
“I-itu….”
“Aku sudah meminta padamu berulang kali, Shela, aku hargai kamu karena kamu wanita. Tapi aku bisa memaklumi kita bisa jadi keluarga. Jadi please, jangan rewel. Aku mengerti penyakitmu saat ini, tapi setelah aku tahu semuanya, aku sudah resmi menceraikan mu. Jangan sentuh dia, jika terjadi sesuatu padanya. Aku tidak akan sungkan. Karena aku kehilangan banyak waktu untuk menunggu semua ini!" ujar Kenan.
"Honey, kamu berani menceraikan ku? perceraian akte ini tidak sah bagiku." ungkap Shela, dengan hati pedih. Ia menjedotkan keningnya ke tembok berkali kali, lalu Kenan memberikan obat agar Shela tidak mengamuk.
__ADS_1
Hati Shela begitu perih, karena kehadiran Mila ia telah bercerai dari Kenan.
Hari ini, bagai disambar petir. Istri seorang ceo, dan pilot tertinggi harus mengetahui pengakuan dirinya di cerai. Namun ia tak bisa berbuat apapun, lalu ia hanya terus minum obat. Tangannya mencengkram hebat, mengepal dengan amarah.
'Aku pastikan, wanita itu akan menyesal. Karena telah merebut kamu Kenan.' batin Shela meluapkan emosinya dalam hati.
Namun Kenan kembali datang! menghampiri meja Shela yang sudah ada disana pesanan makanan kesukaan Shela.
"Jangan lupa dimakan! Bill, sudah terbayar. Shela, meski Mila tidak hadir pun saat ini. Jangan melupakan perjanjian mu setelah lima tahun, kita bisa bercerai. Aku akan berusaha mendapatkan 60 % warisan milikmu yang diambil oleh papamu! aku tahu, tapi setelah semua keluarga tahu. Aku tidak akan pernah berdiri pada perusahaan milik keluargamu. Aku akan berbisnis tentunya dengan orang yang aku cintai dari jerih ku sendiri."
Bisikan Kenan, membuat Shela tidak percaya. Bisa bisanya, pria tampan dan baik seperti Kenan jatuh hati pada Mila yang hanya anak orang miskin. Awalnya memang mereka pernah berjanji, tapi itu hanya lelucon Shela agar bisa menaklukan hati Kenan, tetap menjadi miliknya seutuhnya.
'Mama Inggrid, mertuaku itu harus bertanggung jawab. Setidaknya, dia harus ikut campur untuk membalas dendam ku pada wanita bernama Mila. Kenan tidak boleh jadi miliknya.' seringai batin Shela penuh kelicikan.
Sementara Di Berbeda Tempat.
"Bunda .." tambah Bima dengan tampan senyuman mempesona. Sudah pasti membuat ibu mana yang tidak meleleh melihat senyuman anak laki lakinya itu. Kala Mila menjemput kedua anaknya di sekolah.
"Let's go! .. Back Home?" manis Mila memeluk dengan posisi sedikit jongkok.
"Bunda, kayaknya panas panas gini enak deh yang seger seger." bisik Bima, seolah melirik ke arah lain.
"Eh! kakak nih, iya deh bunda. Itu loh, yang ada manis manis coklat, strawberry. Bentuknya kerucut terbalik bunda?" tambah Kanya.
"Wow, apakah kalian sedang bernego pada Bunda?"
Kedua anak anak Mila senyum malu, lalu sesaat mereka melihat seorang paman dibelakang ibunya, terlihat membawa buntalan bunga dan satu lagi empat es krim cornello.
"Anak manis? maafkan paman Kenan terlambat, kemarin katanya kalian suka sama mainannya ya. Sekarang! paman janji, saat ini kita makan es krim bersama, sebelum pulang ke rumah mau?"
__ADS_1
"Mau .. paman. Makasih ya! bunda, bolehkan kita terima es krimnya?"
"Hah! bo-boleh sayang. Ayo kita ke bangku taman itu!" unjuk Mila, gugup.
Kenan saat itu ikut berjongkok! tanpa melihat Mila, yang saat itu terkejut. Sejak kapan kedua anak anaknya dekat dengan Kenan. Apakah selama ia di rumah mereka diam diam bertemu? ah tidak mungkin. Kenan sendiri menoleh ke arah Mila, dan berbisik manis.
"Kamu kaget, apa kamu tidak tahu. Aku menitipkan nomor telepon, pada mainan saat itu di paket. Sudah beberapa malam ini, hampir satu minggu aku bertemu ke rumahmu. Kita saling telepon, video call seperti teman baik, ayo. Anak anak kita sudah menunggu!" bisik Kenan.
"A-apa. Anak - anak kita..?"
Hey! ingin sekali Mila berteriak kasar pada Kenan, kenapa sudah besar ia mengakuinya. Tapi tak sampai hati Mila berkata kasar, sehingga Kenan yang membuka es krim pada kedua anak genius itu. Ikut membuka salah satunya, dan ia berikan pada Mila.
"Untukmu! ayo, agar terkejut mu itu rileks lagi." senyum Kenan, di timpali Bima dan Kanya, yang melihat wajah ibunya sedikit pucat. Kala paman Kenan menyodorkan es krim yang telah dibuka setengah.
"Ayo bunda Terima. Kita makan dulu!" ucap Kanya.
"Ka- .." Mila akhirnya senyum, tak jadi marah kala Kenan melirik kode agar terlihat baik baik saja.
"Ayo bunda. Duduk disini, dekat Kanya!"
"Paman, dekat Bima aja. Kita duduk berempat." ujar Bima, yang sudah belepotan makan es krim.
"Enak ya bunda, Bima suka deh. Apa seperti ini rasanya duduk sama bunda dan Ayah?"
Deg.
Terdiam Mila, hatinya benar benar hancur setelah anaknya mencurahkan isi hatinya.
TBC.
__ADS_1