
Heru, kali ini berada dalam ruangan rumah sakit. Sejak pagi, setelah kantor selesai. Dua hari ini ia amat sibuk, pulang pergi ke rumah sakit.
Sementara Kenan, ia masih terbang dalam pekerjaannya sebagai pilot. Hal itu membuat Heru makin tak berkutik, ketika ibu Inggrid ada di rumah sakit itu juga. Bahkan seseorang berpakaian hitam, yang Heru amat asing. Bukan tanpa hal, lebih baik menghindar dari pada ia ditanya sedang apa di rumah sakit tersebut.
Kenan, setelah lepas landas dan selesai dalam tugasnya ia menuju ruangannya. Ia mendapat informasi dari Heru, jika ibunya ada di rumah sakit itu juga. Bukan tanpa hal, membuat feeling Kenan, meminta Heru berjaga pada hasil tes dna. Bahkan Kenan tidak suka, ketika ibunya menghalangi dirinya yang ingin bahagia dengan ketentuan hidup jalannya sendiri.
Jika antara ibu dan pasangan, harusnya kita hargai semua apapun dan utamakan kebahagian ibu. Tapi tidak bagi Kenan, dalam situasinya ini sangat tidak adil bagi hidup Mila. Bahkan Kenan sendiri terkejut bukan main, ketika Mila benar benar tidak tahu keberadaan orangtuanya, karena Mila sendiri di usir.
Langkah awal Kenan mendekati Mila adalah, mempertemukan dengan kedua orangtuanya, Kenan berusaha meminta maaf dan akan berjanji membahagiakan Mila, tentunya setelah akte cerainya dengan Shela keluar dalam beberapa minggu.
Sebenarnya Mila bukanlah pelako-r. Justru kehidupan rumah tangganya sudah tidak sehat satu hari setelah resepsi, Kenan mendapati Shela yang kejang, di larikan di rumah sakit, dari situlah semua terbuka dan pernikahan Kenan hanya casing semata bisnis.
'Tunggu aku Mila Miranda, bahkan kamu menghindar dariku seribu kali pun, aku tetap memperjuangkan kamu.' deru batin Kenan, saat itu menatap ponselnya. Meski ia fokus dalam pekerjaannya, tetap saja ia selalu memikirkan Mila dan rasa bersalahnya.
Di Sisi Lain :
Mila saat ini telah memastikan dari aplikasi onlinenya, jika cake wedding lima tahun pernikahan atas nama Shela, telah terkirim dan statusnya sudah selesai diterima. Mila berharap Shela tak lagi datang dengan ancaman. Bahkan berharap Ia bukanlah Duri dalam rumah tangga oranglain, bagaimana pun Mila sudah menutup masa lalu itu.
Meski perasaannya pada Kenan, tidak pernah luntur. Tapi karena Kenan, dan hidupnya yang bodoh membuat Mila terusir tidak diakui kedua orangtuanya, bahkan Mila merasa tidak sanggup jika dilahirkan sebagai anak dibuang, tak di akui. Kesalahannya adalah aib, dan dosa besar yang Mila lakukan, jika Mila dilahirkan hanya untuk menjadi gadis haram pembawa aib, kenapa Tuhan memberinya umur panjang?!
"Non, ada paket. Buat non Mila." ucap bibi Roh, menyadarkan Mila saat itu.
"Dari siapa ya bi? aku ga pesan apapun deh, ga ada nama pengirimnya juga lagi." balasnya.
__ADS_1
"Bunda .. Bunda, apa itu mainan buat kami?" ujar Kanya, melirik Bima sang kakak yang senyum terlihat tampan.
Gemas rasanya Mila, melihat senyuman Bima mirip sekali Kenan. Akan tetapi Mila menunduk seolah posisinya bersejajar dengan kedua anak anaknya itu.
"Bunda sih, enggak pesan mainan nak! tapi enggak ada nama pengirimannya juga, apa ada yang salah ya? kayaknya om paket anter ke rumah ini salah rumah deh ..?" telisik Mila, seolah membuat penasaran.
"Itu tidak salah kirim Mila Miranda. Saya yang kirim kejutan untuk kedua anak anak manis ini." ucap seorang wanita paruh baya, membuat Mila menoleh amat terkejut bukan main.
Mila mengerjapkan bulir mata berkedip, mewaspadai untuk wanita itu tidak terlalu dekat.
"Tante Inggrid..." lirih Mila, yang mulai diingatkan lagi hal pahit.
Mila menoleh pada bibi Roh! saat ini memang kue yang mereka jual sudah habis sejak pagi, maka Mila meminta bibi Roh mengajak kedua anak anaknya masuk ke dalam rumah.
"Sayang! sama bibi dulu ya, bukankah hari ini ada private pengajian online! nanti bunda nyusul ya nak!"
Setelah dirasa aman, pintu tertutup. Mila meminta tante Inggrid duduk di teras rumahnya. Hal itu membuat Mila gugup, memegang bajunya.
"Tidak usah repot! aku datang kesini, sudah pasti kamu tahu alasannya. Duduklah, saya juga tidak suka basa basi."
"Tante, Mila tidak pernah datang dalam hidup Kenan. Bahkan Mila tidak mau, hubungan saya dan dirinya berlanjut, sama seperti yang tante Inginkan."
"Haha, ya semua itu karena kamu melamar pekerjaan di perusahaan anak saya! itu salahmu, jadi apapun mereka itu anak anak Kenan, putraku. Aku tidak sudi, jika kekayaan diwarisi oleh mereka. Apalagi mendapat menantu seperti kamu. Bukankah sangat mustahil, orang kaya menikah dengan orang miskin kaya kamu, bakal nular miskin keluarganya nanti." ketusnya.
__ADS_1
Deg.
"Terlalu tinggi, membuat seseorang lupa diri. Bahkan tante tidak pernah puas, apakah selama ini hidup Mila tidak sulit? Mila lebih sulit di buang oleh kedua orangtua. Di banding kehilangan materi yang bisa dicari, tidakkah tante berfikir Karma akan kembali. Semoga saja tante tidak bernasib seperti saya." balas Mila dengan gemetar.
"Jangan jadi sok ustadzah kamu Mil. Tante langsung saja ya! ini cek, seratus juta. Pergi dari kediaman Kenan saat ini. Jika kamu masih bertemu Kenan, tante bisa lakukan sesuatu pada bocah itu."
Braaagh!
Meja di gebrak oleh Mila, sakin refleks.
"Cukup! Jangan berani sentuh anak anak saya! meskipun dia darah daging Kenan. Tapi kedua anak anak saya, tidak akan mengakui anda adalah neneknya."
Sreeth!
Mila merobek cek pemberian Inggrid, Mila pergi dengan kesal saat itu juga.
"Dasar perempuan tidak tahu diri." ujarnya, membuat Inggrid murka dan meminta supir, mencari tahu cluster kediaman Mila, apakah dia menyewa atau rumah sendiri.
"Cari tahu rumah ini, jika penghuninya menyewa. Beli rumahnya dan usir mereka dengan memalukan!" ujar Inggrid, pada seseorang.
"Baik Nyonya."
Sementara Mila, ia menatap kedua anak anaknya. Beberapakali ia menghubungi Deva, tapi nomor tujuan hongkong disana masih tidak aktif. Mila sungguh tidak punya kendali, satu satunya orang yang ia bisa percaya adalah Deva, dari keterpurukan dirinya tidak kuat dengan ancaman orang kaya semena mena. Bahkan Mila tak ingin melibatkan bibi Roh! karena ia sendiri sudah banyak membantu tenaga, menjaga kedua anak anak dengan baik.
__ADS_1
'Aku harus apa, apa seperti ini. Kenapa orang kaya selalu semena mena. Aku tidak pernah merusak hubungan oranglain, tapi kenapa mereka mudahnya merusak kehidupan oranglain?' isak Mila bersedih.
TBC.