Baby Genius Sang Pilot

Baby Genius Sang Pilot
MELAWAN DIA


__ADS_3

Bug.


Bekapan itu hampir menarik Mila ke suatu tempat, dimana Mila juga ikut menutup agar sapu tangan tak berhasil masuk ke hidungnya. Perlahan Mila hanya berhasil meninggalkan jejak sepatu, dimana Mila berharap Kenan segera menolongnya saat mencarinya.


Yang jelas, ini terlihat mirip sebuah gudang di area atap, yang jarang orang lewati. Atau, Shela punya orang dalam, atau teman yang ada di butik. Apalagi Shela bisa pas berada di waktu time ia bahagia beberapa detik lalu.


Bagaimana tidak, postur Mila saat ini terlihat kecil dibanding Shela yang tenaganya besar dan lebih bugar darinya..


Mila berhasil melepas tangan Shela, dimana ia hampir membuat lemas, kala sapu tangan bau menyengat hampir masuk ke hidungnya, beruntungnya Mila berhasil mendorong Shela, hingga jatuh mengenai kepalanya terbentur besi.


"Heh dengar ya Mila, aku ga akan biarkan kamu menikah dan hidup bahagia dengan Kenan, apalagi merebut keluargaku!"


"Kamu ini aneh Shela, keluarga yang mana yang kamu maksud. Sudah kah kamu berkaca, kalau sejujurnya kamu yang berusaha merebut kebahagiaan keluargaku, kamu yang sudah berhasil di asuh dan disayangi oleh pria yang kamu anggap papa, tapi dia bukan papamu kan?"


"Jangan ngaco kamu anak pembawa sialan, kamu itu cuma, anak pungut? jangan sok membalikan fakta." cercah Shela yang kembali berdiri.


"Shela kamu sudah melampaui batas, kau minta maaf sekarang atau masalah ini akan berlanjut. Kau itu anak pungut yang sesungguhnya, dan kemungkinan aku tidak yakin dan berharap tidak yakin, pada dasarnya bibi Roh yang aku anggap ibu ku, ibu asuhku mempunyai anak yang jelas berbanding terbalik jauh, satunya malaikat. Dan kamu Shela, kamu itu iblis. Apa kamu kira, aku akan diam saja saat kamu semena mena padaku?"


Dasar anak pelakor!


Plak.


Tangan Shela, kembali tertahan. Dimana Mila yang akan di tampar Shela, saat ini tidak ingin patah, apalagi direndahkan dan takut pada Shela, karena Mila mencoba menguatkan dan memberanikan diri melawan musuhnya di masa lalu, untuk tidak berbuat semena mena seperti dulu terhadapnya.

__ADS_1


"Jadi kemungkinan kamu itu anak dari pengasuhku, kamu pernah kan ketemu ibu paruh baya yang tinggal denganku?" senyum miring Mila, menatap Shela. Meski hatinya amat ketakutan, tapi Mila mencoba melawan gertakan dan ancaman Shela saat ini.


"Cih, kamu tidak punya bukti Mila. Mari kita buat sesuatu, karena aku ingin hadiah spesial dariku ini berkesan untukmu." ketus Shela, yang mengeluarkan sesuatu dari kantong jaketnya.


Dimana Mila terdiam, dan menatap intens, dimana benda pipih itu terpencet dan tajam menyilau. Mila mundur, dimana ia phobia akan benda tajam, apalagi cutter tebal, dimana Mila tak yakin dengan keinginan Shela saat ini.


"Kenapa mundur, hah? kamu takut ya. Hahahaha." suara Shela bagai iblis.


"Kamu mau apa Shela, jangan berani lakukan hal fatal."


"Hahaha, hal fatal. Justru ini surprise Mila, kenapa kamu mundur. Lama lama kamu bisa jatuh dari ketinggian sana dan mati kebawah aspal, ingat ini lantai delapan loh. Remuk hancur yang kamu pilih, atau aku cabik cabik wajahmu saat ini."


Mila pun menggeleng, sambil melirik benda apa yang bisa ia lakukan untuk melawan Shela.


"Kenan tidak akan pernah mencintaimu Shela, sadarlah banyak pria tulus pasti untukmu, hiduplah dengan benar dan apa adanya. Jadi dirimu sendiri."


"Hah, ga usah banyak ceramah. Aku bisa aja buat Kenan jatuh cinta, dan papaku Saputra baik lagi padaku. Dengan .. de-ngan wajah kita bertukar, bagaimana? sebentar lagi orang ku akan datang, dan kita akan bertukar wajah. Juga kehidupan. Hahaha."


"Itu tidak akan pernah terjadi, aku lebih baik tidak punya wajah, atau wajah rusak lebih baik ketimbang wajahmu."


"Oh benar, tapi kamu tahu. Aku punya history kriminal, jadi saat aku dipenjara. Wajah kita sudah tertukar, mungkin Kenan dan yang lain hanya perlu bersabar. Dimana kelak beberapa minggu saja, aku yang kembali dalam dekapan Kenan. Dan kamu Mila .. mengantikan aku di penjara. Hahaha."


Mila menggeleng kepala, benar benar wanita bernama Shela ini sangat licik, bisa bisanya ia membuat rencana gila.

__ADS_1


"Apa maksud kegilaan kamu Shela!"


"Sudah aku katakan, demi membayar mahal sakit hati, maka kita perlu bertukar tempat." gelak Shela yang mendekat ke arah Mila.


Mila mundur hingga menepi ujung pembatas, dimana itu ada skat yang bisa orang jatuh ke bawah sekejap sudah di beda alam.


"Mila yang bodoh, cutter ini untuk merusak wajahmu. Dan aku sudah punya potretan wajahmu, aku bisa operasi dengan wajahmu. Jadi itu pasti akan menyenangkan kan. Baik kan aku? hahaha." tawa Shela bagai orang gila.


Mila menutup mata, sambil melirik ke arah bawah namun ia tersekat jatuh. Namun tiba saja dua orang datang tepat di sampingnya, pria tubuh kekar dengan penutup membawa Mila dalam itungan detik, dengan kilat ia menarik begitu saja dan membekap Mila.


Uuuh! menoleh Mila yang tiba saja dibius.


"Aman bos."


"Hahaha, kerja bagus. Cepat bawa dia ke mobil, ingat lewat belakang!" pinta Shela, dimana ia mengekor dua pria suruhan.


TBC.


Sambil tunggu Up, mampir juga ke temen litersi Author.


Mila masih ada satu bab lagi ya all!


__ADS_1


__ADS_2