
Mila saat ini menggulung rambutnya, dimana kini ia meletakkan perhiasan dari jenjang lehernya, dan lilitan melingkar dari pergelangan tangan kirinya ke meja rias. Dimana kini Kenan sudah melingkarkan kembali kedua tangannya di samping.
"Sayang, bagaimana jika kelak ada baby disini?"
"Aku tidak yakin, sebab ini pasti karena telat makan saja, asam lambung ku pasti kumat. Ya benar, ini pasti asam lambung. Aku tinggal minum obat cair putih saja, pasti kembali pulih."
"Bagaimana kita cek sekarang ke dokter? aku khawatir ini ..."
"Kamu belum menjawab pertanyaan Ku, suamiku kenapa kamu pulang. Dari mana uang semua ini, jangan lagi berlebihan menghamburkan uang!"
Mila nampak memutar tubuhnya 40° hingga kini, mereka saling bertatapan dengan amat dalam.
"Mimpi Ku adalah memastikan momen kamu mengandung anakku sayang, sudah cukup momen si kembar aku tidak ada di sisimu, jadi jangan biarkan kita menjauh lagi."
"Suami tampan, aku belum mendengar kamu menjawab pertanyaan aku tadi, kenapa kamu pulang lebih awal, dan uang dari mana semua ini. Aku tahu berapa gaji pilot mu, setidaknya kamu menghabiskan dua bulan gajian yang aku tidak sukai ini, kamu benar benar boros."
"Aku tidak akan boros, aku janji. Soal uang, aku sudah mendapatkan gaji dari Miss Ely, sebab kontrak kerjaku setahun lagi, dan kedepannya akan di potong 40%, maaf ya. Aku begini karena ingin mengejar istri yang selalu aku rindu, sulit jika kamu abai. Aku tidak fokus."
"Gombal."
"Aku tidak gombal sayang."
Mila pun kembali memakai piyama sutra, dimana setelah mandi mereka turun ke anak tangga, dimana meja terhias di kamar suite guede.
__ADS_1
Kali ini Mila dan Kenan benar benar berdua saja, dimana mereka tak ada si kembar. Rupanya momen sang Ayah membawa kedua anak anak tour acara sekolah, membuat Mila dan Kenan mempunyai waktu berdua. Mila sempat terpukau, dimana Kenan terus saja merebut hatinya.
"Lalu besok kita akan pulang?"
"Ya, besok siang. Aku sudah menelepon perancang gaun untuk ke mansion ayah mertua ku Ini, jadi bersiaplah kita akan resepsi. Ta-tapi besok kita harus ke dokter dulu sayang. Sebab aku khawatir kamu .." memijit hidung mancung Mila, karena Kenan gemas.
"Baiklah, istrimu setuju." senyum Mila, yang sudah tidak tahan ingin melahap burger cheese, dimana aksi gemas itu membuat Kenan ingat Bima, yang suka Burger makan dengan lahap, apalagi jari jari keju menempel di tangan tanpa tersisa.
Setelah makan malam, Mila dan Kenan kembali ke kamar, dimana mungkin Kenan sudah mengeluarkan meja dorong makanan tadi, dengan beberapa banyak desert dan makanan telah kosong, di depan pintu. Dimana mungkin waiters akan membersihkannya.
Setelah di rasa Mila tenang, nampak sekali ia menyalakan AC dengan full, belum lagi itu membuat Kenan sedikit kedinginan, dan ingin sekali memeluk Mila.
"Apa yang kamu tonton?"
"Apapun yang kamu tonton, aku akan ikut."
Saat itu Mila pun bersandar, dimana saat ini Kenan membelai rambut Mila. Dengan banyak harapan, kedepannya ia akan selalu bahagia dan bersama sama baik suka maupun duka, Mila pun berjanji akan lebih sabar dan tidak mudah tersulut emosi, apalagi mengambil keputusan yang membuat egonya tinggi, dimana itu akan membuat kedua anak anak kembali terluka.
"Kenan, bagaimana dengan kasus Shela?"
"Sedang dalam proses, karena dia ada penjara luar negeri, maka pengacara bilang. Jika Shela akan terlihat depresi dengan kondisi wajah rusak dan kulit tangan yang mengelupas, tapi itu tidak termasuk potongan hukuman, dimana hukumannya juga berlipat. Negara sana tidak ada diskon hukuman apapun dia gila atau depresi sayang, hukuman ya tetap hukuman berat. Mencelakai Aku, kecelakaan delapan bulan lalu, itu ulah Shela yang ingin membuat aku tewas, agar tidak ada yang memiliki wanita manapun, kasus penipuan genk nya, dan ada dua kasus lagi ia berpartisipasi pada dokter gadungan, yang bicara ingin cantik operasi di dokternya secara gratis, namun dari mereka wajahnya rusak melepuh, hanya karena mereka tidak punya banyak uang untuk membayar polisi, jadi dugaan mall praktek dokter gadungan itu jelas kelibatan Shela, benar benar wanita psikopat."
"Ah, banyak sekali. Kenapa dia seperti itu, kasihan sekali korban yang tidak melapor."
__ADS_1
"Itu karena mereka dari kalangan menengah yang ingin cantik, tapi sayangnya kulit elastis mereka di jual, kamu tahu kulit kita ada beberapa lapisan collagen, jika semua hancur ditarik maka akan menua, kerutan dan melepuh karena infeksi yang mungkin bisa jadi kangker kulit." jelas Kenan membuat Mila tak percaya tingkah Shela benar benar gila.
"Lalu saat ini bagaimana dengan bibi Roh dan pak Supra sayang, maaf aku melupakan itu." kembali Kenan menatap wajah istrinya.
"Besok kita sempatkan menjenguk ya, aku kasihan. Karena aku merasa bersalah, belum sempat membalas budi. Mereka jadi korban rampok."
"Tentu sayang." balas Kenan.
Kenan memeluk Mila, dimana ia akan selalu berada disisinya, dengan masalah Mila itu adalah masalah Kenan yang harus terlibat untuk menyelesaikan.
Tredeeth.
Getar ponsel Kenan, kala itu ia meraih benda pipih itu dan membaca akan pesan yang tampil, membuat wajah Kenan berubah.
"Kenapa ...?" tanya Mila, dimana Kenan sedikit pucat.
TBC.
Maaf Author lupa Up Mila, bentar lagi End, semoga endingnya memuaskan ya.
Sebab Author sedang buat karya Lomba tema menantu, judul.
---. "Menantu Kecil Seperti Dewa." ini adalah pengganti Kenan Dan Mila, yuks mampir. ---
__ADS_1
Ramadhan akan slow update ya, sebab real life author sulit pegang ponsel, akan up malam.