
“Mereka bukan orang tua kandungku, mereka bilang kalau uang bulanan dari ibuku habis. Mereka akan menjual rumah itu dan mengusirku. Mereka bukan orang tua kandungku.. hiks... hiks..!”
Tangisan Tiara membuat Kenzo terlihat sangat sedih. Kenzo lantas menoleh ke arah ibunya. Melani pun mendekati Tiara dan mengusap punggung Tiara dengan lembut beberapa kali.
Kenzo lantas berpikir, lantas saja selama ini perlakuan Andi dan Minah sangat kasar pada Tiara. Ternyata Tiara memang bukan anak kandung mereka.
“Besok, Tante akan panggil pengacara Tante ya nak. Kita akan selidiki dan ungkap kebenaran yang sebenarnya tentang kamu. Kamu sabar ya Tiara!” ucap Melani dengan sangat lembut.
Melani sangat kasihan pada Tiara, pasti dirinya sangat terpukul mengetahui kenyataan yang ada di depan matanya itu. Kenzo pun tak kalah iba pada gadis yang sangat dia sukai itu. Siang tadi melihat kekasihnya dan sahabatnya mengkhianati dirinya. Dan malam harinya, mendengar kenyataan kalau orang tua yang selama ini tinggal satu rumah dengannya, yang dia kira adalah orang tua kandungnya ternyata bukan. Malah punya niat yang sangat kejam.
Kenzo tahu hal ini pasti sangat menyakiti Tiara.
Malam itu Tiara menginap di rumah Melani. Tiara tidur bersama Melani. Saat malam hari, Melani terbangun mendengar isakan dari Tiara. Saat Melani memeriksanya, ternyata Tiara sedang tidur. Melani lantas mengusap kepala Tiara dengan lembut, matanya pun ikut berkaca-kaca.
“Kasihan sekali kamu nak, pasti hidupmu selama ini sangat berat. Tinggal dengan orang yang menyebut mereka orang tuamu, tapi memperlakukan mu seperti pembantu. Hidupmu pasti sangat sulit Tiara!” ucap Melani pelan sambil terus mengusap kepala Tiara yang masih tertidur.
Keesokan paginya...
Di rumah Tiara, Minah dan Andi panik bukan main. Karena saat pagi-pagi Minah bangun dan mengecek Tiara di kamarnya. Gadis itu tidak ada di sana.
“Aduh, mas... mas...!” teriak Minah panik.
“Apasih Minah?” tanya Andi.
“Mas, Tiara gak ada di kamarnya. Gimana ini? Sudah jam tujuh, jam sembilan nanti si pengacara itu datang. Hais... anak itu. Apa semalam dia gak pulang?” tanya Minah bingung.
“Coba cek pintu depan, kalau gak di kunci berarti anak itu gak pulang semalam!” kata Andi.
Minah pun sambil menghentakkan kakinya ke lantai beberapa kali karena kesal, memeriksa pintu rumah utama. Benar saja, ketika Minah memeriksanya. Ternyata pintu rumah mereka tak terkunci.
“Ya ampun mas, gak terkunci. Wah bener-bener ini anak ya. Di biarin malah ngelunjak. Awas aja kalau dia pulang nanti!” gerutu Minah yang langsung mengambil ponsel dari sakunya bermaksud menghubungi Tiara.
__ADS_1
Tapi beberapa kali Minah mencoba menghubungi Tiara. Nomer Tiara tidak bisa di hubungi.
“Lah gak bisa di telepon mas. Gimana ini?” tanya Minah panik pada Andi.
“Ck... kemana anak itu? Dia gak punya teman kan? Dia selalu pulang sendiri kan?” tanya Andi.
Minah baru ingat pada Kenzo.
“Oh, ada mas. Itu si Kenzo. Anak Bu Melani yang punya toko kue di depan jalan, yang gede itu toko kuenya. Ayo kita kesana mas!” ajak Minah pada Andi.
Mereka pun ke rumah Kenzo. Mereka mengetuk pintu dengan tergesa-gesa. Sampai seperti debt kolektor yang sedang menagih hutang.
Duk Duk Duk Duk Duk
“Kenzo, Melani... buka pintunya!” seru Minah dan Andi bergantian.
Ceklek
“Iya kami, itu si Tiara ada di sini kan Melani?” tanya Minah tak sopan.
Tak lama, Kenzo dan Tiara keluar dari ruang tengah. Minah yang melihat hal itu langsung mengajak Tiara keluar.
“Tiara, kamu ini bikin panik saja. Ngapain kamu gak pulang semalam? Bikin ibu sama ayah khawatir tahu gak?” tanya Minah berkacak pinggang dengan satu tangan. Sedangkan tangan satunya lagi terus melambai pada Tiara, agar Tiara keluar dari rumah Melani.
“Tiara sudah tahu, kalian bukan orang tua kandung Tiara kan?” tanya Tiara dengan mata berkaca-kaca.
Mendengar pertanyaan Tiara itu, sontak saja Minah dan Andi saling pandang.
“Ngomong apa kamu, ayo pulang! Jangan bikin ribut di rumah orang?” seru Andi.
“Maaf ya pak Andi dan ibu Minah. Tiara baru akan pulang ke rumahnya kalau pengacara ibunya sudah datang bersama pengacara saya!” kata Melani membuat Minah dan Andi panik.
__ADS_1
Mendapatkan pernyataan seperti itu, Minah dan Andi masih berusaha untuk membujuk Tiara. Namun Tiara masih ingat bagaimana selama ini Minah dan Andi memperlakukannya. Benar-benar seperti pembantu, kalau salahnya Tiara banyak, dia bahkan tidak mendapatkan makan. Tak jarang Tiara juga harus tidur di luar. Semua perlakuan itu membuat Tiara begitu terluka.
Setelah pengacara ibunya Tiara datang dan mendengar semua keterangan dari Tiara. Pengacara ibunya itu bahkan sampai menggelengkan kepalanya tak percaya, Minah dan Andi bisa sekejam itu. Padahal Andi adalah saudara kandung dari ayah kandung Tiara.
Pengacara itu menawarkan bantuan untuk menuntut Minah dan Andi. Tapi Tiara tidak menginginkan hal itu. Dia hanya ingin Minah dan Andi pergi saja. Dan menyatakan tidak akan menggangu Tiara lagi.
Pengacara Tiara mengabulkan hal tersebut. Dan akan ada sanksi hukum jika Minah dan Andi melanggarnya.
Setelah semua urusan selesai, pengacara dan Melani pamit dari rumah Tiara.
Sementara Kenzo masih bicara dengan Tiara di teras.
“Tiara, kamu jangan cemas. Nanti sore, akan ada asisten rumah tangga yang bekerja di sini. Di kirimkan langsung oleh pengacara mu. Sebenarnya budget untuk itu ada Tiara, hanya saja orang tua angkat mu itu...!”
“Tidak apa-apa Kenzo. Aku sudah ikhlas menerima semuanya. Semua ini juga berkat kamu dan ibumu. Jika tidak, mungkin sampai aku di usir dari sini. Aku bahkan tidak akan tahu, kalau mereka bukan orang tua kandungku!” sedih Tiara.
Kenzo pun menarik tangan Tiara dan memegang kedua tangan Tiara dengan lembut.
“Sekarang semua sudah berlalu, kamu harus semangat ya. Kamu harus kuliah dengan baik. Lupakan yang sedih-sedih. Sambut kebahagiaan di depanmu!”
“Di depanku?” tanya Tiara malu-malu.
Keduanya lantas tersenyum, tapi saling memalingkan wajah mereka ke arah lain. Tiara mulai berpikir kalau akan mencoba membuka hatinya untuk Kenzo. Pria baik yang sudah menolongnya saat dirinya terus berada dalam kesulitan.
Seiring waktu berlalu, hubungan keduanya semakin dekat. Kenzo mulai berani mengajak Tiara makan berdua di luar, dan mengajak Tiara menonton film berdua. Tak jarang, Kenzo mengajak Tiara ke toko kue, membuat para karyawan yang menyukai Kenzo jadi parah hati, karena sikap Kenzo pada Tiara sangat jelas menunjukkan kalau Kenzo memang sangat perhatian dan sangat manis pada Tiara.
Hingga suatu hari, Kenzo mengajak Tiara ke pantai, di sore hari melihat matahari terbenam. Dan ketika matahari mulai terbenam, Kenzo menggenggam tangan Tiara dan berkata.
“Would you be my love? Tiara?”
***
__ADS_1
Bersambung...