Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 22


__ADS_3

Saat Tiara akan memesan taksi online. Ternyata ponselnya kehabisan daya. Pantas saja sejak tadi ponselnya tidak ada pesan notifikasi. Ternyata sudah mati.


"Ck... naik bus aja deh!" kata Tiara.


Tiara pun bergegas menuju ke salah satu halte bus yang ada di dekat kafe. Tapi baru dia akan duduk. Suara klakson membuatnya menoleh ke arah mobil tersebut.


"Tiara!" panggil Kenzo.


Tiara yang melihat Kenzo lantas berdiri, Kenzo langsung menepikan mobilnya lalu menghampiri Tiara sambil berlari.


Kenzo langsung memeluk Tiara begitu mendekati gadis itu.


"Aku pikir kamu kenapa-napa, mulai besok ponsel kamu aku pasang GPS saja ya. Aku khawatir sekali tadi!" kata Kenzo yang memang menunjukkan kalau dia tengah panik.


"Maaf Kenzo, ponselnya mati tadi. Maafkan aku!" kata Kiara pelan yang kasihan karena Kenzo begitu panik.


Mereka berdua lalu masuk ke dalam mobil, Hani yang berada di dalam mobilnya tampak kesal melihat kemesraan Kenzo dengan Tiara. Hani memukul setir mobilnya dengan keras.


"Aghkk... aku tidak boleh kehilangan Kenzo. Aku harus mendapatkannya bagaimanapun caranya!" pekik Hani di dalam mobilnya.


***


Beberapa waktu berlalu, Kenzo sudah hampir menyelesaikan kuliahnya. Pemuda itu tinggal menyusun skripsi saja. Lalu dia akan lulus dan meninggalkan kampus.


Di rumahnya Kenzo sedang bicara pada ibunya.


"Bagaimana skripsi mu?" yang Melani sambil menyajikan makan malam untuk Kenzo.


"Sedang aku buat Bu, akan ku buat dengan cepat. Aku pikir aku akan terima tawaran pekerjaan dari Om Tony!" kata Kenzo.


Tony masih kerabat Melani, dia punya sebuah perusahaan ekspor impor. Cukup terkenal di kota ini. Tony ingin Kenzo bisa cepat menyelesaikan kuliahnya dan bekerja di perusahaannya. Karena Tony tidak punya anak laki-laki. Sedangkan anak perempuan nya malah menjadi model dan satu lagi hanya menikah dan ikut suaminya setelah lulus kuliah.


"Bagus, kalau begitu selesaikan dengan baik. Lalu hubungan mu dengan Tiara bagaimana? dia masih dua semester lagi kan?" tanya Melani.


"Iya Bu, dan rencananya setelah dia lulus aku akan melamarnya he he!" kata Kenzo pada sang ibu.


"Kamu ini, kerja saja baru di angan-angan. Sudah mau melamar anak orang. Kenzo, pastikan kamu sudah menyiapkan segalanya baru kamu lamar Tiara. Setidaknya kalian harus punya rumah sendiri, meskipun sederhana. Lalu setidaknya kalian harus punya tabungan untuk jaga-jaga di masa depan. Yah... pokoknya persiapkan dengan matang. Menikah itu tidak hanya aku sayang kamu, kamu sayang aku lalu menikah. Tapi kamu juga harus bertanggung jawab secara materi pada istrimu nanti!" nasehat Melani pada Kenzo.

__ADS_1


Kenzo pun tersenyum setelah mendengar nasehat dari sang ibu. Menurutnya ibunya memang benar. Dan dia akan siapkan semuanya, dia akan membuat Tiara bahagia.


Sementara itu di kampus, Tiara sedang menyelesaikan tugas di perpisahan. Tapi sejak tadi Erik terus mengganggunya. Mau bagaimana lagi, mereka satu fakultas, satu angkatan dan satu kelas. Sulit bagi Tiara menghindari Erik di kampus.


"Erik, tolong menjauh lah dariku. Bisa kan? itu di sana banyak bangku kosong!" kata Tiara yang tak ingin membuat keributan di perpustakaan.


"Aku sudah berusaha Tiara, tapi aku tidak bisa!" kata Erik membuat Tiara terdiam.


Tiara menutup bukunya dan berdiri dari tempatnya.


"Kalau begitu biar aku saja yang pindah!"


"Tiara!"


"Apakah kita tidak bisa menjadi teman? benar-benar hanya teman Tiara?" tanya Erik pada Tiara.


Tiara pun berbalik dan melihat ke arah Erik.


"Tidak Erik, menjauh lah dariku. Itu yang terbaik!" kata Tiara yang kemudian meninggalkan Erik.


Di kelas, Erik masih terus berusaha mendekati Tiara. Bahkan saat pulang dari kampus Erik masih terus berusaha dekat dengan Tiara, Erik ingin mengantarkan Tiara pulang.


Tapi sebelum Erik keluar dari mobilnya, Kenzo sudah terlebih dahulu menghampiri Tiara. Erik kesal kemudian memukul setir mobilnya dengan kuat.


Setelah Kenzo dan Tiara pergi, Erik yang akan melajukan mobilnya. Di hadang oleh sebuah mobil.


Erik menekan klakson mobilnya beberapa kali. Tapi pengemudi mobil di depannya malah turun dan menghampiri Erik.


"Kamu Erik kan? mantan pacar Tiara? aku bisa bicara padamu sebentar. Kita di perahu yang sama!" kata Hani.


Yah, wanita itu adalah Hani. Dia mulai mencari tahu tentang Tiara di kampusnya. Dan satu hal yang dia dapatkan dan membuatnya senang adalah, Erik mantan kekasih Tiara masih terus mengejar wanita itu.


Hani masuk ke dalam mobilnya dan membuat Erik mengikuti mobilnya dari belakang. Sampailah mereka pada sebuah kafe dengan privat room. Hani mulai memperkenalkan siapa dirinya pada Erik. Dan apa saja yang sudah dia usahakan untuk memisahkan Kenzo dan Tiara.


Erik yang memang tidak suka berbasa-basi juga langsung bertanya untuk apa mereka ada di tempat ini. Dan Hani pun mulai menjelaskan rencananya pada Erik.


"Aku punya rencana, ini akan sangat menguntungkan bagi kita berdua. Aku bisa memilik Kenzo dan kamu bisa memiliki Tiara!" kata Hani terdengar sangat meyakinkan bagi Erik.

__ADS_1


"Dengar, aku akan membuat kenzo datang ke suatu tempat. Di sebuah rumah di tepi bukit di pinggiran kota itu. Tugasmu adalah, membawa Tiara kesana, Tiara akan melihat pemandangan yang akan membuatnya sangat membenci Kenzo. Saat itu kamu bisa beri dia air minum, yang kamu tahulah..obat seperti apa! lalu kamu bisa memiliki Tiara. Bagaimana?" tanya Hani.


Erik yang mendengar rencana Hani itu begitu meyakinkan lantas mengangguk setuju.


"Baiklah, katakan saja kapan dan dimana tempatnya. Aku akan bawa Tiara kesana. Besok!"


"Oke, jam 7 malam kamu sudah harus sampai di sana!" kata Hani.


Keduanya berjabat tangan, terlihat Erik begitu senang karena dia berpikir rencana Hani itu akan berhasil.


Sementara Tiara dan Kenzo masih berada di dalam perjalanan menuju ke rumah Tiara.


"Sayang, besok kita ke toko kue yuk!" ajak Kenzo.


"Boleh, aku akan datang sore hari ya. Pagi aku harus menyelesaikan banyak tugas dengan Irma!" kata Tiara.


"Jadi besok kamu akan pergi ke ruang Irma?" tanya Kenzo.


Tiara pun mengangguk.


"Iya kamu sudah janjian! mungkin akan sampai siang. Entahlah, bisa jadi sampai sore juga. Tidak apa-apa kan?" tanya Tiara pada Kenzo.


"Tentu saja, hubungi aku saja saat kamu sudah selesai. Jujur saja, aku suka sekali kue muffin buatanmu!" kata Kenzo sambil tersenyum.


Setelah mengantarkan Tiara sampai di rumahnya, Kenzo pun kembali ke rumah. Dia langsung pergi ke ruang makan karena merasa sangat haus. Tapi saat dia memegang gelas tiba-tiba saja gelas itu lolos dari tangannya dan...


Prangg


Gelas itu terjatuh, Melani yang terkejut lantas keluar dari dalam kamarnya.


"Kenzo kamu tidak apa-apa?" tanya Melani.


Kenzo menggelengkan kepalanya, tapi dia terus melihat ke arah pecahan gelas yang ada di lantai itu. Perasaannya tidak enak.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2