Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 78


__ADS_3

Di rumahnya, Kenzo sangat tidak fokus. Dia benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi hari ini. Sampai saat semua orang menyapanya saja, dia terkadang perlu di panggil namanya sampai dua kali baru menanggapi. Kenzo benar-benar dalam keadaan yang terguncang.


Sama dengan Tiara, kadang air matanya masih menetes memikirkan apa yang terjadi hari ini. Untung saja semua orang paham, karena mereka mengira Tiara masih sangat berduka atas kehilangan mertuanya.


Semua orang, semua warga di perumahan ini tahu betul kalau Tiara dan ibu mertuanya itu sangat dekat dan saling menyayangi. Hubungan mereka bahkan bukan seperti menantu dan mertua. Tapi lebih seperti anak dan ibunya sendiri. Mereka pikir wajar kalau Tiara masih sangat bersedih meskipun sudah beberapa hari.


Setelah pengajian selesai, Kenzo mengajak Tiara bicara berdua di kamar mereka.


"Dia akan kembali ke Australia kan? kalau begitu biarkan saja begitu. Kita akan urus Kiara, kita akan periksakan dia dan kalau kemungkinan dia...!"


"Kenapa kamu begitu tidak bisa menerimanya Erik?" tanya Tiara.


"Apa maksudmu?" tanya Kenzo yang menatap Tiara dengan tatapan heran.


"Jangan katakan kalau kamu menerima pria itu bersama Kiara, dia itu lebih pantas jadi ayahnya Kiara!" pekik Kenzo yang jelas tidak suka kalau Erik menjadi pasangan Kiara.


"Mereka saling mencintai...!"


"Kiara itu masih labil, itu bukan cinta!" sela Kenzo saat Tiara mencoba menjelaskan tentang apa yang di rasakan putrinya pada suaminya itu.


"Itu bukan cinta katamu? sejak kecil Kiara selalu bilang ingin punya suami seperti Erik. Sejak kecil dia begitu menyayangi Erik. Dia mengidolakan Erik. Sampai saat ini dia tidak menyukai pemuda manapun dan hanya mencintai Erik. Semua itu kamu bilang bukan cinta?" tanya Tiara.


"Tiara tolong mengertilah... perbedaan usia mereka...!"


"Sejak kapan perbedaan usia menjadi penghalang untuk saling mencintai, apa kamu mau karena pikiran sempit tentang perbedaan usia, Kiara menderita...!"


"Semua belum terlanjur Tiara, kita masih bisa menjelaskan pada Kiara...!"


"Kiara mencintai Erik! dan mereka sudah sampai tahap dimana mereka harus menikah!"

__ADS_1


"Tiara!" bentak Kenzo pada Tiara yang mengatakan kalau Erik dan Kiara memang harus menikah.


Tiara terdiam, air matanya mengalir ketika Kenzo membentaknya. Ini adalah pertama kalinya setelah hampir dua puluh tahun mereka menikah. Kenzo membentak Tiara.


Dan Tiara memang sadar, kalau setelah bertahun-tahun mereka hidup bersama. Baru kali ini mereka saling berbeda pendapat. Kenzo yang tetap kukuh tidak akan membiarkan hubungan Erik dan Kiara berlanjut. Sementara Tiara yang sudah berbesar hati menerima hubungan Erik dan Kiara. Karena Tiara tahu kalau anaknya itu cinta mati pada Erik. Sampai nekat melakukan hal seperti itu.


Menurut Tiara, kalaupun anaknya itu kembali di pisahkan dengan Erik. Maka tidak menutup kemungkinan kalau Kiara akan melakukan hal yang lebih nekat lagi. Tiara tidak ingin hal itu terjadi, lagipula anaknya itu sudah berhubungan dengan Erik. Tiara sendiri yang melihat noda merah di sprei saat dia membatu Kiara berpakaian.


Dan Tiara memang sudah memikirkan semua ini sejak saat itu terjadi. Erik bahkan terlihat begitu ingin melindungi Kiara. Tiara bisa melihat itu, rangkulannya pada Kiara, tatapannya pada Kiara. Erik itu mencintai Kiara juga sebenarnya. Hanya saja mungkin banyak sekali pertimbangan yang membuatnya tidak bisa mengatakan hal itu.


Sedangkan Kenzo, dia sebagai seorang ayah tentu ingin anaknya berdampingan dengan orang yang penuh tanggung jawab. Pria baik yang tidak punya sisi gelap. Dan itu jelas bukan Erik.


"Aku akan jemput Kiara, dia tidak boleh tinggal dengan pria yang telah merusaknya!" kata Kenzo yang masih tak bisa menerima situasinya.


Tiara hanya diam, dia merasa kalau dia bicara lagi. Kenzo yang sedang emosi pasti akan lebih emosi dan dia akan bersuara lebih keras lagi.


Bentakan tadi saja, Tiara yakin kalau yang berada di luar kamar mereka itu bisa mendengarnya. Tiara khawatir pada Kenzi, dan beberapa tetangga yang masih belum pulang karena membantu merapikan semua karpet dan kursi yang ada.


"Ma, ada apa? kenapa papa terlihat sangat marah?" tanya Kenzi.


"Sayang, apa para tetangga sudah pulang?" tanya Tiara.


Kenzi lantas mengangguk.


"Iya ma, sudah. Semua sudah di rapikan. Tapi tadi Kenzi mendengar papa berteriak, bibi juga terlihat terkejut. Ada apa ma sebenarnya?" tanya Kenzi.


"Sayang, nanti mama jelaskan di jalan ya. Sekarang Kenzi tolong antar mama ke rumah paman Erik ya. Kakakmu ada di sana!" kata Tiara.


Kenzi pun mengangguk patuh. Kenzi dan Tiara menyusul mobil Kenzo yang lebih dulu pergi dengan kecepatan yang sangat tinggi. Di perjalanan, Tiara pun mengatakan semua yang terjadi pada Kenzi.

__ADS_1


Kenzi sangat terkejut, dan dia pun berkata.


"Pantas saja, selama ini kak Kiara selalu menolak pemuda yang mendekatinya, menolak menyimpan nomer telepon mereka. Rupanya kak Kiara benar-benar sangat menyukai paman Erik!" kata Kenzi.


"Iya Kenzi, tapi sayangnya papamu sangat tidak bisa menerima hal itu. Dia tidak ingin kakakmu dan paman Erik bersama. Kita harus ke sana, kita tidak tahu apa yang akan papamu lakukan kalau kakakmu menolak pulang bersama papa kamu!" kata Tiara yang jelas sekali terlihat kalau dirinya begitu mencemaskan hal itu.


Di rumah Erik, Kiara sudah selesai memasak dan membawakan makanan itu ke kamar Erik.


"Makan dulu ya paman, setelah itu minum obat dan istirahat!" kata Kiara.


Erik hanya tersenyum, dia melihat perempuan di depannya itu dengan pandangan sendu. Kiara juga sudah semester akhir. Akan sangat sayang kalau Erik harus mengajaknya ke luar negeri bersamanya. Tapi kalau tidak begitu, Erik yang tahu betul bagaimana watak Kenzo juga tidak yakin kalau Kenzo akan membiarkan Erik terus berada di sisi Kiara kalau masih di kota ini.


Setelah makan dan minum obat. Kiara mendengar suara bel pintu yang di bunyikan dengan begitu terburu-buru.


Erik pun mendengar itu, dan bisa memastikan kalau itu pasti adalah Kenzo.


"Itu pasti papa kamu, paman akan menemuinya!" kata Erik.


"Tidak paman, paman di sini saja. Kiara yang akan menemui papa. Kiara akan katakan pada papa, kalau Kiara mau di sini!" kata Kiara.


"Paman akan menemanimu!" kata Erik yang khawatir kalau Kenzo akan marah pada Kiara.


Kiara dah Erik membuka pintu rumah itu. Tatapan mata pria yang berada di luar pintu saat melihat Kiara membuka pintu bersama dengan Erik sangat marah. Matanya merah dan menunjukkan kalau dia benar-benar sangat marah.


"Kiara, ikut papa pulang?" kata Kenzo yang langsung menarik pergelangan tangan Kiara.


Namun mata Kenzo langsung bertambah merah ketika dia merasa seseorang menahan tangannya.


"Jangan memaksa Kiara seperti ini!" kata Erik yang menahan tangan Kenzo.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2