Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 32


__ADS_3

Mendengar apa yang Erik katakan padanya, Tiara tak bisa berkata-kata. Tiara hanya menundukkan kepalanya saja sambil menghela nafas berat.


Tapi Tak lama kemudian Tiara mengangkat kembali kepalanya dan berkata pada Erik.


"Aku minta maaf soal hal itu. Tapi aku tetap berharap agar hubungan kita tidak lebih dari teman dan kerjasama bisnis saja!" kata Tiara.


Erik pun tersenyum lirih, dia tidak pernah menyesal mengungkapkan perasaannya itu kepada Tiara. Dan sejak awal Erik juga bilang kalau dia tahu kalau perasaan yang dulu dimiliki Tiara untuknya sudah tidak ada lagi di dalam hati wanita yang ada di depannya itu.


"Aku tahu Tiara, maka itu aku tadi bilang. Aku tahu perasaan itu sudah tidak ada lagi di dalam hatimu. Tapi siapapun tidak berhak melarangku untuk memendam perasaanku ini kan. Aku janji, hanya di dalam hati saja!" kata Erik.


Kata-kata Erik itu terdengar sangat bijak di telinga Tiara. Dan Tiara sangat berharap kalau apa yang dikatakan Erik itu benar-benar akan menjadi seperti itu selamanya.


Setelah selesai makan, Erik pun berniat mengantarkan Tiara pulang. Awalnya Tiara bersikeras untuk menolak tawaran baik dari Erik itu. Tapi Erik terus membujuknya.


"Aku mohon Tiara, lagi pula sejak kelahiran dua keponakanku aku belum pernah menengok mereka kan? tolong ijinkan paman mereka ini untuk menengok mereka ya!" kata Erik.


Karena Erik berniat baik kepada kedua anaknya, maka Tiara pun menerima tawaran erik.


Sepanjang perjalanan Erik terus mencoba untuk membuka percakapan dengan Tiara. Dia mulai bertanya tentang banyak hal, tentang pekerjaan, dan anak-anak Tiara.


"Jadi siapa nama kedua keponakan ku?" tanya Erik.


"Kiara dan Kenzi!" jawab Tiara.


"Mereka sudah sekolah?" tanya Erik lagi.


Meskipun Erik terus menanyakan tentang keluarga Tiara, tapi Erik juga terus bertanya tentang hal berikutnya dan tidak membiarkan satu menit pun Tiara bersedih.


"Sudah, usia mereka 6 dan 4 tahun. Kiara sekarang TK Kenzi di kelompok bermain!" jawab Tiara lagi.


"Kapan-kapan aku bisa kan, maksudku kita bisa tidak melihat apa yang mereka lakukan di sekolah?" tanya Erik yang begitu penasaran.


"Kalau Kenzi masih boleh di tunggu, tapi kalau Kiara. Gurunya melarang untuk di tunggu, agar membiasakan diri mereka untuk mandiri!" jelas Tiara.


"Baiklah, nanti kita lihat Kenzi saja. Aku penasaran apa saja yang anak-anak kecil itu lakukan di sekolah!" kata Erik.


Saat akan menuju ke alamat yang tadi Tiara katakan, Erik melihat ada sebuah toko mainan di pinggir jalan. Sebuah toko yang lumayan besar. Erik menepiskan mobilnya di dekat toko tersebut.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Tiara.


"Ini pertama kalinya aku bertemu dua keponakanku Tiara, aku tidak mungkin datang dengan tangan kosong bukan?" tanya Erik yang kemudian melepaskan sabuk pengamannya lari bergegas keluar dari dalam mobil.


Erik berlari memutar bagian depan mobil kemudian membuka pintu mobil untuk Tiara.


Tiara hahya bisa tersenyum melihat apa yang di lakukan oleh Erik.


Memang seperti inilah Erik yang pertama dia kenal dulu. Seorang pemuda yang baik, dan sangat perhatian. Tiara senang , Erik sudah berubah kembali seperti dirinya yang 10 tahun silam Tiara kenal.


"Keponakanku suka apa?" tanya Erik sambil mengajak Tiara masuk ke dalam toko tersebut.


Setelah berada di dalam toko, Erik memilih beberapa mainan mobil dan robot untuk Kenzi. Tapi dia tidak tahu apa yang Kiara suka.


"Itu terlalu banyak!" kata Tiara.


"Tidak Tiara, aku hitung umur Kenzi. Anggap saja aku aku sedang menebus satu hadiah untuk satu kali dia ulang tahun!" kata Erik membuat Tiara terkekeh.


"Tidak perlu begitu, Erik!" kata Tiara.


"Tidak masalah, aku harus memberikan kesan pertama yang baik dan saat bertemu dengan dua keponakanku itu. Atau mereka akan menganggap ku paman yang pelit dan tidak sayang pada mereka!" kata Erik dengan menunjukkan ekspresi wajah yang lucu.


Tiara pun mengulas senyum kecil mendengar semua yang dikatakan oleh Erik.


"Baiklah, terserah kamu saja!" kata Tiara.


Dan pada akhirnya, bagasi mobil bahkan jok bagian belakang mobil Erik penuh dengan mainan untuk Kiara dan Kenzi.


Beberapa saat kemudian, Tiara dan Erik pun sampai di rumah Tiara dan Kenzo.


Tiara membantu Erik membawa semua hadiah untuk Kiara dan Kenzo. Tapi mereka bahkan butuh bantuan penjaga rumah dan seorang asisten rumah tangga Tiara yang membukakan pintu untuk mereka tadi.


"Mama...!" seru Kenzi yang melihat Tiara datang membawakan sebuah kotak mainan bersisi helikopter dengan remote control di tangannya.


"Kenzi sayang, ini ada hadiah dari paman Erik!" kata Tiara memberikan hadiah Erik pada Kenzi.


Wajah anak umur empat tahun itu terlihat sangat excited.

__ADS_1


"Helikopter, wah... ini bagus sekali mama. Terimakasih!" kata Kenzi.


"Berterima kasih pada paman Erik. Ini hadiah darinya!" kata Tiara.


Kenzi lantas menoleh ke arah Erik.


"Terimakasih paman Erik!" kata Kenzi dengan cara yang menggemaskan.


Erik sampai meletakkan semua barang yang dia bawa dan memeluk Kenzi.


"Sama-sama sayang, jadi ini yang namanya Kenzi. Jagoannya mama Tiara ya?" tanya Erik sambil melihat Kenzi yang terlihat sama persis dengan Kenzo.


Erik tersenyum lirih. Terus terang saja dia kasihan pada anak umur empat tahun di depannya itu. Masih sangat kecil, tapi harus kehilangan ayahnya.


"Kenzi mau main sama paman?" tanya Erik pada Kenzi.


Dan mendengar apa yang di katakan Erik, tanpa pikir panjang Kenzi langsung mengangguk dengan cepat. Kenzi berpikir kalau teman yang di depannya itu datang bersama mamanya, pasti paman itu bukan orang jahat. Jadi dia sangat senang ada yang mengajaknya main selain papanya.


Tapi saat Erik akan menggandeng tangan Kenzi dan mengajaknya keluar. Melani terlihat datang ke ruang tamu bersama Kiara.


"Mama..!" sapa Kiara melepas tangan Melani dan datang pada Tiara.


"Kiara sayang, ini ada hadiah dari paman Erik!" kata Tiara.


"Paman Erik ini siapa ma?" tanya Kiara yang lebih paham untuk menanyakan siapa paman Erik itu. Karena dia memang baru pertama kali bertemu dengan Erik.


"Hai Kiara, aku adalah teman papa dan mamamu!" kata Erik menjelaskan.


"Maaf, paman selama ini ada di tempat yang jauh. Jadi paman tidak pernah datang di hari ulang tahun kalian. Hadiah ini untuk menebus semua itu. Paman akan sangat senang kalau Kiara mau menerimanya!" kata Erik.


Kiara lantas melihat ke arah Tiara. Setelah melihat mamanya mengangguk. Kiara baru mengambil mainan yang di berikan oleh Erik.


"Tiara, ibu mau bicara!" kata Melani yang lantas meninggalkan ruangan itu.


"Aku akan ajak Kenzi dan Kiara main ya?" tanya Erik.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2