Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 75


__ADS_3

Saat Kiara keluar Erik masih di dalam kamarnya, dia baru pulang jadi dia mandi dan ganti pakaian. Setelah keluar, dia pun bertanya pada Kenzo apa yang bisa dia kerjakan.


Sementara itu di rumah Erik, penjaga rumah terkejut dengan kedatangan Kiara di sana.


"Nona kecil, anda datang? dengan siapa?" tanya penjaga gerbang.


"Sendiri paman, tapi nanti paman Erik akan datang. Oh ya, kalau ada kurir yang mencariku langsung suruh ke dalam ya paman!" kata Kiara pada penjaga gerbang.


"Baik nona kecil!" sahutnya yang memang mengenal Kiara.


Dan selama Erik di luar negeri, Melani memang sering datang ke rumah Erik bersama Kiara untuk membersihkan rumah, atau mengganti tirai jendela. Meskipun sebenarnya sudah ada asisten rumah tangga yang datang tiga hari sekali untuk bersih-bersih.


Kiara masuk ke rumah itu, area pertama yang selalu dia datangi adalah area taman di samping rumah itu. Di sana adalah tempat dimana tadinya akan menjadi taman bermain Kiara,dan Kenzi. Sayang pernikahan Erik dan Tiara kandas dan membuat Kiara tidak pernah tinggal di rumah itu sampai sekarang.


Kiara juga melihat ke arah kamar yang wallpaper dindingnya hello Kitty berwarna pink. Itu dulu juga adalah kamar yang Erik siapkan untuk Kiara. Meskipun pernikahan itu batal, tapi Erik tidak mengubah sama sekali dekorasi rumah itu. Karena dia memang langsung ke luar negeri setelah semua masalah Kenzo dan Tiara terselesaikan.


Tak lama setelah itu datanglah tukang paket. Penjaga membiarkan kurir itu ke teras dan membunyikan bel. Kebetulan hari ini bukan jadwal asisten rumah tangga bersih-bersih, jadi Kiara yang membuka pintu.


Setelah menerima paket dan membayar, Kiara kembali menghubungi Oline.


"Halo Oline!"


"Halo Kiara, bagaimana?" tanya Oline.


"Paketnya sudah sampai, aku sudah bayar. Sekarang aku sudah di rumah paman Erik, lalu aku harus apa?" tanya Kiara.


"Hubungi pamanmu, di rumah pamanmu ada mini bar atau apa gitu, yang ada minuman beralkohol? tuang ke dalam gelas lalu berposelah seperti akan meminum minuman itu. Tapi jangan di minum beneran. Berikan obat itu di minuman itu lalu, suruh pamanmu menghabiskannya, atau kalau tidak kamu akan minum sampai habis, gertak pamanmu seperti itu. Mengerti!" kata Oline.


Kiara pun manggut-manggut. Dan mulai melakukan sesuai yang di perintahkan oleh Oline.


Kiara mencari ruangan kerja Erik. Dia pernah melihat botol minuman di sana. Setelah menemukannya. Kiara membawa botol itu ke dapur dan menuangkannya di gelas. Tidak lupa dia berikan obat dari bungkusan kecil yang yang di kirimkan kurir tadi.


Dia langsung memotret dirinya dan gelas yang di pegangnya, yang sudah dia tempelkan ke bibirnya.

__ADS_1


Cekrek


"Foto yang bagus, aku akan kirimkan pada paman!" kata Kiara.


Tapi saat Kiara mengirim pesan, dia melihat daya baterai di ponselnya.


"Ya ampun, baterainya...! yang penting sudah terkirim!" kata Kiara yang langsung meletakkan ponselnya karena ponselnya sudah mati.


Saat sedang mengobrol bersama ketua RT di teras luar rumah Kenzo. Ponsel Erik mendapatkan notifikasi pesan gambar.


Mata Erik melotot ke arah foto yang di kirimkan oleh Kiara.


"Gadis ini benar-benar ya!" gumam Erik kesal.


Erik pun lantas berpamitan pada Kenzo dan yang lain karena ada perlu. Dia tahu dimana lokasi foto itu. Karena itu adalah rumahnya, Erik pun bergegas menuju rumahnya.


Di tempat lain, Zicko terlihat menggaruk kepalanya bingung.


Kiara masih ada di dapur, dia yang bosan menunggu Erik tak datang-datang pun iseng-iseng mencelupkan ujung jari telunjuk kanannya di minuman yang ada di gelas itu.


Kiara yang penasaran dengan rasa minuman yang harganya sangat mahal itu pun mencicipi sedikit yang ada di tangannya.


"Eh manis loh, minum dikit pasti bakalan tidur sebentar saja kan?" tanya Kiara pada dirinya sendiri.


Dia yang pandai ilmu matematika berpikir kalau minum satu gelas akan tidur selama 7 sampai 8 jam. Maka minum setengah gelas akan tidur 3 sampai 4 jam.


"Aku akan minum seperempatnya saja, aku akan tidur 1 sampai 2 jam saja kan?" kata Kiara lagi.


Suara mobil sudah terdengar, Kiara pun meminum minuman itu sedikit. Kurang dari seperempatnya malah, karena dia merasa sangat tidak enak rasanya. Awal mencoba terasa mandi dan ada rasa lain yang sedikit aneh. Tapi makin banyak di minum malah terasa pahit.


"Agkhhh, tidak enak!" kata Kiara.


Erik yang sudah masuk dapur begitu marah melihat Kiara meminum minuman itu.

__ADS_1


"Apalagi ini?" tanya Erik kesal.


"Paman, paman sudah datang?" tanya Kiara yang kepalanya sepertinya mulai terasa berat dan pandangannya kabur.


Kiara berpikir obat tidurnya sudah bekerja. Kiara berpikir dia harus cepat membuat Erik meminumnya.


"Paman, kemarilah, habiskan minuman ini. Atau aku yang akan menghabiskannya!" kata Kiara yang sudah bersiap meminum minuman itu.


Erik langsung mengambil gelas itu dan meminumnya sampai habis. Kiara tersenyum senang.


"Selamat tidur paman!" kata Kiara yang lantas jatuh di pelukan Erik dan tidak sadarkan diri.


Erik terkejut, kenapa Kiara bisa langsung pingsan. Tapi kemudian, tak berapa lama kemudian saat Erik akan membawa Kiara ke kamarnya. Dia merasakan hal aneh pada dirinya, rasanya panas dan tidak terkendali.


Begitu Erik merebahkan Kiara di tempat tidurnya. Erik menyalakan pendingin udara.


"Apa pendingin udara ini rusak?" tanya Erik sambil mengutak-atik remote control pendingin udara di kamarnya.


Namun saat Erik masih coba memastikan pendingin udara di kamarnya, dia mendengar suara Kiara.


"Panas sekali, paman nyalakan pendingin ruangannya!" kata Kiara yang saat Erik menoleh, gadis itu sudah melepaskan atasan yang dia pakai.


Mata Erik melebar, dia langsung meraih pakaian Kiara dengan maksud ingin memakaikannya pada Kiara. Namun Kiara malah memeluknya dan menarik baju Erik sampai pria itu jatuh di atas Kiara.


Kiara bahkan langsung menarik belakang kepala Erik dan menekan ke arahnya. Kiara kembali membuat Erik frustasi. Karena Kiara dengan kasar dan liar mencium Erik, bahkan seperti yang Erik lakukan kala itu.


Erik yang juga di pengaruhi oleh obat yang di berikan Kiara. Tak dapat menolak semua itu. Pada dasarnya dia juga punya perasaan pada gadis di bawahnya itu. Dan pada akhirnya terjadilah, terdengarlah jeritan kesakitan Kiara, saat Erik membuka segelnya dari seorang gadis menjadi seorang wanita.


Beberapa saat kemudian Erik terjatuh di samping Kiara. Pengaruh obat dan kelelahan membuatnya tidak sadarkan diri.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2