Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 44


__ADS_3

Untuk menghibur Tiara, sebenarnya Erik sedang menceritakan banyak lelucon yang dia dengar dari teman-temannya saat di penjara.


Tiara memang terlihat melihat ke arah Erik. Tapi pikirannya tertuju pada apa yang dia lihat tadi di acara pembukaan perusahaan Anderson itu.


Wajah yang sama, suara yang sama. Bagaimana mungkin itu bukan Kenzo. Tapi kalau itu Kenzo, bagaimana mungkin juga dia bisa tidak mengenali Tiara. Bagaimana bisa dia menggandeng wanita lain dengan begitu mesra. Bahkan Tiara melihat sendiri saat wanita itu duduk di pangkuan pria itu. Bagaimana mungkin Kenzo melakukan itu padanya.


'Ayolah Tiara, itu bukan Kenzo. Itu bukan Kenzo!' batin Tiara terus berusaha meyakinkan hatinya sendiri kalau pria itu bukanlah suaminya yang sangat mencintainya.


Dan Erik, dia bukannya tidak tahu kalau wanita yang dia cintai itu sedang memikirkan hal lain dan tidak fokus pada apa yang dia katakan. Hanya saja, Erik berusaha untuk tetap bersikap biasa, terus berusaha mengatakan hal yang menghibur.


"Apa kamu pernah baca buku menu di restoran, Tiara?" tanya Erik.


Karena mananya di panggil, Tiara pun lantas menoleh ke arah Erik.


"Hm...!"


Tiara hanya berdehem.


"Bagaimana membacanya?" tanya Erik.


"Membaca apa?" tanya Tiara yang memang tidak terlalu jelas mendengarkan apa yang Erik katakan padanya.


Erik lantas meraih pulpen dari saku kemejanya, lalu dia meraih sebuah tissue dari kotak tissue yang ada di atas meja dekat dengan gelas minuman mereka.


"Coba baca ini!" kata Erik.


Tiara langsung membenarkan posisi duduknya, dari yang tadinya menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Menjadi duduk tegak dan melihat ke arah tissue yang sudah di tulis oleh Erik.


"Menu!" kata Tiara.


"Coba baca dalam bahasa Inggris!" kata Erik yang memberikan tanda kurang di antara huruf Me-n-u.

__ADS_1


"Mi, en, yu!" kata Tiara yang lantas terkekeh sedetik setelah dia mengatakan itu.


Erik senang Tiara tertawa dengan leluconnya yang sebenarnya sangat kriuk, alias garing itu.


"Erik, astaga. Darimana kamu dapatkan hal seperti ini?" tanya Tiara.


"Aku senang kamu sudah bisa tertawa. Bagaimana kalau kita ajak anak-anak main ke taman bermain setelah mereka pulang sekolah?" tanya Erik.


"Baiklah!" kata Tiara.


***


Sementara itu di sebuah apartemen yang mewah di dekat perusahaan Anderson berada.


Seorang pria sedang duduk sendirian di balkon dengan gelas minuman di tangannya.


Pria itu adalah Geo. Tampaknya dia sedang memikirkan apa yang dikatakan oleh Erik saat mereka bertemu di pembukaan perusahaan Anderson tadi pagi.


Erik sepertinya sangat mengenal dirinya, dan memang hal itu yang dia butuhkan saat ini. Seseorang yang mengenal dirinya, siapa tahu akan ada petunjuk tentang ingatannya yang hilang sejak satu tahun yang lalu.


Jack tidak terima, putrinya dia buat depresi oleh pria itu. Hingga Jack membakar hangus pria itu, istri barunya dan rumah mereka tanpa sisa.


Mendapatkan kabar bahwa pria yang sangat dia cintai mati terbakar, Natasha bertambah parah lagi depresinya. Beberapa kali Natasha mencoba untuk mengakhiri hidupnya, bahkan harus di rawat secara intensif di sebuah rumah sakit.


Dan saat itulah, Natasha bertemu dengan Geo. Seorang pria di dorong di ranjang pasien berjalan oleh beberapa suster saat batu di pindahkan dari ruang operasi.


Pertama kali Natasha melihat pria itu, dia langsung jatuh hati pada Geo. Nama Georgino sendiri adalah nama pemberian Natasha.


Pria itu adalah korban tabrak lari, dia tidak membawa identitas apapun. Dan ketika dia sadar, dia bahkan tidak ingat siapa dirinya. Jack yang mengetahui kalau putrinya sangat menyukai pria itu memberikan identitas baru sebagai Georgino Anderson.


Padahal yang sebenarnya, pria itu adalah Kenzo Pratama. Bagaimana bisa dia selamat dari kecelakaan pesawat.

__ADS_1


Flashback On


"Aku sedang transit di Somalia sayang, aku sangat merindukanmu juga anak-anak. Aku sudah membelikan apa yang anak-anak minta. Hadiah untuk ibu juga ada, dan yang palung spesial adalah untukmu!" kata Kenzo yang bicara menggunakan ponselnya dengan Tiara.


"Aku juga sangat merindukan mu, begitu anak-anak mendengar kamu akan kembali hari ini. Mereka sangat senang, nanti aku ajak mereka menjemputmu di bandara ya?" tanya Tiara pada Kenzo.


"Iya sayang, mungkin pesawat yang aku tumpangi ini akan sampai jam delapan malam. Ingat untuk memakaikan jaket pada anak-anak ya, kamu juga harus pakai mantel yang tebal. Aku dengar di sana sedang musim hujan!" kata Kenzo lagi.


"Iya, pasti. Aku bahkan akan sampai di bandara sebelum jam delapan malam. Apa kamu sudah menghubungi ibu, atau aku yang akan katakan pada ibu kamu akan kembali malam ini?" tanya Tiara di ujung telepon.


"Sudah sayang, aku sudah menghubungi ibu sebelum berangkat dari Kanada, oh ya sayang sepertinya pesawatnya sudah mau berangkat, sudah ada panggilan. Sampai ketemu di sana sayang, aku sangat mencintaimu!" kata Kenzo.


"Aku akan menantimu, aku juga sangat mencintai mu!" kata Tiara.


Dan panggilan telepon itu berakhir. Tapi saat Kenzo akan memasukkan ponselnya ke dalam saku. Seseorang mengambil tas selempang yang dia pakai, di sana ada dompet dan semua dokumen penting milik Kenzo.


Orang itu lantas berlari keluar dan mengarah ke jalan raya. Kenzo mendengar panggilan dari bandara agar semua penumpang yang menumpang di pesawat yang akan membawanya kembali ke Indonesia untuk kembali ke pesawat. Tapi Kenzo berpikir, kalau dompet dan semua dokumen pentingnya ada di tas itu.


Kenzo pun memilih mengejar pencuri itu, karena dia pikir pencuri itu bisa saja menyalahgunakan semua dokumen pribadinya. Dompetnya, kartu identitasnya ada di sana. Ketika Kenzo berlari mengejar pencuri yang semakin menjauh dari bandara itu, ponselnya terjatuh karena dia menabrak seseorang.


Tapi karena pencuri itu terlihat semakin dekat karena menunggu mobil yang lewat saat akan menyebrang jalan. Kenzo lagi-lagi memilih untuk mengejar pencuri itu dan dia pikir dia akan mengambil ponselnya nanti setelah dia mendapatkan dompetnya.


Tapi saat tangan Kenzo nyaris meraih baju pencuri itu, pencuri itu langsung berlari menyebrang jalan.


Tentu saja Kenzo tak mau menyerah. Dia lantas ikut berlari menyebrang jalan. Tapi nahas karena sebuah kendaraan melaju cepat ke arahnya dan...


Brakkkk


Tabrakan pun terjadi, Kenzo terkapar di aspal jalanan. Beberapa orang datang dan mobil itu malah melarikan diri. Beberapa orang yang kasihan, akhirnya membawa Kenzo ke rumah sakit.


Flashback Off

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2