
Ketika baterai ponselnya sudah terisi lumayan banyak untuk bisa menghubungi Oline. Zicko pun menghubungi Oline.
Dan dia bertanya pada saudara sepupunya itu tentang obat yang seharusnya dia berikan pada Kiara. Dan begitu mengetahui obat yang salah sudah di berikan oleh Zicko, Oline jadi sangat panik.
Dia berusaha untuk menghubungi Kiara, tapi ponsel Kiara tidak bisa di hubungi. Apalagi ketika dia sedang berpikir. Mama Kiara menghubungi nya.
"Ha... halo Tante!" kata Oline gugup.
"Halo Oline, apa Kiara bersamamu? ponselnya tidak bisa di hubungi, dia harus minum obat lagi!" kata Tiara.
Oline yang takut terjadi sesuatu pada Kiara pun memilih untuk bicara jujur saja pada mamanya Kiara.
"Tante, Kiara sebenarnya.... Kiara...!"
"Oline ada apa?" tanya Tiara terdengar panik.
"Tante, jadi begini....!"
Di rumah Kenzo, Tiara tampak berkaca-kaca matanya ketika mendengar apa yang di sampaikan Oline padanya.
"Kiara mencintai Erik?" tanya Tiara.
"Iya Tante, Tante maaf, sepertinya adikku salah memesan obat. Tolong segera cek keadaan Kiara, Tante!"
Dan tanpa pikir panjang lagi, Tiara memutuskan panggilan telepon dengan Oline. Tiara mencari Kenzo, dan mengajaknya untuk pergi ke ruang Erik.
Di dalam mobil, Tiara terus minta suaminya untuk lebih mempercepat kecepatan laju mobilnya.
"Sayang, tapi ada apa? kenapa juga harus ke rumah Erik? dan harus buru-buru?" tanya Kenzo bingung.
Tiara sudah menangis, tapi dia tidak bisa menjelaskan semuanya pada Kenzo. Dia tidak menjelaskan bagaimana putri sulungnya itu nekad karena dia mencintai Erik, dan Erik terus menolaknya.
"Cepatlah pa! cepat?" kata Tiara yang berharap dirinya belum terlambat menghentikan perbuatan nekat putrinya itu.
Apalagi kata-kata Oline tadi yang mengatakan Kiara bahkan nekad melakukan apa saja agar Erik tidak pergi ke Australia. Tiara benar-benar panik, cemas dan takut. Seperti itukah jika seseorang mencintai sepihak. Apa seperti itu juga yang Erik rasakan pada Tiara selama ini.
Tiara selalu menolak Erik, dan Erik tidak pernah berhenti mengejar Tiara. Sampai Erik sadar sendiri kalau cintanya tidak akan pernah bersambut dan itu membuat Erik memilih pergi.
__ADS_1
Tapi karena keinginan terakhir Melani adalah ingin di antarkan oleh anak-anaknya ke tempat peristirahatan terakhirnya Erik pulang kembali ke negara ini. Tak di sangka ternyata Kiara serius dengan apa yang dulu di katakan nya.
Tiara masih ingat saat Tiara bertanya pada Kiara, apa cita-cita putri kecilnya itu kala itu. Kiara uang berusia delapan tahun mengatakan. Dia ingin menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik seperti mamanya dan ingin punya suami seperti paman Erik.
Tiara memejamkan matanya membuat air matanya mengalir deras. Dan itu juga membuat Kenzo uang sedang mengemudikan mobilnya menjadi sangat khawatir.
"Sayang, jangan membuatku takut. Sebenarnya ada apa?" tanya Kenzo lagi.
Tiara benar-benar tak bisa menjelaskan apapun pada suaminya. Tidak bisa, ludahnya kelu tidak bisa berkata-kata.
Hingga mereka tiba di pintu gerbang rumah Erik. Tiara melihat mobil Erik di sana. Tiara semakin cemas. Setelah penjaga gerbang membukakan pintu. Tiara langsung turun dengan cepat dari dalam mobil ketika Kenzo sudah menghentikan mobilnya di depan teras rumah Erik.
Tanpa bicara pada Kenzo, Tiara langsung bergegas berlari menuju kamar Erik. Kamar yang dulu di rombak, di renovasi dengan warna kesukaan Tiara ketika mereka sudah merencanakan pernikahan sebelum Kenzo di temukan dan kembali.
Brakkk
"Kiara!" teriak Tiara yang melihat putrinya berada di pelukan Erik.
Air mata Tiara berlinang, Tiara menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dia lihat.
Sementara Kenzo yang mendengar istrinya berteriak juga berlari menuju kamar yang terbuka pintunya itu.
"Tiara, pakaikan pakaian Kiara!" kata Kenzo yang langsung menghampiri tempat tidur itu dimana keduanya masih belum terlepas sepenuhnya dari pengaruh obat.
Kenzo mengambil sebuah gelas botol dan membantingnya ke lantai dengan sangat kencang.
Pranggg
Suara keras dari botol itu membuat kesadaran Erik perlahan kembali. Dia terkejut ketika melihat Kenzi di depannya.
Tiara menangis semakin menjadi ketika melihat noda merah di sprei tempat tidur Kiara.
Plakk
Tiara menampar anaknya itu agar segera sadar.
Erik yang melihat Tiara menampar Kiara berusaha mencegahnya. Tapi Kenzo sudah melemparkan celana pendek ke arah Erik.
__ADS_1
"Pakai itu brengsekk!" pekik Kenzo.
Kiara menangis melihat papa dan mamanya yang terlihat sangat marah. Dia tidak mengerti kenapa bisa seperti ini. Dia berpikir itu hanya obat tidur saja, tidak mungkin sampai membuat mereka benar-benar melakukan itu.
Tiara mengambil pakaian anaknya dengan jari hancur, dengan air mata yang berlinang. Sementara Erik yang sudah mengenakan celana pendeknya itu langsung di seret oleh Kenzo keluar dari kamar.
Bagh
Bugh
Bagh
Bugh
"Selamanya orang brengsekk, akan tetap menjadi brengsekk! Sadar tidak siapa yang kamu tiduri itu, itu anakku. Dia lebih pantas menjadi anakmu brengsekk!" pekik Kenzo sambil terus memukul Erik.
Kiara yang sudah berpakaian mendengar suara pukulan terus menerus. Dia cemas pada Erik, dia ingin berlari keluar tapi mamanya menahannya.
"Ma lepas ma, Paman Erik tidak salah. Kira ayng memberikan obat tidur padanya!" kata Kiara yang masih mengira yang mereka minum itu obat tidur.
Tiara benar-benar ingin lenyap dari muka bumi ini. Bagaimana anaknya yang begitu cerdas akademik nya begitu bodoh dalam persoalan seperti itu.
"Itu bukan obat tidur Kiara, itu bukan obat tidur!" teriak Tiara frustasi.
Tapi Kiara tidak perduli dan langsung berlari menuju ke arah Erik, meski setiap langkahnya sangat terasa menyakitkan baginya.
"Papa, jangan pukul lagi. Ini bukan salah paman Erik. Aku yang memberinya obat itu, aku yang tidak ingin dia pergi meninggalkan aku. Aku mencintai paman Erik pa, aku mencintai paman Erik!" kata Kiara dengan usak tangis dan melindungi Erik yang sudah tidak berdaya karena di pukuli oleh Kenzo.
Kenzo merasa dunianya hancur. Kenzo menatap nanar putrinya yang menangis setelah mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah melakukan sesuatu yang rasanya begitu menampar harga dirinya sebagai seorang ayah.
Mata Kenzo mengeluarkan air matanya. Ketika merasa di khianati oleh putrinya sendiri. Di khianati oleh sahabat yang sudah dia anggap saudara meskipun tadinya mereka adalah musuh.
Kenzo terduduk lemas di depan Kiara. Hatinya sebagai seorang ayah benar-benar hancur. Apa yang salah dengan didikannya pada putrinya itu sampai dia melakukan perbuatan yang membuat Kenzo serasa tak punya muka lagi menghadapi dunia.
Di dalam kamar tiara juga begitu terisak, dia bahkan sudah terjatuh lemas ke lantai. Memegang dadanya yang terasa sangat nyeri. Rasanya dia masih tidak bisa menerima apa yang dia saksikan dengan mata kepalanya sendiri itu.
***
__ADS_1
Bersambung...