
Di villa dimana Erik menyembunyikan Kenzo, anak buah dan dokter yang perawat yang mengurus Kenzo sedang menunggu kedatangan Erik dan Tiara.
"Selamat siang tuan!" kata Kenny.
"Dia ada di kamarnya?" tanya Erik.
Kenny pun lantas mengangguk dengan cepat karena memang Kenzo masih berada di kamarnya meskipun sudah sadar.
Erik menggandeng tangan Tiara dan mengajak Tiara ke kamar Kenzo, Erik tentu saja tahu letak kamar itu. Karena kemarin dia yang membawa Kenzo kemari.
Ceklek
Mendengar suara pintu terbuka, arah pandangan mata Kenzo yang tadinya melihat ke arah luar dinding kaca kamar itu yang tirainya sudah terbuka beralih ke arah suara pintu.
Ketika melihat Tiara, perasaannya sama yang muncul ketika dia berada di depan perusahaan Pratama dan di resto tempat dia makan malam dengan Natasha dan para direksi Anderson Company kembali memenuhi ruang dadanya.
Kedua pasang mata itu terkunci, Tiara juga tak bisa menepis rasa rindunya selama satu tahun berjumpa dengan Kenzo. Rasanya Tiara ingin memeluknya, memeluk suaminya yang sangat dia rindukan itu. Tapi hal itu tidak bisa dia lakukan, karena pria di depannya itu hilang ingatan.
Kenzo bahkan tidak mengingat Tiara, bagaimana Tiara bisa menghambur dan memeluk pria yang sangat dia cintai lebih dari dirinya sendiri itu.
Erik juga bisa melihatnya, kedua seolah sedang bicara lewat mata mereka. Erik paham situasi ini, untuk beberapa menit dia juga tidak menggangu dan membiarkannya. Tapi setelah dia lihat tidak ada reaksi lebih dari Kenzo. Dan itu artinya dia memang tidak mengingat Tiara. Erik pun menegur Kenzo.
Karena dia perduli pada Tiara, kalau masih di lanjutkan. Maka Tiara yang akan malu sendiri dan terluka hatinya.
"Selamat siang tuan Georgino Anderson. Atau aku bisa memanggilmu Kenzo Pratama?" tanya Erik yang lantas menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur Kenzo.
"Jadi apa aku benar-benar Kenzo Pratama?" tanya Kenzo bingung.
"Apa kamu kenal wanita yang berdiri di sana itu?" tanya Erik menunjuk tiara yang masih berdiri di dekat pintu.
__ADS_1
Kenzo mengalihkan pandangannya kembali pada Tiara.
"Ada perasaan berbeda, tapi aku tidak ingat siapa dia!" jawab Kenzo.
Dan jawaban Kenzo itu, berhasil membuat hati Tiara rasanya seperti teriris. Sangat sakit. Tiara bahkan memalingkan wajahnya ke arah lain karena air matanya menetes begitu saja, dan dengan cepat dia harus menyekanya.
Erik tahu Tiara menangis, tapi itu harus dia tanyakan.
"Apa yang pertama kali kamu ingat? atau apa yang kamu ingat, bagaimana kamu mendapati dirimu pertama kali kamu sadar?" tanya Erik lagi.
"Aku di rumah sakit, dan aku tidak ingat apapun. Natasha bilang dia kekasihku, dan kamu menikah. Setiap bulan kamu kontrol ke rumah sakit, aku rutin minum obat dari dokter Natasha, tapi bukannya semakin ingat akan masa laluku. Aku malah lupa semuanya!" kata Kenzo menjelaskan.
Erik langsung mengangguk.
"Dugaan ku benar, dugaan Tiara benar. Kata dokter, obat yang kamu konsumsi rutin itu, bukanlah obat untuk membantu mengingat masa lalu mu. Tapi obat itu adalah obat untuk melemahkan ingatan. Natasha ingin kamu lupa akan semua masa lalu mu. Karena kamu bukanlah Georgino Anderson, kamu adalah Kenzo Pratama. Pemilik Pratama grup, ayah dari Kenzi dan Kiara, dan suami dari Tiara!" jelas Erik panjang lebar.
Tatapan Kenzo kembali beralih pada Tiara.
Erik lantas berdiri, dia memanggil Tiara yang memang membawa beberapa album foto dari Kenzo kecil, remaja dan dewasa yang di simpan oleh Melani. Juga foto Kenzo dengan Tiara, ketika mereka pacaran, menikah dan juga bersama kedua anak mereka.
"Tiara, duduk lah di sini. Aku harus pergi. Nanti sore aku akan menjemputmu!" kata Erik pada Tiara.
Tiara pun berjalan pelan menghampiri Erik, setelah itu dia duduk di kursi yang tadi Erik duduki. Kenzo sama sekali tak melepaskan pandangannya pada Tiara.
Sebelum pergi, Erik sedikit membungkuk dan berbisik tepat di depan telinga Tiara.
"Aku percaya padamu!" kata Erik pelan membuat Tiara menganggukkan kepalanya perlahan.
Erik pun pergi meninggalkan villa itu dan meminta Kenny mengawasi keadaan sekeliling. Erik harus kembali ke kota agar tidak menimbulkan kecurigaan. Dia tahu kalau Natasha masih mengingat nya menghampiri Kenzo saat di pesta pembukaan perusahaan Anderson Company. Mungkin saja Natasha dan anak buahnya akan mencari keberadaan Kenzo di perusahaan Erik.
__ADS_1
Sedangkan Tiara sudah mulai bicara pada Kenzo.
"Aku... sebelumnya aku minta maaf jika aku harus melakukan hal ini bersama dengan Erik. Kami belum bertanya padamu, tapi kami malah membawa mu kemari. Jika kamu ingin kembali pada Natasha...!"
"Tidak, aku tidak ingin kembali padanya. Aku ingin tahu masa laluku. Di dekat Natasha aku sama sekali tidak merasakan perasaan apapun. Tapi di dekatmu, aku merasa...!"
Tangan Kenzo sudah menyentuh tangan Tiara, dan dia terdiam karena dia merasa dia punya perasaan, keinginan yang begitu kuat untuk bisa dekat dan menyentuh Tiara. Perasaan yang tidak pernah dia miliki saat bersama dengan Natasha.
"Kamu adalah Kenzo Pratama, aku adalah istrimu Tiara. Ini adalah anak kita, Kiara dan Kenzi. Tidakkah kamu lihat mereka berdua benar-benar seperti kloning dirimu!" kata Tiara berusaha menjelaskan semuanya dengan perlahan dan lembut pada Kenzo.
Tiara menunjukkan foto Melani pada Kenzo.
"Ini ibu kandung kamu, namanya Melani. Ibuku juga, karena aku sudah tidak punya siapapun. Hanya kalian berdua saat itu, saat aku terpuruk dan sendirian!" kata Tiara yang matanya sudah berkaca-kaca.
Kenzo terlihat terus berusaha memperhatikan dengan seksama semua foto yang di tunjukkan oleh Tiara. Dia berusaha untuk mengingatnya meskipun rasanya sangat sulit.
"Ini adalah foto pernikahan kita, delapan tahun lebih yang lalu!" kata Tiara lagi.
Mendengar apa yang di katakan oleh Tiara, dan melihat foto yang ada di hadapannya Kenzo tiba-tiba merasa sangat sedih.
"Kira-kira apa yang terjadi? apa aku kecelakaan? atau apa?" tanya Kenzo bingung.
Tiara menghela nafas panjang sebelum bicara. Butuh kekuatan untuknya mengatakan cerita satu tahun yang lalu yang juga menghancurkan hatinya, ibunya dan kedua anaknya itu.
"Satu tahun yang lalu, itu terakhir kita melakukan panggilan video. Saat itu kamu bilang kamu berada di bandara Somalia, karena pesawat yang kamu tumpangi transit di sana. Kamu bilang akan sampai jam delapan malam. Kami menjemputmu di bandara, aku dan kedua anak kita. Tapi saat kamu tiba di Bandara... !" Tiara menjeda kalimat yang ingin dia sampaikan.
"Apa yang terjadi?" tanya Kenzo yang lagi-lagi memegang tangan Tiara.
"Pesawat yang kamu tumpangi itu meledak, dan tidak ada satu pun yang selamat!"
__ADS_1
***
Bersambung...