Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 11


__ADS_3

Tiara menatap ke arah Kenzo, meski apa yang dikatakan Kenzo itu sudah di pikirkan juga oleh Tiara. Tapi dia tidak menyangka kalau akan secepat ini Kenzo menyatakan cintanya pada Tiara.


“Tiara, apa kamu akan membiarkan aku seperti ini terus. Jujur ya, ini agak pegal” kata Kenzo yang membuat Tiara langsung terkekeh.


Tiara langsung menganggukkan kepalanya di sela kekehannya itu. Kenzo memang seperti itu, dia selalu bisa membuat Tiara tersenyum.


“Aku mau!” kata Tiara.


Mendengar jawaban Tiara, Kenzo langsung berdiri lalu memeluk Tiara dan mengangkat tubuh Tiara sambil bersorak bahagia. Kenzo mengangkat tubuh Tiara dan membawanya berputar dengan begitu bahagia.


Keduanya kemudian terduduk bersama di atas pasir pantai. Dengan pemandangan yang begitu indah, perasaan mereka juga sama dengan pemandangan senja itu. Begitu bahagia dan penuh dengan cinta.


“Mulai sekarang aku akan memanggilmu sayang!” celetuk Kenzo.


Tiara hanya diam, dia tidak terlalu aneh dengan panggilan itu. Sebab dulu Erik juga sering memanggilnya begitu. Tapi tidak masalah, karena Tiara memang sudah benar-benar melupakan Erik dan ingin membina hubungan baru dengan Kenzo.


Kenzo lantas mengajak Tiara pulang ke rumahnya, dia juga membagi kebahagiaan itu pada ibunya. Kenzo bahkan mengatakan dia pulang membawa calon menantu untuk ibunya.


“Ibu, aku dan calon menantu mu pulang!” kata Kenzo sambil menggandeng tangan Tiara masuk ke dalam rumah.


Tapi Tiara langsung menarik tangannya, membuat Kenzo berhenti dan berbalik ke arah Tiara.


“Ada apa?” tanya Kenzo.


“Kenapa mengatakan calon menantu? Malu pada ibu?” tanya Tiara yang sangat malu mendengarnya.


“Kan kamu memang calon menantu ibuku, kamu kekasihku, aku anak ibuku. Yah, itu sama artinya kamu calon menantu ibuku!” kata Kenzo lalu meraih kembali tangan Tiara untuk dia genggam lagi.


Tapi belum mereka bertemu atau mendengar sahutan dari Melani. Seorang wanita muda keluar dari ruang tengah menyapa Kenzo.


“Hai Ken, apa kabar? Lama kita gak ketemu?” tanya wanita itu yang membuat Kenzo menggenggam tangan Tiara dengan kuat.

__ADS_1


Tiara yang merasakan genggaman Kenzo semakin mengerat pun segera melihat ke arah Kenzo dan wanita itu secara bergantian.


Kenzo terlihat kesal, dan wanita yang menyapanya sambil tersenyum itu terlihat sedih. Tiara tak mengerti, tapi dia juga tak mau bertanya, takutnya dia di anggap kepo dan terlalu ikut campur. Tiara hanya diam, sambil menunggu Kenzo menjelaskan siapa wanita itu atau setidaknya mengenalkan siapa wanita itu pada Tiara.


Melani yang keluar dari ruang tengah lantas memperhatikan Kenzo yang diam dan melihat ke arah wanita muda itu dengan tatapan marah.


“Eh, Tiara sayang. Kenalin, ini Hani temannya Kenzo. Dia juga adalah anak teman Tante. Sini masuk sayang!” kata Melani sambil menghampiri Tiara dan mengajaknya mendekat ke wanita muda yang di panggil Hani tadi.


“Tiara sayang, kenalin. Ini Hani temannya Kenzo. Hani, ini Tiara pacarnya Kenzo!” kata Melani sambil tersenyum.


Saat Melani mengatakan kata pacar, Melani sengaja mengatakan kalimat itu dengan penuh penekanan. Agar Hani bisa mendengarnya dengan jelas.


Dan seperti apa yang di inginkan Melani, ketika Hani mendengar hal itu. Hani terlihat terkejut, matanya bahkan sudah berkaca-kaca saat melihat ke arah Tiara. Apalagi ketika Tiara mengulurkan tangannya untuk berkenalan, Hani terlihat semakin sedih.


Tapi Hani mencoba untuk tersenyum dan menjabat uluran tangan Tiara.


“Tiara!”


“Sudah malam, sebaiknya Hani pulang saja ya. Katakan pada mama kamu, terimakasih banyak untuk oleh-olehnya. Kami sangat menghargainya, maaf ya Tante dan Kenzo tidak bisa mengantar!” kata Melani sambil tersenyum.


Tiara yang melihat Melani berkata seperti itu semakin merasa ada yang Kenzo belum ceritakan padanya. Wanita bernama Hani itu terlihat sedih, Kenzo terlihat marah. Dan Melani terlihat menyembunyikan semua masalah yang ada dari Tiara. Tapi sepertinya, Melani juga ingin menjauhkan wanita bernama Hani itu dari Kenzo.


“Iya Tante, nanti Hani sampaikan. Kenzo, aku pulang dulu. Selamat malam!” kata wanita itu dengan suara yang sangat pelan.


Tiara bahkan bisa melihat kalau mata wanita itu berkaca-kaca. Tapi dia juga tak mungkin bertanya, Hani kenapa kan.


Setelah Hani pergi, Melani menyajikan makan malam untuk mereka bersama.


“Seharusnya kamu kabari ibu, Kenzo. Ibu kan bisa siapkan fruit cake kesukaan mu untuk merayakan hari jadi kalian. Ya ampun, ibu senang sekali!” kata Melani sambil merapikan makanan di atas meja di bantu oleh Tiara.


Tapi mata Tiara sesekali tetap melirik ke arah Kenzo yang sejak tadi masih diam dan wajahnya terlihat memikirkan sesuatu yang begitu rumit.

__ADS_1


“Kenzo, ambilkan lilin di gudang ya tolong!” kata Melani yang seolah memang ingin Kenzo pergi dari ruang makan.


Tapi Kenzo memang terlihat seperti orang yang sedang tidak fokus. Tanpa bertanya, padahal biasanya Kenzo adalah orang yang sangat berpikir kritis. Dan lagi kalau di pikir-pikir lagi, untuk apa lilin kan? Tapi Kenzo malah berdiri, tanpa menjawab dan langsung pergi ke arah gudang.


Setelah Kenzo pergi, Melani pun mengajak Tiara untuk duduk.


“Kamu pasti ingin tahu, siapa Hani itu? Iya kan Tiara?” tanya Melani.


Tiara yang sudah merasa sangat akrab dengan Melani pun tak segan untuk menganggukkan kepalanya.


“Iya Tante, kelihatannya Hani sangat sedih. Kelihatannya Kenzo sangat marah, jika Tante tidak keberatan, boleh aku tahu, sebenarnya ada hubungan apa Hani dengan Kenzo?” tanya Tiara sangat hati-hati.


Melani menghela nafas panjang, ternyata apa yang dia pikirkan memang benar. Tiara bisa melihat semuanya. Jadi Melani merasa apa yang dia lakukan benar, memang seharusnya menceritakan yang sebenarnya pada Tiara.


“Mereka dulunya sepasang kekasih...!”


Deg


Mendengar apa yang Melani katakan, Tiara begitu terkejut. Seperti jantungnya dikejutkan oleh sesuatu, dan itu terasa sangat tidak menyenangkan.


“Tapi itu dulu Tiara, Hani memilih sekolah di luar negeri dan meninggalkan Kenzo. Sejak saat itu hubungan mereka sudah berakhir. Itu pilihannya, jika sekarang dia kembali dan Kenzo sudah memiliki kamu. Tidak ada yang bisa dia salahkan, selain dirinya sendiri. Itu benar kan Tiara?” tanya Melani.


Tiara hanya diam, kemudian dia mengangguk paham. Tapi dari mata Kenzo terlihat dia sangat marah pada Hani. Mungkin masalah sebenarnya memang tidak sesederhana apa yang Melani katakan.


Tapi saat Tiara akan bertanya lagi, Kenzo sudah datang. Tiara pun mengurungkan niatnya tersebut. Mereka makan malam bersama. Tiara bisa melihat kalau suasana hati Kenzo masih tak baik. Tiara memilih diam, karena tak ingin suasana hati Kenzo semakin memburuk.


Melani juga cukup lega, karena Tiara memang tidak seperti wanita muda lain yang begitu di beritahu tentang mantan dari kekasihnya langsung cemburu tidak karuan.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2