Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 41


__ADS_3

Tiara, Erik, Melani dan kedua cucunya sudah sampai di restoran. Ini benar-benar hanya acara keluarga saja. Karena Erik dan Tiara memang sudah tidak punya orang tua lagi, hanya Melani seorang.


Keluarga Erik dulu juga sudah mengucilkan Erik karena dia pernah di penjara. Untungnya selama beberapa tahun ini Erik sudah membuktikan kalau dirinya sudah benar-benar berubah. Erik bukan Erik yang dulu, yang hanya tahu menghabiskan uang keluarganya dan membuat masalah terus menerus.


Erik sekarang adakah Erik yang punya perusahaan sangat besar, punya cabang di beberapa kota lain. Dan termasuk pengusaha muda yang namanya sudah patut untuk di perhitungkan.


Erik sudah memesan sebuah ruang VIP. Di tempat itu juga di buat senyaman mungkin untuk Kenzi dan Kiara.


Erik menyematkan sebuah cincin di jari manis Tiara. Tadinya Tiara masih enggan untuk melepaskan cincin pernikahannya dengan Kenzo. Namun karena permintaan Melani, yang tidak ingin Tiara terus di bayang-bayangi masa lalunya. Tiara pada akhirnya melepas cincin itu dan menyimpannya.


Sekarang jari manis yang selama tujuh tahun mengenakan cincin pernikahan dengan Kenzo itu pun akhirnya di isi cincin pertunangannya dengan Erik.


Kenzi dan Kiara terlihat sangat senang. Apalagi ada semangkuk besar eskrim yang ada di depan mereka. Acara makan malam sekaligus pertunangan Erik dan Tiara itu berlangsung lancar. Mereka sengaja tidak mengundang rekan kerja atau orang kepercayaan mereka. Karena ingin suasana lebih family and warm begitu. Lebih untuk kenyamanan Tiara juga kedua anaknya.


Saat sedang makan eskrim, tiba-tiba saja Kenzi menjatuhkan eskrim di bajunya.


"Mama, sorry!" kata Kenzi.


Tiara lantas tersenyum, melihat wajah anaknya yang terlihat sedih.


Tiara lantas tersenyum dan mengajak Kenzi untuk pergi ke toilet.


"Sebentar ya Erik, Bu!" kata Tiara.


"Mau ibu bantu nak?" tanya Melani.


"Tidak Bu, sebentar kami kembali!" kata Tiara.


Tiara lantas menggandeng tangan Kenzi keluar dari ruangan itu. Mereka menuju ke toilet wanita, dan untuk menuju ke toilet wanita itu mereka akan melewati ruangan VIP lain. Saat Tiara dan Kenzi berjalan melewati ruangan VIP itu.


Dari arah dalam, ternyata ada seorang pria yang perasaannya rasanya begitu familiar. Persis seperti saat dia berada di jalan tadi pagi, dan itu membuatnya terus melihat ke arah pintu keluar dari ruangan itu.


"Honey, ada apa?" tanya wanita yang sedari tadi terus bergelayut manja padanya.


Hingga membuat pria itu sebenarnya agak kesulitan untuk bisa makan malam dengan baik dan tenang.


"Aku mau ke toilet!" kata Geo.

__ADS_1


Ya, pria itu adalah Geo. Dia sedang makan malam dengan para karyawan kepercayaan dan staf direksi yang bekerja di perusahaan yang akan dia pimpin, yang akan diresmikan juga besok pagi.


"Oh oke, jangan lama-lama ya!" kata Natasha.


Geo pun berpamitan pada yang lain, dia perlahan keluar dari pintu ruangan VIP itu dan melihat ke arah perasaannya membawanya untuk memandang ke arah sana.


Tapi saat Geo menoleh ke sebuah tempat, di sana tidak ada siapapun. Dan tempat itu adalah jalan menuju toilet wanita. Meski dengan langkah ragu namun Geo merasa kalau kakinya juga ingin melangkah ke tempat itu.


Sementara Geo melangkah ke arah toilet wanita, Tiara sedang membersihkan baju Kenzi yang terkena noda eskrim.


"Harus segera di bersihkan ya ma?" tanya Kenzi.


"Iya sayang, kalau tidak nanti nodanya akan sangat sulit hilang meskipun di cuci!" kata Tiara.


"Begitu ya ma?" tanya Kenzi lagi.


"Iya sayang, tidak apa-apa. Ini hanya sebentar!" kata Tiara.


Dan saat Tiara dan Kenzi masih berada di dalam toilet. Mereka mendengar suara dari luar toilet itu.


"Maaf tuan, ini adalah toilet wanita. Toilet pria di sebelah sana!" kata pelayan yang mendapati Geo sedang berdiri dan akan membuka pintu toilet wanita yang di dalamnya sedang ada Tiara dan Kenzi.


"Maaf, dimana toilet pria?" tanya Geo pura-pura.


Dia memang tidak tahu dimana toilet pria, tapi dia juga tidak ingin benar-benar ke toilet.


"Di sana tuan!" kata pelayan wanita itu.


"Thank you!" kata Geo.


"You're welcome sir!" sahut pelayan wanita itu.


Geo lalu berjalan ke arah yang di tunjukkan oleh pelayan wanita itu.


Tak berapa lama, Tiara dan Kenzi sudah keluar dari toilet wanita.


"Sudah bersih kan!" kata Tiara.

__ADS_1


"Thank you mama!"


"Sama-sama sayangku!" kata Tiara yang mencium gemas pipi Kenzi.


Mereka pun kembali ke ruangan mereka lagi. Sedangkan Geo dia masih terus memikirkan, sebenarnya ada apa dengan dirinya. Selama satu tahun lebih tinggal di Somalia, dia tidak pernah merasakan perasaan seperti itu. Seperti ada seseorang yang sangat dekat dan perasaan itu membuncah. Jantung Geo pun terasa berdetak semakin cepat dan kuat.


Geo benar-benar yakin, kalau ada yang di sembunyikan oleh Natasha dan Jack darinya.


Malam sudah semakin larut, Erik dan Tiara juga keluarga mereka pun memutuskan untuk pulang. Karena besok pagi Tiara masih ada undangan untuk peresmian pembukaan perusahaan yang akan berkerja sama dengan perusahaan nya juga Erik.


Setelah mengantarkan Tiara pulang, Melani mengajak anak-anak untuk masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.


"Aku akan menjemputmu besok pagi!" kata Erik pada Tiara.


"Baiklah, kamu hati-hati di jalan ya!" kata Tiara.


Tapi saat Tiara akan berjalan masuk ke dalam rumah. Erik menahan tangan Tiara, Erik memegang pergelangan tangan Tiara itu dan menatapnya sangat mesra.


Tiara yang di tatap seperti itu pun menundukkan kepalanya. Dia merasa tidak nyaman.


"Jangan menatapku seperti itu!" kata Tiara canggung.


"Boleh aku mencium mu?" tanya Erik yang lantas membuat mata Tiara melebar ketika dia mengangkat kepalanya dan menatap Erik.


"Erik, tapi ini... tidakkah kamu pikir ini terlalu...!"


"Hanya di kening!" kata Erik menyela kegugupan Tiara.


Erik juga paham kalau mungkin Tiara masih belum bisa move on sepenuhnya dari Kenzo. Mengingat bagaimana dulu mereka saling cinta, bagaimana mereka dulu saling mendukung dan percaya. Erik bahkan yakin, Tiara menerima lamarannya untuk bertunangan juga hanya karena Melani, Kenzo dan Kiara.


Tapi Erik juga ingin lebih dekat lagi dengan Tiara. Erik ingin menunjukkan kalau perasaannya tulus dan dengan itu, dia akan membuat Tiara juga mencintai dirinya.


Tiara lantas diam, cukup lama dia berpikir sampai dia menganggukkan kepalanya perlahan.


Jangan tanya seperti apa bahagianya Erik. Sambil tersenyum dia lantas mendekati Tiara, menggenggam kedua tangannya dan mencium kening Tiara.


Bukan hanya sekedar kecupan, tapi sebuah ciuman yang panjang, seperti penantian Erik untuk mendapatkan hati Tiara kembali.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2