
Erik sudah kembali ke depan ruang operasi setelah mengurus semua administrasinya. Erik minta pada supirnya, agar mengikuti para perawat membawa ke manapun Kenzo pergi. Untuk selanjutnya bisa memberikan informasi di mana ruang operasi Kenzo saat ini.
Setelah Erik sampai di depan ruang operasi sopirnya Erik pun meminta izin untuk kembali ke mobil.
Kurang dari setengah jam, Tiara dan yang lain sampai di rumah sakit. Mereka pun segera menghampiri Kenzo yang sudah mengirimkan di mana lokasinya saat ini kepada Tiara.
"Erik, bagaimana Kenzo?" tanya Tiara dengan wajah yang begitu panik sambil menggandeng Kenzi yang terlihat sangat sedih dengan apa yang sudah terjadi.
Meskipun Tiara sudah mengatakan kalau semua itu, semua yang terjadi bukan salah Kenzi. Tapi tetap saja anak kecil berusia lima tahun lebih itu masih tetap merasa bersalah. Karena demi menolong dirinya, papanya sampai terluka seperti itu.
Padahal tidak ada satu orang pun dari keluarganya yang menyalahkan Kenzi. Tapi hari Kenzi yang lembut yang lebih mirip dengan mamanya, membuat Kenzi tak bisa tenang sebelum mengetahui keadaan papanya baik-baik saja.
"Masih di operasi. Kita tunggu saja, sambil berdoa!" kata Erik lewat ekspresi wajah tenang.
Meskipun sebenarnya dia panik tapi dia berusaha untuk bersikap sangat tenang demi tidak membuat Tiara dan kedua anaknya juga Melani menjadi lebih panik lagi.
Beberapa lama kemudian, seorang dokter keluar dari ruang operasi tersebut setelah lampu yang berada di atas pintu ruang operasi tersebut padam.
Erik tentu saja segera menghampiri dokter tersebut, bukan hanya Erik tapi Tiara juga menghampiri dokter itu.
"Bagaimana dokter? bagaimana keadaan Kenzo?" tanya Erik yang begitu panik.
Melani yang sejak tadi menggenggam tangan Kiara melihat ke arah Erik. Dia begitu merasa beruntung di saat sulit keluarganya ada Erik yang selalu setia mendampingi dan ada untuk membantu mereka, dia benar-benar sudah menganggap Erik seperti anaknya sendiri.
"Alhamdulillah, operasi nya berhasil. Dan sepertinya akan ada kabar baik. Tapi kita tunggu dulu sampai pasien sadar ya, mungkin dia atau tiga jam lagi, setelah pasien dipindahkan ke ruang rawat kalian bisa menjenguknya!" kata dokter itu yang pembawaannya sangat tenang.
__ADS_1
Erik mengusap wajahnya merasa bersyukur karena operasi yang dilakukan kepada Kenzo berhasil. Dan Tiara juga menghela nafas lega sambil memeluk Kenzi.
"Kenzi dengar kan apa kata dokter? papa selamat? papa akan baik-baik saja!" kata Tiara.
Beberapa saat kemudian, Tiara dan yang lain ke ruang rawat dimana Kenzo di rawat. Setelah menunggu dua jam lebih, Kenzo pun akhirnya sadar. Matanya terbuka perlahan, ini yang pertama dia lihat adalah Tiara.
"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Kenzo membuat Tiara tertegun sejenak.
Erik yang melihat Kenzo sudah sadar dan berkata seperti itu pun segera memanggil dokter.
"Bu!" lirih Kenzo saat tatapannya mengarah pada Melani.
"Kenzo!" kata Melani yang mendekati Kenzo dan memeluk anaknya yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit itu.
"Kiara, Kenzi kalian tampak lebih besar nak!" kata Kenzo yang saat ini benar-benar berbicara seperti Kenzo yang dulu.
"Dokter, coba periksa dia!" kata Erik pada dokter yang memang sejak awal datang tadi menangani Kenzo.
Beberapa menit dokter itu memeriksa gincu dan memberikan beberapa pertanyaan kepada Kenzo. Setelah serangkaian pemeriksaan itu dokter tersebut tersenyum melihat ke arah Erik dan Tiara secara bergantian.
"Alhamdulillah, ingatan pasien sudah kembali!" kata dokter yang sejak keluar dari ruang operasi tadi memberikan kisi-kisi kalau akan ada kabar baik yang didengarkan oleh keluarga Kenzo.
Semua orang terlihat bersyukur, Tiara juga ikut memeluk Kenzo bersama dengan kedua anaknya.
Erik yang melihat keluarga Tiara seperti sangat bahagia dan terlihat seperti keluarga yang utuh, merasa kalau dirinya memang harus sedikit memberikan ruang kepada keluarga yang baru bersatu kembali setelah terpisah beberapa lama itu untuk bisa saling melepas rindu.
__ADS_1
Erik pun pamit dari sana, dia keluar dari ruangan itu dan menunggu di luar ruangan.
"Alhamdulillah nak, ingatan kamu sudah kembali. Ibu sangat bersyukur!" kata Melani.
"Sebenarnya apa yang terjadi Bu, saat itu terakhir aku hanya ingat setelah aku menghubungi Tiara melalui panggilan video call ada seseorang yang mencuri dompetku. Itu ada di bandara Somalia, tempat pesawat yang aku tumpangi dari Kanada transit. Aku mengejar orang itu sampai keluar Bandara dan ketika di jalan Aku tidak melihat ternyata ada mobil yang menabrak ku, rasanya sangat sakit, dan setelah itu aku tidak tahu apa lagi yang terjadi. Saat aku bangun, aku melihat Tiara di sini!" kata Kenzo menjelaskan apa yang sebenarnya sudah terjadi padanya.
"Kamu sudah menghilang selama satu tahun Kenzo, lihat Kiara dan Kenzi. Bukankah mereka sudah bertambah besar?" tanya Tiara yang tidak dapat lagi membendung air matanya.
Tiara pantas menceritakan semuanya tentang apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Dari mulai pertama kali dirinya melihat Kenzo yang datang bersama dengan Natasha Anderson, yang saat itu beridentitas sebagai Georgino Anderson.
"Aku menikah lagi?" tanya Kenzo bingung.
"Itu terjadi saat kamu hilang ingatan Kenzo, dan saat ini wanita itu sedang kembali ke negaranya karena dia depresi kehilangan kamu!" kata Tiara menceritakan pada Kenzo apa yang tidak dia ingat.
Mata Kenzo terus memandang ke arah Tiara, dia tahu kalau saat-saat yang terjadi ketika Tiara menceritakan semua itu pasti sangat sulit bagi istrinya itu. Bagaimana istrinya itu melihat Kenzo berdiri di samping seorang wanita lain dan mengatakan kalau itu istrinya, pasti hal itu sangat menyakitkan bagi Tiara.
"Maafkan aku, kamu pasti sangat terluka saat itu!" kata Kenzo meraih tangan Tiara.
Tiara yang masih menangis hanya menganggukkan kepalanya perlahan.
"Bukan salahmu Kenzo, saat itu kamu hilang ingatan!" kata Tiara.
"Tapi sekarang, Kenzo sudah ingat kembali. Dia sudah bersama dengan kita lagi. Keluarga kita akan lengkap dan bahagia lagi seperti dulu!" ucap Melani yang benar-benar bersyukur dan bahagia karena keluarganya kembali seperti dulu lagi.
Saat Melani berkata seperti itu, Tiara merasa begitu sedih dalam hatinya. Karena sebentar lagi seperti perjanjiannya dengan Erik. Kalau Kenzo sudah mendapatkan kembali ingatannya. Dan sudah kembali bersama dengan Melani dan kedua anaknya, maka saat itulah dia harus memenuhi janjinya kepada Erik. Yaitu, menceraikan Kenzo dan menikah dengan pria yang sudah membantunya menyelamatkan ayah dari kedua anaknya itu.
__ADS_1
***
Bersambung...