
Hani akhirnya mendekam di penjara dengan kasus penculikan palsu. Dia benar-benar mempermalukan dirinya sendiri dan keluarganya. Begitu mendengar kronologi kejadian dari polisi tak satupun keluarganya yang mau menjamin dirinya. Ayah dan ibunya benar-benar malu.
Mereka sadar, itu semua terjadi karena mereka terlalu memanjakan anak mereka itu. Akibatnya Hani sama sekali tidak berpikir panjang, bahkan tidak peduli pada nama banyak keluarganya sendiri hanya demi kepentingannya. Dan yang lebih membuat keluarganya malu adalah karena dia melakukan semua itu hanya untuk mendapatkan perhatian seorang pemuda. Itu benar-benar memalukan.
Dan karena apa yang sudah terlanjur Erik ucapkan. Setelah mengajak Tiara jalan-jalan di hari itu, dia benar-benar tak lagi mengganggu Tiara. Erik hanya sesekali menegur Tiara seperti menegur teman sekelasnya yang lain. Tiara dan Kenzo hubungan mereka juga semakin dekat.
Beberapa bulan berlalu, Kenzo pun wisuda dan dia mendapatkan pekerjaan yang sangat baik. Suatu hari, dia menjemput Tiara di kampusnya.
Dan saat itu tak sengaja di belakang mereka ada Erik. Kenzo menggandeng tangan Tiara terus memeluk Tiara menuju ke dalam mobil. Erik yang berada di belakangnya melihat hal itu dengan sangat kesal. Dia bahkan mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya karena kesal.
Sudah beberapa kali Erik menjalin hubungan dengan gadis lain. Tapi tak ada yang seperti Tiara. Tak ada gadis yang cintanya tulus tanpa pamrih seperti Tiara. Erik benar-benar menyesal telah melepaskan Tiara yang begitu berharga.
Hingga saat Erik masih mengikuti mereka tanpa di sadari oleh Tiara dan Kenzo. Erik mencuri dengar apa yang Tiara dan Kenzo katakan.
"Jadi aku harus pergi sayang, tidak lama besok pagi atau paling lambat besok siang juga aku sudah kembali!" kata Kenzo.
"Yah, kan nanti malam malam minggu. Apa pergi ke luar kotanya tak bisa di tunda. Lusa saja, kita nonton dulu!" kata Tiara manja.
Kenzo yang jarang mendapatkan rengekan seperti itu dari Tiara lantas mencubit hidung kekasihnya itu.
"Sejak jalan cintaku ini manja begini?" tanya Kenzo.
Tiara pun terkekeh.
"Aku hanya bercanda, kamu hati-hati ya nanti. Nyetir sendiri atau ada supir dari perusahaan?" tanya Tiara.
__ADS_1
"Ada supir sayang!" kata Kenzo.
"Bagus kalau begitu. Kamu bisa istirahat saat di perjalanan nanti. Aku tidak akan kemana-mana. Aku akan di rumah saja, kamu baik-baik ya di sana. Jangan nakal!" kata Tiara yang langsung membuat Kenzo terkekeh.
Mereka lantas masuk ke dalam mobil dan meninggalkan area kampus. Setelah melihat mobil Kenzo pergi, tiba-tiba saja muncul ide jahat di kepala Erik.
"Tiara, kamu tidak pergi kemana-mana malam ini kan? bagus!" kata Erik dengan tatapan mata yang sulit di artikan.
Tiara mengantar keberangkatan Kenzo keluar kota bersama Melani. Dan setelah Kenzo berangkat, Tiara pun berpamitan pada Melani untuk pulang ke rumahnya.
"Mau tante antar sayang?" tanya Melani.
Tiara langsung menggelengkan kepalanya, sebab tadi dia melihat Melani sedang mengerjakan banyak pesanan kue dari pelanggan.
"Tidak usah Tante, ini kan masih sore. Lagipula rumahku tidak jauh, jalanan juga pasti masih ramai. Aku pulang ya Tante, assalamualaikum!" kata Tiara yang langsung meraih tangan Melani dan mencium punggung tangannya.
"Waalaikumsalam, hati-hati di jalan ya nak!" kata Melani.
Tiara menganggukkan kepalanya, kemudian dia keluar dari rumah Melani. Melani juga langsung masuk kembali ke dalam rumah setelah melihat Tiara menjauh dan di jalan juga terlihat masih ramai orang dan pedagang yang lalu lalang. Melani segera kembali mengerjakan pekerjaannya, hari ini ada banyak sekali pesanan dari pelanggan. Maklum saja, ini weekend.
Sedangkan Tiara yang melihat berbagai penjual makanan ringan di pinggir jalan pun mampir ke salah satu penjual cireng isi pedas dan membelinya.
Tiara memakan jajanannya itu sambil berjalan ke rumahnya, karena merasa makanannya pedas. Tiara mempercepat langkahnya menuju rumah. Tapi saat di gang sepi. Tiara yang terburu-buru sampai tidak menyadari kalau ada yang sedang mengikutinya dari belakang.
Tiba-tiba saja, Taira di bekap dari belakang dengan kain atau saputangan yang sudah di beri obat bius. Tiara berusaha berteriak, tapi suaranya tak bisa keluar. Tiara berusaha melepaskan bekapan itu, tapi kurang dari dua puluh detik dia sudah lemas dan tak sadarkan diri.
__ADS_1
Begitu Tiara pingsan, orang yang membekap Tiara itu langsung menggendong Tiara dan memasukkan Tiara yang tak sadarkan diri ke dalam mobilnya.
Orang yang memakai topeng itu lantas menutup pintu mobil bagian belakangnya. Lalu dia pindah ke kursi kemudi. Sebelum menyalakan mesin mobilnya. Orang itu membuka penutup wajahnya. Lalu menoleh ke belakang. Ternyata orang itu adalah Erik.
"Tiara, kamu akan jadi milikku. Sekarang, dan selamanya!" gumam Erik.
Setelah itu dia tersenyum menyeringai, menghadap ke depan lagi dan menyalakan mesin mobilnya. Erik pun lantas melaju jauh dari kota, menuju ke pinggiran kota, tepatnya berdekatan dengan sebuah hutan. Di sana ada sebuah gudang.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam, Erik akhirnya sampai di tempat itu. Dengan cepat dia membawa Tiara keluar dari dalam mobil. Dan kondisi Tiara saat itu masih pingsan.
Erik masuk ke dalam gudang itu bersama Tiara, laku kembali menutup pintu gudang itu dan menguncinya dengan rantai dan gembok.
Erik merebahkan tubuh Tiara di atas sebuah sofa panjang yang sudah usang tapi sepertinya sudah di bersihkan. Di gudang itu juga ada sebuah lampu besar, sepertinya Erik memang sudah mempersiapkan segalanya.
Tangan Tiara di ikat ke belakang punggungnya, dan kakinya juga di ikat sedemikian rupa. Erik lantas membelai wajah Tiara dengan lembut.
"Sayang, kamu akan jadi milikku. Seharusnya memang begitu kan? kamu tidak boleh jadi milik orang lain. Hanya boleh jadi milikku, kita sudah bersama cukup lama. Satu kesalahan ku saja seharusnya kamu memaafkan bukan malah meninggalkan aku dan berbahagia dengan si Kenzo itu. Ck... tapi sudahlah. Cepatlah sadar, karena tidak akan seru bermain dengan mu yang pingsan. Setelah ini kamu tidak akan pernah bisa pergi dariku lagi Tiara... tidak akan pernah!" kata Erik tak melepaskan tangannya dari wajah Tiara.
Sementara itu sejak tadi Kenzo berusaha untuk istirahat tapi tak juga bisa memejamkan matanya.
"Tidur saja tuan, nanti malam kan ada meeting penting! tenang saja tuan. Saya tidak akan ngebut!" kata supir perusahaan itu.
Tapi Kenzo hanya mengangguk dan tersenyum.
'Ada apa ya, kok perasaan ku tidak enak sama sekali. Apa aku telepon ibu dan Tiara dulu ya?' batin Kenzo mengeluarkan ponselnya berniat menghubungi ibunya dan juga Tiara.
__ADS_1
***
Bersambung...