Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 14


__ADS_3

“Untuk apa menyiksa diri sendiri seperti ini?” tanya Tiara pada Kenzo.


Kenzo perlahan bangun dan berdiri. Wajahnya sudah pucat karena kedinginan. Tiara bisa melihat tangan Kenzo yang tampak berkerut ujung jarinya.


Meski hatinya kesal, tapi dia belum lupa siapa yang sudah membantunya selama ini. Membantunya mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya yang tadinya dicurangi oleh saudara dari ayah kandungnya sendiri.


Lalu membantunya melewati masa-masa sulit melupakan orang yang tadinya paling dicintai yang sudah mengkhianati nya. Tiara juga tak mau sampai Kenzo sakit.


Tiara pun akhirnya mengajak Kenzo untuk masuk ke dalam. Tiara meminta asisten rumah tangganya untuk membuatkan teh hangat untuk Kenzo. Sedangkan dia mencari pakaian yang bisa di pakai oleh Kenzo.


Setelah ganti pakaian Kenzo duduk bersama dengan Tiara di meja makan.


“Tiara aku minta maaf atas apa yang kamu lihat...!”


“Memangnya kamu tahu, aku lihat apa?” tanya Tiara dengan nada ketus.


Kenzo pun mengangguk.


“Hani memelukku di jalan malam itu, tapi Tiara itu tidak seperti apa yang kamu pikirkan...!”


“Tidak seperti yang aku pikirkan katamu, kenapa kamu tidak mendorongnya. Kamu diam saja waktu itu? Senang ya di peluk sama mantan?” tanya Tiara.


Meskipun Tiara berusaha untuk tidak emosi, tapi tetap saja apa yang dia lihat malam itu membuatnya menjadi sangat kesal. Dia berharap Kenzo mendorong Hani, tapi ternyata harapannya itu tidak terjadi. Sampai dia berbalik dan pergi.


“Tidak Tiara aku mendorongnya, mungkin saat itu kamu sudah pergi. Aku mengaku kalau aku masih kesal padanya, tapi itu benar-benar hanya kesal saja. Aku manusia biasa, di sakiti seperti itu aku pasti juga kesal. Tapi aku benar-benar sudah tidak punya ruang lagi di hati ini untuk gadis lain, untuk wanita lain. Hanya kamu Tiara!” kata manis Kenzo membuat Tiara membuang wajahnya ke arah lain.


Meski kesal, mendengar kata manis seperti itu juga membuat Tiara menjadi salah tingkah pastinya.


“Jika kamu mau, kita bisa datang pada Hani dan aku akan jelaskan kalau hanya kamu seorang di dalam hatiku!” kata Kenzo.

__ADS_1


“Ck... bilang saja kalau kamu mau ketemu dia. Kenapa bawa-bawa aku segala!” ketus Tiara lagi.


Yang namanya wanita sedang cemburu ya kan, mau yang di bilang si pria itu benar atau salah. Pokoknya kedengaran di kuping wanita yang cemburu itu mah salah aja deh semuanya. Iya kan?


Merasa Tiara masih kesal, Kenzo diam untuk beberapa saat.


“Aku serius Tiara. Kalau begitu, aku janji. Aku akan jaga jarak dari Hani satu meter. Pokoknya dimana pun kamu bertemu, sengaja atau tidak sengaja. Aku akan jaga jarak dengannya sangat jauh!” kata Kenzo.


Berbagai bujukan Kenzo katakan pada Tiara. Membuat hati gadis itu perlahan mulai memaafkan dan mencoba untuk percaya sepenuhnya pada Kenzo. Mereka pun berbaikan.


Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di rumah Erik. Meri sedang marah dan memekik pada Erik.


“Ini udah jelas loh kamu dari pagi chatan sama Noni. Mau nyangkal apa lagi kamu?” tanya Meri yang sedang dalam mode pacar posesif.


Erik dan Meri juga sudah resmi berpacaran beberapa waktu setelah Erik putus dengan Tiara. Bahkan sebelum Kenzo dan Tiara jadian.


Meri yang mendapat sangkalan dari Erik masih tidak terima. Apalagi belakangan ini Erik dan teman satu kelas mereka yang bernama Noni itu memang sering sekali ngobrol bersama dan chatan.


“Halah, paling yang di luar masalah kampus juga pasti udah kamu hapus kan. Mana mungkin kamu biarin aku baca, kalian pasti janjian kan, atau kamu sudah bosan sama aku. Hah... pengen cari teman tidur baru?” tanya Meri dengan nada tinggi.


Erik langsung melotot ke arah Meri. Masalahnya hal sensitif seperti itu tidak ada yang tahu di rumah ini. Mereka selalu melakukannya diam-diam. Erik ingin tetap menjadi anak baik di mata kedua orang tuanya. Semua pelayan juga tidak tahu, dan sekarang Meri berteriak sambil mengatakan hal itu. Tentu saja Erik langsung melotot pada Meri.


“Kamu jadi perempuan tahu malu sedikit kenapa sih? Masalah itu Cuma kita yang tahu. Kamu teriak-teriak biar apa? Aku sama Noni gak ada hubungan apapun. Capek aku sama kamu!” kata Erik yang memilih pergi meninggalkan Meri yang sangat kesal.


Tak terima di tinggalkan begitu saja. Meri langsung menarik tangan Erik dan memukul lengannya beberapa kali dengan keras.


Erik tak membalas, dia hanya berusaha menahan tangan Meri agar tidak terus memukulnya.


“Kamu ini kenapa sih? Kasar banget jadi perempuan? Jangan bikin aku menyesal karena sudah putus dari Tiara demi perempuan kayak kamu ya?” tanya Erik yang mulai kesal pada kelakuan Meri.

__ADS_1


Meri yang mendengar Erik berkata seperti itu bertambah kesal lagi.


“Bagus ya, sekarang kamu bandingin aku sama Tiara. Kalau aku tidak lebih baik kenapa kamu selingkuh sama aku?” tanya Meri yang benar-benar tidak tahu malu.


Mereka saat ini berada di ruang tamu, dan bisa saja asisten rumah tangga Erik lewat dan mendengar mereka bicara. Tapi malah Meri mengungkapkan semua aibnya sendiri.


Erik yang kesal pun, lantas menepis tangan Meri dan membuatnya terjatuh di sofa.


“Cukup kamu ya! Jangan buat kesabaran ku habis. Kamu di bandingkan sama Tiara ya beda jauh lah, Tiara itu gak kasar kayak kamu. Dia itu pintar, mandiri. Hah... ck... aku menyesal sudah melepaskan gadis sebaik itu demi perempuan kasar seperti kamu!” kata Erik yang membuat Meri sangat kesal.


Namun Meri tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena etik sudah pergi meninggalkannya. Meri hanya diam, duduk di sofa sambil mengepalkan tangannya.


“Gak Noni, gak Tiara. Semuanya ngeselin! Awas saja kalian!” omel Meri.


Sementara itu di kampus, Tiara dan Kenzo sedang ada di koridor. Kenzo akan mengantarkan Tiara ke kelasnya.


“Selesai kelas langsung telepon aku ya, nanti aku langsung jemput kamu!” kata Kenzo yang memang khusus mengantarkan Tiara saja ke kampus. Kenzo bahkan tidak ada kelas hari ini.


“Makasih banyak ya, padahal kamu gak ada kelas. Tapi malah nganterin aku!”


“Gak papa sayang, aku pulang dulu ya. Kamu semangat belajarnya!” kata Kenzo yang kemudian pergi karena Tiara sudah ada di depan kelasnya.


Saat Tiara masuk, dia melihat bangku yang biasanya dia duduki, Erik duduk di tempat itu. Tiara mengedarkan pandangannya, tapi dia tidak menemukan Meri. Biasanya mereka akan duduk berdekatan.


Tak mau mencari masalah, Tiara pun duduk di tempat lain yang jauh dari Erik. Tapi saat Tiara duduk, Erik malah pindah di sebelahnya.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2