Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 19


__ADS_3

Tiara awalnya tidak mau menceritakan kelakuan Erik pada ibunya. Karena selama Tiara menjalin hubungan dengan Erik, sebenarnya sikap ibunya Erik juga sangat baik pada Tiara. Tapi karena Kenzo terus di pojokkan oleh ibunya Erik. Tiara pun akhirnya bicara.


“Bukan salah Kenzo Tante, kami putus jauh sebelum aku dan Kenzo dekat!” jelas Tiara.


“Hah, jauh sebelum itu. Sudah berapa lama kalian putus?” tanya ibunya Erik.


“Ngapain sih Bu bahas itu?” tanya Erik kesal.


“Loh, kamu gak dengar kata pak Galih tadi! Katanya kamu berantem gara-gara pengen balikan sama Tiara kan? Salah siapa kalian putus coba?” tanya ibunya Erik.


Ibunya Erik lantas beralih pada Tiara.


“Kenapa kamu sama Erik putus?” tanya ibunya Kenzo pada Tiara.


“Erik... dia selingkuh dengan Meri!” kata Tiara yang harus mengatakan itu agar ibunya Erik tidak terus menyalahkan dirinya dan Kenzo.


Ibunya Erik tampak terkejut. Dia lalu berkacak pinggang ke arah Erik dengan mulut terbuka sedikit, tanda dia tidak percaya pada apa yang telah di lakukan anaknya itu.


“Meri?” tanya ibunya Erik.


Plakkk


Ibunya Erik bahkan memukul kepala Erik.


“Dasar bodohhh, Meri itu cewek gak bener. Ibu lupa bilang sama kamu, ibu tuh pernah lihat dia ciuman di depan umum sama laki-laki yang harusnya pantas jadi bapaknya. Hah... ibu kesal sekali,. Terserah kamu lah Erik!” kata ibunya Erik yang lantas meninggalkan Erik karena kesal bukan main.


“Loh, belum selesai bu. Mau kemana?” tanya pak Galih.


“Saya pusing pak, mau ke dokter. Terserahlah mau di apakan itu si Erik!” kata ibunya Erik yang langsung pergi keluar ruangan dan membuat pak Galih geleng-geleng kepala.


Mendengar apa yang ibunya katakan, Erik jadi malu bukan main. Dia malah semakin kesal pada Meri. Karena ternyata Meri bukan hanya bercinta dengannya saja. Tapi entah dengan berapa orang lagi pria di luar sana.


Ibunya Erik juga memilih pergi karena kadung malu. Sudah menuduh Kenzo macam-macam nyatanya anaknya yang membuat keributan.

__ADS_1


Hasil akhir dari semua itu adalah skorsing untuk Erik dan Kenzo. Mereka di minta membuat surat damai dan akhirnya di perbolehkan pulang. Erik yang sama sekali tidak di perduli kan oleh siapapun di sana memilih untuk pergi saja dari tempat itu.


“Kenzo, Tante... maaf ya. Gara-gara Tiara, Kenzo Hadi di skorsing!” kata Tiara dengan raut wajah sedih.


Melani langsung menarik tangan Tiara dan menepuk punggung tangan Tiara beberapa kali.


“Bukan salah kamu sayang, bukan salah kamu. Sudah ya, tidak apa-apa. Kamu masih ada kelas tidak?” tanya Melani.


“Masih tante!” jawab Tiara.


“Ya sudah, kalau gitu Tante pulang duluan ya!” kata Melani pada Tiara dan langsung di balas anggukan kepala oleh Tiara.


Lalu Melani beralih menoleh ke arah Kenzo.


“Ibu tunggu di mobil ya nak!” kata Melani yang tahu kalau Kenzo pasti ingin bicara dulu dengan Tiara.


Setelah Melani pergi, Kenzo menghadap ke arah Tiara.


“Seharusnya aku yang minta maaf, aku tidak bisa menahan emosi hingga masalah antara kamu dan Erik, jadi banyak orang yang tahu. Maaf ya sayang!” kata Kenzo sambil mengusap wajah Tiara dengan lembut..


“Kan kamu pacar aku, aku akan lakukan apapun untuk melindungi mu!”


Kenzo yang terbawa suasana mendekatkan wajahnya pada Tiara. Tapi Tiara langsung mendorong Kenzo sedikit menjauh.


“Kenzo, ini di kampus!” kata Tiara malu dan langsung berlari menuju ke kelasnya.


“Kalau sudah selesai telepon aku!” teriak Kenzo.


Tiara menghentikan larinya lalu berbalik dan mengangguk kepalanya beberapa kali. Tapi dia juga langsung berlari lagi. Kenzo tersenyum melihat tingkah pacarnya yang terkadang sangat imut itu.


Sementara itu, Erik yang melihat mereka dari jauh. Dari dalam mobilnya, memukul pinggiran setir mobilnya dengan sangat kuat.


“Sialll! Bisa-bisanya aku melepaskan Tiara demi wanita obralan seperti Meri. Meri... wanita itu benar-benar membuatku kesal!” kata Erik yang baru tahu seperti apa Meri dari ibunya tadi.

__ADS_1


Erik pun melajukan kendaraannya menuju ke rumah Meri. Rasanya dia ingin menampar wanita itu kalau benar apa yang dikatakan oleh sang ibu padanya. Bisa-bisanya wanita yang sok polos dan sok manja itu berciuman dengan pria paruh baya di depan umum. Mendengarnya saja Erik sangat kesal. Karena dia juga sudah putus dengan Tiara gara-gara bujuk rayu Meri.


Sementara itu di rumah Meri, ketika kedua orang tuanya sedang tidak ada di rumah. Dia sengaja meminta para asisten rumah tangganya membeli barang yang sangat jauh di jualnya. Keadaan rumah yang sepi itu ternyata di gunakan Meri untuk merayu tetangga barunya, seorang pria yang istrinya jarang di rumah karena sang istri yang bekerja. Pria itu lumayan tampan, badannya juga bagus. Meri memang sudah lama mentargetkan pria itu.


Meri sengaja memanggil pria itu ke rumahnya menyalakan kompor dan sengaja membakar lap di atasnya.


“Tolong mas, di rumah gak ada orang. Saya bingung!” kata Meri.


Pria itu pun kasihan, karena memang ada asap dari dapur rumah Meri. Bergegas pria itu menuju rumah Meri dan masuk ke dalamnya. Melihat ada api di atas kompor, pria itu mematikan kompor dan langsung meminta lain yang di basahi pada Meri. Meri memberikan kain basah itu, tapi pria itu merasa pernah melihat lain itu, pria itu langsung meletakkan kain basah itu di atas api.


Setelah padam, pria itu terlihat menghela nafas. Saat dia berbalik, ternyata Meri sudah tidak berbusana. Kain itu dressnya yang dia lepas.


“Maaf, saya tidak sengaja!” kata pria itu yang lantas berbalik merasa tidak enak sudah melihat tubuh Meri.


Namun Meri malah berjalan mendekatinya dan memeluknya dalam keadaan polos seperti itu.


“Di lihat lagi juga gak papa kok mas!” Meri bahkan berjalan maju dan sengaja memperlihatkan tubuhnya pada pria itu.


Pria itu hanya pria biasa, di goda seperti itu oleh Meri. Dia pun mabuk kepayang juga. Hingga mereka berakhir dengan bergulat panas di lantai dapur.


Sangking fokusnya Meri menyenangkan dirinya, dia tidak mendengar mobil Erik yang sudah masuk pekarangan rumahnya.


Erik membuka pintu tanpa mengetuk karena dia memang sangat kesal. Dia mencari Meri di kamarnya, tempat biasa mereka memadu kasih. Tapi tidak ada, Erik mendengar suara menger4ng dari dapur. Di hapal betul suara siapa itu, saat Erik ke dapur. Matanya merah dan tangannya mengepal.


“Dasar murahan!” pekik Erik.


Pria yang merupakan tetangga Meri itu langsung mendorong Meri yang berada di atas tubuhnya. Pria itu bahkan langsung lari lewat jendela dapur setelah meraih celana dan bajunya.


Erik mencengkram leher Meri dengan kuat.


“Menjijikan, cih... wanita murahan! Mulai detik ini juga, kita putus!” bentak Erik sangat emosi.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2