
Erik tak habis pikir bisa melihat hal yang seperti ini. Dia pikir Kenzo sudah tiada, karena sudah di pastikan semua penumpang, pilot bahkan pramugari di pesawat yang kecelakaan di perairan Srilanka itu sudah tewas seluruhnya dan tidak ada yang selamat.
Erik juga tahu kalau Tiara dan asistennya juga pergi kesana untuk memastikannya. Dan mereka memang menemukan barang-barang Kenzo, juga koper Kenzo. Di daftar nama penumpang, juga tercatat nama Kenzo berangkat dari Somalia. Jadi bagaimana ceritanya, kalau pria yang sedang berada di atas panggung itu adalah Kenzo.
Erik masih menuju ke arah panggung, sambil sesekali dia melihat ke arah Tiara yang tertunduk sedih dan terkadang melihat ke arah panggung, sambil terus menyeka air matanya.
"Maaf tuan, anda tidak bisa naik ke panggung!" kata salah seorang petugas.
"Aku tidak akan ke atas panggung, aku hanya ingin acara dengan tuan Anderson itu!" kata Erik.
"Kalau begitu tunggu sampai tuan Georgino turun dari panggung!" kata petugas itu yang lantas di angguki oleh Erik.
Erik masih terus melihat ke arah Tiara, hatinya sangat sedih melihat Tiara kembali menangis. Padahal satu tahun ini, dia sudah berusaha untuk tidak membuat Tiara merasa sedih lagi. Dia sudah berusaha untuk menjadi teman, dan paman yang baik bagi Kenzi dan Kiara. Erik benar-benar telah berubah.
Ketika kedua pasangan itu telah turun dari panggung di iringi tepukan meriah. Erik lantas menghampiri Geo dan Natasha.
"Permisi tuan, bisa aku bicara dengan anda sebentar?" tanya Erik.
Geo dan Natasha lantas menoleh ke arah petugas yang membiarkan Erik menghampiri mereka.
"Beliau tuan Erik Wirawan tuan, salah satu pemilik perusahaan terbesar di kota ini!" jelas petugas tersebut.
"Tentang bisnis ya?" tanya Natasha.
Erik yang merasa kalau di sini Natasha lebih dominan pun mengangguk mengiyakan apa yang di katakan oleh Natasha.
"Iya, tentu saja tentang bisnis nyonya!" kata Erik.
"Baiklah, kalian berdua saja. Aku akan bicara dengan para wanita dan membicarakan hal lain!" kata Natasha.
__ADS_1
Erik mencoba untuk tersenyum menyikapi perkataan Natasha.
Natasha pun melepaskan tangannya dari Geo.
"Silahkan ke mejaku!" kata Geo.
"Baiklah!" kata Erik mengikuti langkah Geo.
Dari sini saja Erik sudah sangat yakin kalau pria di depannya itu bukan Kenzo. Kalau pria di hadapannya itu adalah Kenzo, maka dia tidak akan menyambut Erik seperti ini.
Kenzo punya dendam yang sangat besar pada Erik. Karena Erik sudah beberapa kali ingin mencelakai nya dan ingin merebut Tiara darinya. Bahkan Kenzo yang memasukkan Erik ke dalam penjara.
Dan saat pertama kali Erik akan menemui pria itu yang dia sangka adalah Kenzo. Erik sudah gugup, khawatir akan ada keributan. Tapi ternyata semua itu tidak terjadi sama sekali. Pria di depannya yang wajahnya bak pinang di belah dua dengan Kenzo itu tidak menunjukkan ekspresi yang berlebihan. Malah cenderung seperti benar-benar tidak mengenali Erik.
"Silahkan duduk tuan Erik Wirawan!" kata Geo.
"Terimakasih, panggil saja aku Erik!" kata Erik.
Erik terlihat memperhatikan dengan seksama pria di depannya itu. Cara bicara persis seperti Kenzo, tegas dan penuh keyakinan. Dia akan bicara setelah mencermati keadaan dan orang yang dia ajak bicara.
Erik benar-benar di buat bingung, apa ada hal seperti itu. Dia pernah dengar memang ada beberapa orang yang akan mirip di dunia ini bahkan bila tidak kembar atau sedarah sekalipun. Tapi apa iya sampah benar-benar seperti kloningan begini. Erik masih terus memikirkannya.
"Tuan Geo, apa kamu mengenalku?" tanya Erik yang ingin memastikan.
Tapi dari ekspresi wajahnya, Geo malah menunjukkan kalau dia bingung dan tidak mengerti maksud lawan bicaranya itu.
"Maksudmu bagaimana? jujur saja aku baru tiga hari berada di sini, aku belum cukup mengenal para pengusaha besar di sini!" kata Geo.
"Maksud ku bukan itu, jika aku katakan ini! apakah kamu akan tersinggung? kamu sungguh mirip dengan seseorang yang aku kenal. Dan orang itu...!"
__ADS_1
"Honey, sudah selesai belum bicara bisnisnya. Aku bosan, aku mau kembali ke apartemen!" kata Natasha menyela apa yang ingin di sampaikan oleh Erik.
Wanita sudah duduk di pangkuan Geo. Dan menggelayut kan kedua tangannya di belakang leher Geo.
"Maaf tuan Erik, kita bicarakan kerja sama ini lain kali saja ya. Permisi!" kata Geo yang langsung pergi bersama dengan Natasha.
Erik lantas kembali ke mejanya. Tiara tampak sudah menyeka semua air matanya karena beberapa orang tengah memperhatikannya.
"Sayang, dia tidak mengenalku! apa mungkin Kenzo akan bicara sesantai itu denganku. Dia Georgino Anderson, suami Natasha Anderson. Dan dia baru tiga hari di kota ini. Sabar ya Tiara!" kata Erik yang menepuk punggung tangan Tiara yang berada di atas meja.
Sebenarnya Tiara juga sudah coba untuk percaya kalau pria itu bukan Kenzo. Pikirannya bisa menerima itu tapi hatinya menolak. Rasanya hatinya mengatakan kalau pria itu adalah suaminya, ayah dari Kenzi dan Kiara.
"Sebaiknya kita pulang saja ya!" ajak Erik yang merasa Tiara tidak dalam keadaan baik.
Tiara dan Erik akhirat memutuskan untuk kembali ke rumah saja, tapi setelah di pikir lagi. Dia tidak mungkin menunjukkan wajah sedihnya di depan Melani.
"Kalau begitu kita ke rumah ku saja, bagaimana?" tanya Erik.
Tiara pun setuju, dia juga sudah bilang pada Frans kalau dia akan datang setelah makan siang ke kantor. Karena akan menghadiri acara peresmian pembukaan perusahaan Anderson itu. Lagipula, Tiara butuh menenangkan diri.
Begitu sampai di rumah Erik, Tiara duduk di taman yang di bangun Erik sedemikian rupa untuk taman bermain Kiara dan Kenzi.
"Kamu membuat semua ini untuk anak-anak, aku sangat berterima kasih padamu Erik!" kata Tiara yang mencoba mengalihkan perhatian dan pikirannya dari apa yang dia lihat di perusahaan Anderson tadi.
"Kalian adalah kebahagiaan ku, kenapa berterima kasih. Aku melakukan semua ini untuk kenyamanan anak-anak. Supaya mereka bisa nyaman di rumah saat kita bekerja nanti!" kata Erik.
Erik sangat paham, kalau Tiara juga tidak mungkin berhenti bekerja kalau mereka menikah nanti. Karena perusahaan Pratama, tidak ada yang mengurusnya. Melani sama sekali tidak paham tentang bisnis management, dia juga sudah terlalu tua untuk itu. Jadi di pastikan Tiara, dan selanjutnya Kenzi atau Kiara yang akan melanjutkan perusahaan itu. Sementara Erik juga harus mengurus perusahaannya.
"Kamu sampai memikirkan hal itu, kamu sungguh baik Erik!" puji Tiara yang merasa terharu dengan semua yang sudah Erik lakukan untuknya dan keluarganya.
__ADS_1
***
Bersambung...