Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 9


__ADS_3

Tiara menangis sejadi-jadinya di pelukan Kenzo. Tiara merasa hatinya benar-benar hancur. Dia mengalami kehidupan yang begitu menyedihkan. Di rumah, yang merupakan tempat yang seharusnya dia merasa aman dan bisa membagi kesedihan dengan anggota keluarganya. Tiara tidak akan pernah mendapatkan hal itu di rumahnya. Di saat seperti ini seharusnya dia bisa pulang dan berkeluh kesah tentang perasaannya yang hancur berkeping-keping. Tapi Tiara tidak mungkin bisa melakukan itu.


Rumah yang seharusnya jadi tempat paling ingin di tuju ketika hati lelah dan tubuh mulai tak kuat menghadapi ujian di luar, rumah seperti itu tak ada bagi Tiara.


Jadi begitu dia melihat Kenzo, orang yang selama ini selalu mensupport dirinya dan selalu ada saat dirinya merasa sendirian. Spontan hatinya mendorongnya untuk memeluk Kenzo tanpa memikirkan apapun akibat dari hal itu.


“Hiks... mereka benar-benar mengkhianati aku Kenzo, hiks... mereka benar-benar melakukannya. Hiks... hiks...!”


Isak tangis Tiara membuat hati Kenzo ikut sedih, Kenzo bahkan bisa merasakan kepedihan Tiara itu. Sudah keluarganya satu-satunya terus menerus bersikap dan berkata kasar padanya. Sekarang satu-satunya orang di luar rumah yang dia cintai juga mengkhianatinya.


Kenzo mengangkat kedua tangannya dan memeluk erat Tiara dengan kedua tangannya itu.


“Menangislah Tiara, tidak apa-apa. Aku ada di sini!” kata Kenzo yang membuat Tiara yak ragu lagi menumpahkan seluruh air matanya.


Cukup lama Tiara dan Kenzo berada di gang sempit itu. Gang sepi yang sama sekali tidak ada orang lain yang melewatinya. Namun ketika hari semakin gelap, Kenzo pun mengajak Tiara untuk pulang.


Tapi tidak ke rumahnya. Kenzo tahu kalau saat ini, dalam keadaan seperti itu Tiara pulang ke rumahnya. Yang ada dia akan semakin tertekan dan stress nantinya. Karena yang ada di rumah Tiara itu bukan akan menghiburnya kala gadis itu sedih. Tapi malah akan mempersulit dirinya saja.


Kenzo membawa Tiara ke rumahnya, kebetulan ibunya sedang mengantarkan pesanan kue ke toko milik mereka karena kue jenis itu sudah habis dan masih banyak yang memesan.


Kenzo membuatkan secangkir teh manis hangat untuk Tiara dan meletakkannya di atas meja. Kemudian Kenzo duduk di depan Tiara. Di meja makan yang ada di dapur. Karena Kenzo sedang menghangatkan makanan untuk Tiara, dia tahu pasti Tiara belum makan.


“Minum dulu ya, makanannya sebentar lagi siap!” kata Kenzo lembut.


Tiara yang masih sedih pun mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Kenzo.


“Terimakasih banyak Kenzo, kamu sangat baik. Ibumu juga!” kata Tiara.


Kenzo menggenggam tangan Tiara yang terus bergerak karena sedih di atas meja. Begitu di genggam oleh Kenzo, tangan Tiara tersebut langsung berhenti membuat gerakan random.


“Kamu tidak perlu berkata seperti itu, sekarang kamu jangan sedih lagi ya. Karena apapun yang terjadi, aku dan pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu!” ucap Kenzo membuat menarik tangannya dari genggaman Kenzo.


“Jangan berkata seperti itu Kenzo, aku bisa salah paham!” kata Tiara terus terang.

__ADS_1


Sebenarnya beberapa waktu ini dalam hati Tiara mulai muncul perasaan yang tidak bisa dia jelaskan pada Kenzo. Perhatian pemuda itu, dan sikapnya yang sangat baik pada Tiara sempat membuat Tiara berpikir kalau Kenzo menaruh hati padanya. Dan sejujurnya, karena semua kebaikan pemuda yang ada di hadapannya itu. Perlahan Tiara juga mulai berharap lebih pada Kenzo.


Namun Tiara sadar, dirinya masih punya kekasih. Statusnya masih kekasih dari Erik sampai beberapa jam yang lalu. Namun tak di sangka Erik malah mengkhianatinya.


Tapi ketika mendengar Tiara berkata seperti itu, Kenzo malah kembali meraih tangan Tiara dan menatap mata Tiara dengan penuh perasaan.


“Aku pernah bilang padamu bukan? Aku memang berharap kamu salah paham, aku berharap... !”


“Ibu pulang!”


Mendengar suara ibunya Kenzo, Melani pulang. Tiara langsung menarik tangannya dengan cepat dari genggaman Kenzo.


“Eh, ada nak Tiara!” sapa Melani dan Tiara pun langsung berdiri dari duduknya membungkukkan tubuhnya sedikit membalas sapaan Melani.


“Selamat malam Tante!” sapa Tiara.


“Malam sayang, kebetulan. Ini Tante beli sate Padang. Ayo kita makan sama-sama!” kata Melani yang langsung meletakkan makanan yang dia beli di atas meja.


Tiara sempat heran, di rumah ini kan seharusnya hanya ada Kenzo dan ibunya. Tapi mereka membeli sate tiga porsi.


Di depan gerbang, Kenzo masih menunggu seperti yang biasa dia lakukan. Kenzo akan menunggu sampai Tiara masuk ke dalam rumah dan tidak di usir seperti waktu itu oleh ibunya.


Setelah Tiara menutup pintu. Barulah Kenzo berbalik dan pulang.


Ketika Tiara masuk ke dalam rumah, rumah itu tampak sepi tak seperi biasanya.


“Ayah dan ibu dimana?” tanya Tiara pelan.


Namun ketika dia baru akan mengeluarkan suara memanggil kedua orang tuanya itu, Tiara mendengar suara dari arah kamar ibunya.


“Besok pengacara itu datang kan?” tanya Minah.


“Iya, seperti biasa. Nah besok pagi bilang sama Tiara. Minta ijin aja, soalnya kalau pengacara ibunya itu...!”

__ADS_1


Tiara langsung terkesiap, mendengar sang ayah bicara tentang pengacara ibunya. Tiara benar-benar tidak tahu kalau sebenarnya dia hanya anak angkat dari Minah dan Andi. Yang Tiara tahu, Minah dan Andi itu orang tua kandungnya.


“Tidak melihat Tiara, nanti kita gak dapet uang bulanan itu!” kata Andi.


Tiara masih terus menempelkan telinganya di pintu kamar Minah dan Andi.


“Aih, sampai kapan sih? Capek tahu tiap kali aku harus pura-pura baik sama anak itu. Kalau pengacara ibunya datang?” tanya Minah pada Andi.


“Ya sampai uang ibunya habis lah, baru setelah itu kita jual rumah ini dan kita usir Tiara dari sini!” kata Andi.


Mata Tiara terbelalak sempurna. Air mata bahkan langsung mengalir deras di pipinya. Tiara tak menyangka kalau ternyata Minah dan Andi bukan orang tua kandungnya. Dan punya niat jahat, ingin menjual semua harta benda peninggalan ibu Tiara dan mengusirnya.


Tiara langsung berlari dari sana, kenyataan yang baru dia dengar membuat hatinya sangat sakit hari ini untuk yang kedua kalinya. Tiara terus berlari menuju rumah Kenzo.


Sampai di rumah Kenzo, Tiara langsung memanggil Kenzo.


“Kenzo... hiks... hiks..!”


“Tante Melani!”


Panggil Tiara sambil mengetuk pintu dengan tidak beraturan.


Ceklek


“Tiara!”


Kenzo terkejut, karena dia juga baru masuk ke dalam rumah setelah mengantar Tiara pulang ke rumahnya.


Tiara langsung memeluk Kenzo.


“Kenzo, ayah dan ibu yang ada di rumah itu bukan ayah dan ibu kandungku hiks... hiks!”


Mata Kenzo dan Melani terbelalak lebar mendengar hal itu.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2