
Kenzo mengantarkan Tiara pulang dengan jalan kaki, jarak rumah mereka kan memang tidak terlalu jauh. Sekarang Tiara sudah tinggal dengan dua di rumahnya. Yang satu adalah seorang wanita paruh baya, asisten rumah tangga Tiara. Yang satu lagi, adalah seorang pria yang tidak terlalu tua tapi juga tidak terlalu muda. Satpam di rumah Tiara. Tapi hanya bekerja saat malam saja. Saat Tiara dan asisten rumah tangganya istirahat.
Sepanjang jalan Tiara dan Kenzo sama-sama diam. Mungkin bagi gadis lain, hal itu akan sangat menyebalkan. Bagaimana tidak, baru saja dia meresmikan hubungan pacaran dengan Kenzo. Lalu tiba-tiba datang seorang wanita dari masala lalu Kenzo. Dan yang lebih tidak menyenangkannya lagi, Kenzo terlihat masih terganggu dengan kehadiran wanita itu.
Kalau memang dia sudah tidak ada rasa lagi, seharusnya dia tidak marah. Seharusnya Kenzo menyikapi kedatangan gadis bernama Hani itu dengan biasa saja. Tapi hal itu tidak terjadi, Kenzo masih marah padanya. Itu artinya Kenzo masih ada rasa pada Hani. Itulah yang ada di pikiran Tiara.
Namun karena Tiara tidak mau menambah beban pikiran dan beban hati Kenzo. Tiara memilih untuk diam. Karena dia juga sebenarnya tidak berhak marah, toh ibunya Kenzo juga sudah menjelaskan pada Tiara seperti apa hubungan Kenzo dan Hani berakhir. Pasti sangat sulit bagi Kenzo melupakan semua itu.
“Ada yang ingin kamu tanyakan?” tanya Kenzo menghentikan langkahnya ketika mereka sudah hampir sampai di depan pintu gerbang rumah Tiara.
Mendengar Kenzo berkata seperti itu dan melihat langkah Kenzo berhenti. Tiara yang ada di sebelahnya pun ikut menghentikan langkahnya. Tiara menatap Kenzo yang juga sedang menatapnya.
“Aku tidak akan bertanya, aku percaya kalau kamu merasa aku harus tahu. Kamu akan mengatakan semuanya padaku!”
Grepp
Dan tanpa merespon ucapan Tiara itu, Kenzo langsung menarik Tiara ke pelukannya. Kenzo memeluk Tiara dengan erat. Membuat hatinya yang sedang risau perlahan mulai merasa tenang. Mungkin inilah yang membuat Kenzo jatuh cinta pada pandangan pertama pada Tiara saat pertemuan pertama mereka di kampus kala itu.
Tiara memang sangat baik dan pengertian. Kenzo melepaskan perlahan pelukannya pada Tiara.
“Aku akan ceritakan semuanya besok ya, sekarang sudah malam. Kamu masuk dan beristirahat lah. Besok aku jemput kamu, kita ke kampus bersama ya?” tanya Kenzo dan Tiara pun mengangguk setuju.
Sepertinya biasanya, Kenzo akan menunggu sampai Tiara masuk ke dalam rumah. Setelah Tiara masuk ke dalam rumah, Kenzo baru berbalik dan berjalan menuju ke rumahnya.
Tapi saat masuk ke dalam rumah, Tiara menyadari satu hal. Kalau besok dia tidak ada mata kuliah. Dia menghubungi Kenzo, kata Melani yang mengangkat panggilan telepon tersebut. Kenzo lupa membawa ponselnya.
Akhirat Tiara memutuskan mengejar Kenzo, yang dia yakin belum jauh dari rumahnya.
__ADS_1
Dan memang benar, Kenzo memang belum jauh. Pemuda tampan itu menatap ke arah jalan di bawahnya ketika dia berjalan. Sampai dia merasa kalau ada seseorang yang berdiri di depannya.
Kenzo menghentikan langkahnya, dan melihat ke arah depan. Matanya yang tadinya sudah terlihat tenang karena memeluk Tiara. Kini terlihat berkilat kembali, rahang pemuda tampan itu juga terlihat mengeras.
Ternyata yang berdiri di depannya adalah gadis yang tadi di usir secara halus oleh Melani dari rumah Melani. Gadis itu menatap Kenzo dengan mata berkaca-kaca.
“Aku minta maaf!” lirih gadis itu dengan suara begitu sendu terdengar.
Kenzo tak merespon apapun, kecuali menatap gadis itu dengan tegas, terlihat kalau Kenzo memendam kemarahan yang besar pada gadis itu.
“Kenzo, setidaknya bicaralah padaku! Aku menyesal karena telah pergi meninggalkan mu. Aku sadar kalau hidupku bahkan tak ada artinya tanpamu. Maafkan aku Kenzo, maafkan aku!” gadis itu bahkan bicara sambil berderai air mata.
“Aku menyesal!” lirih wanita itu dengan tatapan sendu mendekat ke arah Kenzo.
Kenzo masih tak bergeming di hadapan Hani. Dia diam dan tak bicara sepatah katapun.
Hani seperti sengaja menambah ekspresi kesedihan dan penyesalan di dalam hatinya. Saat Kenzo hanya diam, Hani semakin mendekat lagi ke arah Kenzo.
“Maafkan aku!” lirih Hani yang langsung memeluk Kenzo.
Meski tak membalas pelukan Hani, Kenzo hanya diam. Membuat Tiara yang melihat dari sudut pandang itu, merasa kalau Kenzo benar-benar masih punya perasaan lebih pada Hani.
Tiara memejamkan matanya, dia berbalik dan langsung berlari meninggalkan Kenzo dan Hani.
Dengan sekuat tenaganya, sekuat perasaannya Tiara mencoba menahan air matanya agar tidak menetes sebelum dia sampai di dalam rumahnya.
Sementara Kenzo tadi diam karena masih mencoba meyakinkan dirinya kalau gadis di depannya itu memang sudah tidak ada artinya lagi bagi hidupnya.
__ADS_1
Kenzo sudah mati rasa pada Hani, itu kenyataan yang Kenzo rasakan. Kenzo lantas mendorong kedua lengan Hani dan mundur menjauh dari gadis yang pernah menjadi kekasihnya itu.
“Aku sudah memaafkan mu, jadi pergilah sejauh-jauhnya dari hidupku. Aku sudah punya Tiara di dalam hatiku, dia bukan pengganti mu. Tapi dia adalah pemilik hatiku yang baru, sekarang, dan selamanya!”
Setelah mengatakan kalimat itu pada Hani. Kenzo lantas pergi meninggalkan Hani yang masih mematung di tempatnya.
Hani bahkan sampai terduduk lemas di tanah begitu mendengar apa yang Kenzo katakan padanya.
Hani benar-benar menyesal telah meninggalkan Kenzo demi sekolah keluar negeri karena hasutan teman-temannya.
Dia benar-benar menyesal. Tapi menyesal pun sekarang sudah terlambat. Kenzo terlihat sangat mencintai Tiara sekarang.
Sedangkan Tiara yang sudah masuk ke dalam kamarnya langsung mengunci pintu kamarnya dengan cepat.
Tiara terduduk bersandar di belakang pintu kamarnya tersebut.
“Hiks... kenapa selalu begini. Kenapa selalu saja orang yang aku sayangi terlibat hubungan juga dengan orang lain. Kenapa? Apa aku memang tak pantas bahagia di dunia ini. Kenzo... kenapa kamu tidak mendorongnya, kenapa kamu menerima pelukan mantan kekasihmu itu. Kenapa... hiks!”
Tiara menangis pilu di dalam kamarnya seorang diri. Dia merasa kalau nasib cintanya memang sangat menyedihkan. Hubungan nya dengan Erik kandas, karena Erik selingkuh dengan sahabat baik mereka. Lalu ketika dia baru akan membina hubungan dengan Kenzo, wanita dari masa lalu Kenzo datang dan terang-terangan berpelukan di depan Tiara.
Tiara benar-benar sedih, setelah bertahun-tahun hidup dalam kepalsuan tentang orang tuanya juga Erik. Dia berharap dengan Kenzo hidupnya berubah. Tak lagi ada yang merusak kebahagiaan nya. Tapi ternyata sama saja.
“Kenapa?” lirih Tiara terisak.
***
Bersambung....
__ADS_1