Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 49


__ADS_3

Begitu Melani sudah tiba di rumah sakit dan Geo pun segera mendapat penanganan dari dokter. Melani menghubungi Tiara.


Tiara yang emang sedang menjemput anak-anak pulang dari sekolah pun langsung menuju ke rumah sakit.


Begitu Tiara sampai di rumah sakit, dia menggandeng tangan kedua anaknya dengan sangat erat. Di telepon tadi, Melani hanya mengatakan kepada Tiara kata dia berada di rumah sakit, dan meminta Tiara untuk segera pergi ke rumah sakit tanpa menjelaskan apa yang terjadi kepada Melani.


Sepanjang perjalanan Tiara benar-benar ketakutan. Dia hanya punya Melani sebagai orang tuanya dan tiada tidak bisa membayangkan bagaimana dia dan kedua anaknya tanpa Melani. Karena itu Tiara bahkan sudah menangis sepanjang perjalan menuju ke rumah sakit. Tiara takut terjadi sesuatu pada Melani.


Tapi begitu dia melihat Melani berdiri di depan ruang UGD. Tiara terlihat menghela nafasnya lega dia berhenti sebentar dan merenggangkan genggaman tangannya pada Kiara dan Kenzi.


"Ibu!" kata Tiara seperti seorang anak yang sudah sangat lama tidak bertemu dengan ibunya.


Tiara lantas membawa Kenzi dan Kiara menghampiri Melani.


Tiara melepaskan tangan kedua anaknya dan memeluk Ibu mertuanya itu dengan sangat erat.


"Alhamdulillah ibu tidak apa-apa. Aku sudah berpikir macam-macam. Ibu kenapa bisa berada di rumah sakit?" tanya Tiara pada Melani.


"Tiara, Kenzo masih hidup Tiara. Kenzo di dalam!" kata Melani yang penarik dirinya dan mengambil jarak beberapa cm agar bisa melihat wajah Tiara.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Melani, Tiara diam mematung dengan terus melihat ke arah Melani.


"Ibu... ibu bilang apa?" tanya Tiara yang mengira kalau mungkin Melani salah bicara, atau justru dia yang salah mendengar apa yang di katakan oleh Melani.


Sambil terus menangis Melani mengangguk-anggukkan kepala beberapa kali.

__ADS_1


"Ini benar nak, ini benar. Kenzo masih hidup. Tadi dia datang ke rumah, saat dia ingin masuk ke dalam kamar kalian. Tiba-tiba dia sakit kepala dan pingsan. Kenzo masih hidup Tiara, Kenzo kita masih hidup!" kata Melani kembali memeluk Tiara sambil merangkul Kenzi dan Kiara.


Tak terbayangkan betapa Tiara merasa sangat bahagia mendengarnya. Tapi kemudian dia ingat pada pria yang bernama Georgino Anderson. Pria yang persis seperti suaminya. Tapi Erik bilang pria tidak mengenalinya.


Namun karena melihat harapan besar yang tampak dari wajah Melani dan juga kedua anaknya. Tiara pun diam dan memutuskan untuk menunggu. Apakah yang ada di dalam itu benar-benar Kenzo Pratama atau pria yang mirip dengan Kenzo yang bernama Georgino Anderson.


"Mama, jadi papa benar-benar sudah pulang?" tanya Kiara pada Tiara.


Gadis itu bukan lagi gadis kecil yang berusia enam tahun, sekarang usianya sudah tujuh tahun lebih. Dia bahkan sudah akan naik kelas dua sekolah dasar.


Tiara berjongkok di depan Kiara dan memeluk anak sulungnya itu.


"Semoga saja itu benar nak, semoga saja papa benar-benar pulang untuk kita!" kata Tiara yang tak mau berharap banyak.


Hatinya saja sudah sangat kecewa ketika mengetahui pria yang wajahnya mirip dengan suaminya itu itu tidak mengenalinya dan ternyata memang dia bukan Kenzo. Dia adalah Georgino Anderson, seorang pengusaha dari luar negeri dan suami dari Natasha Anderson.


Tak berapa lama mereka berada di luar seorang dokter membuka pintu ruang UGD dan menghampiri mereka.


Melani lah yang paling antusias di antara semuanya. Di ikuti oleh Tiara yang selalu menggandeng kedua anaknya dan tidak berjalan dengan buru-buru karena khawatir kedua anaknya mungkin bisa terjatuh kalau dia berjalan dengan cepat atau terburu-buru.


"Bagaimana anak saya dokter?" tanya Melani yang sudah tidak sabar untuk mengetahui bagaimana keadaan anaknya.


"Mohon maaf, pasien kritis sepertinya kami harus melakukan tindakan operasi. Tolong segera di urus administrasi nya ya, saya akan segera menyiapkan tindakan dan ruang operasi!" kata dokter itu ya memang terlihat sangat terburu-buru untuk segera melakukan tindakan operasi dan segera meninggalkan tempat itu untuk menyiapkan ruang operasinya.


Tiara merasa sangat bingung, masalahnya dia tidak benar-benar tahu siapa sih yang ada dalam itu. Kalaupun dia Kenzo, pengurus identitasnya juga pasti sangat sulit di ruang administrasi nanti. Karena Kenzo Pratama, sudah dinyatakan meninggal 1 tahun yang lalu karena kecelakaan pesawat yang terjadi di perairan Sri Lanka.

__ADS_1


Tiara pemilihan menghubungi Frans dan Abi. Mereka segara datang dan mengurus masalah administrasi. Geo di bawa ke ruang operasi. Melihat wajah papa mereka. Kiara dan Kenzi terlihat histeris dan ingin berusaha mendekati papanya yang sedang berada di atas tempat tidur pasien dorong yang akan segera dibawa ke ruang operasi.


"Papa, ma itu papa ma!"


"Ma, Kenzi mau peluk papa, ma!"


Kata-kata kedua anaknya membuat Tiara sangat merasa sedih, Tiara tahu betapa rindunya mereka kepada sosok Kenzo. Melihat ada pria dengan wajah yang sama dengan papa mereka tentu saja mereka mengira itu benar-benar papa mereka. Mereka juga ingin memeluknya. Tiara tahu itu wajar, tapi Tiara sangat sedih. Karena pria itu Geo, bukan Kenzo. Kalau dia Kenzo, tidak mungkin dia tidak mengenali Tiara.


Tiara pemilu kedua anaknya dan menguatkan mereka serta mengajak mereka untuk terus berdoa demi keselamatan pria yang dibawa ke ruang operasi tersebut.


Frans yang sudah selesai mengurus masalah administrasi kemudian menghampiri Tiara.


"Kak, itu benar-benar tuan Kenzo?" tanya Frans.


Sebelum menjawab pertanyaan dari Frans, Tiara menoleh dulu ke arah ibu mertua dan kedua anaknya. Setelah memastikan ibu mertuanya dan kedua anaknya tidak melihat ke arahnya. Tiada lantas menggelengkan kepalanya cepat ke arah Frans.


"Itu Georgino Anderson, dia suami Natasha Anderson. Pengusaha yang berasal dari Somalia itu!" kata Tiara dengan wajah sedih.


Frans dan Abi sangat terkejut.


"Aku memang pernah mendengar kalau ada orang-orang yang wajahnya mirip meskipun bukan saudara kandung atau tidak memiliki hubungan darah sama sekali. Tapi rasanya kalau sangat mirip seperti ini, aku tidak yakin. Tapi aku pikir, mungkin saja itu benar-benar tuan Kenzo!" kata Abi pengacara perusahaan Pratama.


Tiara terdiam, dan terlihat semakin sedih.


'Kalau memang dia Kenzo, kenapa dia tidak mengenali aku saat di pesta itu. Apa yang kamu sembunyikan, kalau kamu memang benar-benar Kenzo?' batin Tiara bertanya-tanya.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2