Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 33


__ADS_3

Tiara mengikuti Melani ke ruang kerja Kenzo. Ruang kerja itu masih sama seperti saat Kenzo tinggalkan terakhir kali. Melani sendiri yang setiap hari membersihkan ruangan itu. Dia tak membiarkan asisten rumah tangga yang membersihkan selama dia masih tinggal di situ.


"Ada apa Bu?" tanya Tiara yang tidak merasa ada yang salah dengan apa yang dia lakukan.


Padahal sejak Melani melihat kedatangan Erik. Wajah Melani jelas memperlihatkan ekspresi tidak senang, namun hal itu lolos dari pandangan Tiara karena dia terlalu memperhatikan kedua anaknya yang terlihat senang mendapatkan banyak hadiah dari Erik.


Melani lantas berbalik menghadap ke arah Tiara.


"Tiara sayang, ibu sangat menyayangi mu. Ibu tahu akan sangat berat bagimu membesarkan kedua anakmu dan mengurus perusahaan peninggalan Kenzo sendirian. Tapi tidak dengan Erik nak? Dia itu pernah menculik kamu dan mencoba berbuat tidak sepantasnya padamu!" kata Melani.


Tiara lantas terdiam, ternyata itu yang ada di pikiran ibu mertuanya.


Tiara lantas berjalan mendekat ke arah ibu mertuanya.


"Bu, tidak seperti itu. Erik sudah berubah. Dia yang sekarang sudah tidak seperti Erik yang tujuh tahun lalu. Percayalah Bu, hanya Erik yang mau membantu perusahaan Kenzo, dia satu-satunya yang mau bekerja sama di saat semua rekan bisnis Kenzo pergi. Hanya dia Bu!" kata Tiara menjelaskan.


"Tapi bagaimana kalau dia berniat buruk lagi padamu nak, kali ini tidak ada Kenzo. Siapa yang akan menyelamatkan mu! ibu takut terjadi sesuatu padamu, ibu sudah tidak punya Kenzo. Hanya kamu Tiara, ibu tidak tahu akan seperti apa ibu kalau terjadi sesuatu padamu!" kata Melani terlihat sangat sedih.


Tiara lantas memeluk ibu mertuanya itu.


"Tidak akan terjadi apa-apa Bu, percayalah. Erik sudah berubah. Dan kami benar-benar hanya teman dan rekan bisnis. Dia sudah paham itu, Erik sudah paham kalau selamanya tidak akan ada yang menggantikan posisi Kenzo, Bu!" ucap Tiara mencoba memberikan pengertian pada ibu mertuanya.


Sementara itu di taman samping rumah, Erik tampak tertawa senang bersama dengan Kenzi saat menerbangkan sebuah mainan helikopter dengan remote control.


"Paman, lihat.. wuhu... dia terbang sangat tinggi!" kata Kenzi berlari mengikuti kemana arah pesawat yang di terbangkan oleh Erik.


Kiara yang baru saja membuka hadiah rumah-rumahan besar dari Erik pun terlihat sama senangnya.

__ADS_1


***


Sementara itu di Somalia, seorang pria tampak berjalan bergandengan dengan seorang wanita yang cantik. Mereka berjalan bersama menuju ke sebuah ruangan di sebuah rumah sakit.


"Selamat siang, silahkan masuk tuan dan nyonya Anderson!" sapa dokter itu.


"Selamat siang dokter Loius!" sapa wanita yang di sebut nyonya Anderson tadi.


"Selamat siang dokter, aku datang dengan keluhan yang sama. Setiap mau bangun tidur, aku merasa kepalaku masih saja sangat sakit!" kata pria tampan tersebut.


"Apa tuan Geo masih saja berusaha mengingat masa lalu tuan?" tanya dokter Louis dan Pria yang di panggil Geo itu hanya diam.


"Itulah sebabnya, tuan masih saja merasakan sakit pada kepala tuan kalau bangun tidur. Itu karena tuan terus berusaha membuat saraf tuan bekerja padahal saraf tuan tidak mampu melakukannya!" kata dokter Louis.


Wanita yang ada di sebelahnya lantas mengait lengan pria yang bernama Geo itu dan menyandarkan kepalanya di lengan pria itu.


Tapi tetap saja setelah mendengar penjelasan dokter melihat banyak foto-foto yang diperlihatkan kepadanya. Pria yang tiga bulan lalu itu terbangun dalam kondisi lupa segalanya itu. Merasa ada yang hilang dari hatinya. Ada yang kurang dalam kehidupannya.


Meskipun semua bukti menunjukkan kalau apa yang dikatakan oleh Natasha itu benar. Tapi entah kenapa, hati kecilnya mengatakan ada yang hilang. Ada yang tidak lengkap.


"Tuan Geo, sebaiknya jangan memikirkan hal yang berat atau berusaha mengingat masa lalu anda. Itu akan sangat menyakiti anda nanti. Anda adalah tuan Georgino Anderson, menantu pengusaha terkaya di Somalia ini!" jelas dokter Louis.


Setelah mendapatkan penjelasan dari dokter, akhirnya Geo memilih untuk mendengarkan nasehat dari dokter itu. Karena sebenarnya, saatnya berusaha untuk mengingat masa lalunya atau mencari tahu apa yang hilang sebenarnya dari dalam hatinya, kepalanya memang sangat terasa sakit bukan main.


"Baiklah, sekarang kita pulang saja ya sayang!" ajak Natasha pada Geo.


Setibanya di sebuah rumah besar, Geo dan Natasha di sambut oleh Jacky Anderson. Ayah dari Natasha.

__ADS_1


"Kalian darimana? kalian sudah makan siang?" tanya Jacky.


"Belum papi" jawab Natasha.


"Kalau begitu ayo sekarang kita makan siang dulu!" kata Jack.


"Kalian saja, aku mau istirahat. Kepalaku rasanya sakit sekali!" kata Geo.


"Baiklah, tidurlah sayang. Setelah makan siang aku akan menemanimu!" kata Natasha yang di angguki oleh Geo lalu dia pergi ke kamarnya.


Di meja makan, Jack tampak melihat dengan tatapan senang kepada putrinya. Masalahnya, beberapa bulan yang lalu, putrinya itu nyaris mengakhiri hidupnya karena di tinggal menikah oleh kekasih yang sangat dia cintai. Natasha begitu depresi saat itu.


Jack yang kesal pada mantan kekasih putrinya itu membakar habis rumah beserta isinya dari pria itu. Tapi Natasha malah semakin sedih karena mantan kekasihnya itu meninggal.


Hingga Natasha semakin bertambah depresi. Namun saat di rumah sakit, dia bertemu dengan seorang pria korban kecelakaan lalu lintas, korban tabrak lari sepertinya. Dan tidak ada identitas pada pria itu. Dompetnya pun tidak ada. Saat itu Natasha malah seperti jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria itu. Hingga Natasha malah sembuh dari depresinya. Kebetulan lagi, saat pria itu terbangun dari koma. Dia lupa segalanya, dia amnesia. Hingga Jack sengaja membuat sebuah rencana. Menjadikan pria itu menantunya, suami dari anaknya meski tanpa sebuah ikrar janji.


Jack menyeting segalanya, bahkan sampai ke teman-teman Geo yang merupakan orang-orang bayaran Jack. Juga foto pernikahan dan surat pernikahan palsu.


"Kamu terlihat ceria akhir-akhir ini nak, papi senang sekali!" kata Jack.


Natasha pun tersenyum pada papinya.


"Iya papi, Geo sangat baik. Meskipun dia belum yakin aku ini benar-benar istrinya. Tapi dia memperlakukan aku dengan baik dan lembut. Cara bicaranya juga sangat ramah dan sopan. Aku benar-benar menyukainya papi. Aku harap, dia tidak akan pernah ingat masa lalunya!" kata Natasha.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2