Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 17


__ADS_3

Tiara pun mendatangi rumah Kenzo, dia harus menjelaskan semuanya pada Kenzo. Tapi saat dia akan membuka pintu gerbang, tangannya di tarik oleh seseorang.


“Hani!” kata Tiara melihat siapa yang menariknya.


“Iya, aku. Aku mau bicara sama kamu? Bisa bicara sama aku sebentar?” tanya Hani dengan raut wajah sedih.


Tiara melihat ke arah rumah Kenzo dan ke arah Hani bergantian. Tapi karena Tiara merasa kalau bicara dengan Kenzo lebih penting. Maka Tiara menolak untuk bicara dengan Hani.


“Aduh maaf ya Hani, lain kali aja ya!” kata Tiara yang langsung menjauh dari Hani dan langsung bergegas membuka pintu gerbang rumah Kenzo dan masuk ke dalamnya.


Setelah Tiara pergi, Hani tampak kesal. Dia langsung melihat ke arah mobil Jeep yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.


“Ih, kesel banget sih. Gagal deh aku mau culik dia. Padahal kan, kalau aku culik dia Kenzo bisa salah paham dan aku bisa dekat sama Kenzo lagi!” kesal Hani.


Tiara yang sudah sampai di depan pintu rumah Kenzo lantas mengetuk pintu rumah Kenzo.


Tok tok tok


Ceklek


Pintu pun terbuka, terlihat wajah Kenzo yang muram saat membuka pintu. Tiara jadi sangat merasa bersalah. Kenzo pasti memikirkan banyak hal yang tidak-tidak karena panggilan sayang Erik pada Tiara tadi.


“Kenzo, aku minta maaf ya. Tadi aku benar-benar mengerjakan tugas kelompok!”


Tiara berusaha menjelaskan, tapi Kenzo malah masuk ke dalam. Di sini Tiara yakin, kalau Kenzo memang terganggu dengan apa yang dikatakan Erik itu. Tapi di sisi lain, Tiara tahu kalau Kenzo sedang cemburu.


Tiara mengikuti Kenzo masuk ke dalam rumah, pintu rumah Kenzo di buatkan terbuka karena memang Melani sedang tidak ada di rumah.


Kenzo duduk di ruang tamu, Tiara pun duduk di sebelahnya, tak jauh darinya.


“Kenzo, aku minta maaf ya. Aku tahu kamu pasti berpikir kenapa aku tidak langsung pulang tadi sore, masalahnya tugasnya juga harus ke minimarket dan di kumpulkan paling lambat besok. Aku benar-benar minta maaf padamu. Kenzo...!”


Tiara masih berusaha menjelaskan. Tapi Kenzo terlihat tidak perduli, dan masih memalingkan wajahnya dari Tiara.


Tiara menusuk-nusuk lengan Kenzo dengan jari telunjuk nya.


“Kenzo!”


Kenzo masih tak bergeming. Akhirnya Tiara yang pindah tempat duduk di depan Kenzo, membuat mereka berdua saling menatap dengan intens.

__ADS_1


“Dia berusaha mendekatimu lagi?” tanya Kenzo yang akhirnya bicara.


“Aku tidak tahu, tapi mau dia berusaha seperti apa. Aku pasti tidak akan mau sama dia, kan hatiku sudah aku kasih ke kamu!” ucap Tiara antusias.


Mata Kenzo sedikit melebar mendengar apa yang dikatakan Tiara.


“Benarkah?” tanah Kenzo membuat Tiara sadar kalau dia baru saja mengatakan sesuatu yang sangat berbahaya.


Tiara langsung menundukkan kepalanya, tapi tangan Kenzo bergerak cepat meraih dagu Tiara. Kedua pasang mata saling bertemu, Kenzo yang begitu senang terbawa suasana karena Tiara mengatakan telah memberikan hatinya pada Kenzo.


Cup


Sebuah kecupan mendarat di bibir Tiara, membuat gadis itu menutup matanya. Melihat Tiara menutup matanya, Kenzo mendekatkan posisi duduknya dan kembali mencium bibir Tiara, bibir mereka saling bertemu, sampai Kenzo terbawa suasana dan meletakkan tangannya di belakang kepala Tiara.


Percaya atau tidak, tapi itu adalah ciuman pertama bagi Tiara. Mungkin itu juga yang membuat Erik dulu sangat tergoda pada Meri yang menyerahkan seluruh tubuhnya pada Erik. Karena memang jangankan di sentuh, di cium Erik saja, Tiara dulu selalu menolak dengan berbagai alasan.


“Ibu pulang!”


Tiara langsung mendorong Kenzo menjauh ketika dia mendengar suara Melani membuka pintu gerbang dan berseru kalau dirinya sudah kembali.


Tiara segera menyeka bibirnya yang basah karena ulah Kenzo dengan lengan bajunya. Sementara Kenzo terlihat kecewa karena sepertinya dia belum puas mencium Tiara. Tapi melihat Tiara yang gugup dan cepat-cepat menyeka bibirnya yang basah. Kenzo malah tersenyum.


Mau di seka bagaimana juga, bibit Tiara bengkak. Ibunya juga sudah pasti tahu apa yang baru saja mereka lakukan.


Tiara juga langsung berdiri dan memberi salam pada Melani.


Yang namanya mata orang tua, Melani pun langsung melihat ke arah bibir Tiara yang agak bengkak.


Tapi mata Melani juga langsung melotot ke arah Kenzo.


“Kenzo, kamu ini ya, kenapa bibir Tiara sampai bengkak begitu?” tanya Melani.


Tiara malu bukan main, wajahnya memerah dan dia hanya bisa menunduk. Tapi Kenzo malah tersenyum melihat Tiara yang salah tingkah begitu.


“Tiara sudah makan malam belum, ini tante bawa rendang dari temen Tante, enak banget... ayo!”


Mereka bertiga pun makan malam, di luar Hani masih terus menunggu. Tapi sayangnya, Kenzo malah mengantar Tiara pulang. Hani pun memutuskan untuk menculik Tiara lain kali saja.


Keesokan harinya...

__ADS_1


Kenzo dan Tiara sampai di kampus, mereka berjalan bersama di koridor menuju kelas Tiara.


“Sayang!” kata Erik yang tiba-tiba berdiri di depan Tiara.


“Kamu lagi, ngapain sih panggil-panggil kayak gitu?” tanya Tiara kesal.


“Ngapain kamu panggil Tiara begitu?” Kenzo yang sudah tak bisa menahan kekesalan nya langsung berdiri di depan Erik dan bertanya dengan tegas.


“Hei, siapa kamu? Aku bicara dengan mantan pacarku yang sebentar lagi akan jadi pacarku!” jawab Erik enteng.


“Mimpi kamu!” kata Kenzo lantas mendorong Erik.


“Tiara, kamu harus mau balik lagi sama aku. Cuma aku yang bisa ngertiin cewek katrok kayak kamu. Cewek yang sama sekali gak mau di pegang, atau memperlihatkan apa yang mau di lihat pacarnya!” kata Erik membuat Kenzo semakin kesal.


“Tutup mulut kamu! Kenapa kamu menjelek-jelekkan Tiara. Dia menolak kamu terus kamu menjelek-jelekkan dia. Kamu itu cowok bukan?” tanya Kenzo kesal.


“Ini kenyataan, Tiara kamu harus balikan sama aku. Atau aku bongkar semua aib kamu di sini!” kata Erik di depan semua teman-teman kampus Tiara.


“Gak!” kata Tiara.


“Oh, kamu yang minta ya. Dengar semua! Tiara ini bahkan di rumahnya di perlakukan seperti pembantu...!”


Bugh


Kenzo sudah tidak tahan lagi, dia memukul Erik dengan keras karena Erik telah mengatakan hal hal yang akan membuat Tiara sedih.


Bugh


Pukulan kedua, untuk Erik yang telah mengatakan hal buruk tentang Tiara yang tidak mau dia sentuh.


“Bren9sek!” pekik Erik tak terima.


Erik lantas membalas pukulan Kenzo, Kenzo yang lengah akhirnya terpukul. Namun Kenzo dengan cepat membalas Erik. Perkelahian pun tak dapat terelakkan lagi. Keduanya saling pukul dan babak belur. Tiara ingin mendekat, tapi seorang teman sekelasnya melarangnya.


“Tiara jangan, kamu bisa kena pukul!” kata Noni.


“Panggil satpam!”


“Panggil dosen!”

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2