Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 71


__ADS_3

Kiara mulai melangkah maju mendekati Erik. Erik mengatur nafasnya yang mulai tidak beraturan. Kemarin hanya kecupan saja, pikirannya benar-benar tidak bisa melupakannya dengan mudah. Apalagi sekarang, Kiara minta dirinya untuk diam saja selama satu menit.


Kiara mulai mengangkat tangannya, dia benar-benar merasa setelah ini jika paman nya itu masih mengatakan tidak punya perasaan apapun. Selamanya dia tidak akan pernah bicara lagi pada Erik. Karena pastinya selain hancur hatinya, dia juga akan sangat malu dengan apa yang dia lakukan saat ini.


Begitu kedua tangan lembut itu menyentuh kulit leher bagian belakang Erik. Pria itu sudah merasakan kalau ada yang memberontak di dalam dirinya. Namun Erik berusaha keras untuk menahannya.


Sampai Kiara benar-benar melakukan hal paling gilaa dalam hidupnya. Dia benar-benar menempelkan bibirnya di bibir pria yang terpaut usia 19 tahun lebih itu dengannya.


Kiara menyesapp, dan menggigit sedikit bibir bawah Erik. Membuat pria itu memejamkan matanya. Dia benar-benar ingin mendorong Kiara, karena dia sudah merasakan gelenyar gelenyar aneh di seluruh tubuhnya. Suhu tubuh Erik pun menjadi menunggu sepertinya.


Kiara yang masih terus menyesapp bibir Erik, dia tidak tahu lagi sebenarnya bagaimana cara lainnya. Yang dia tahu dari film yang dia tonton ya hanya seperti itu. Menempelkan sedikit bibir dan menyesappnya bergantian atas dan bawah.


Tapi hal itu saja, sudah membuat Erik sangat panas dingin. Tangan Erik sudah terkepal kuat, tapi ini baru beberapa detik. Pada akhirnya karena Kiara juga merasakan ada yang aneh pada tubuhnya, seperti ada ratusan kupu-kupu di perutnya. Kiara pun melepaskan bibirnya dari Erik.


Dia menyerah, dia pikir Erik memang tidak menyukainya. Daripada dia menyakiti dirinya, Kiara pikir lebih baik menerima kenyataan saja. Meski itu juga menyakitkan.


Tapi saat Kiara melepaskan ciumannya dari bibir Erik. Di saat itulah Erik merasa ada yang hilang, dan dia merasa tidak bisa menahannya lagi.


Erik yang membuka matanya dan melihat Kiara mundur menjauhinya lantas menarik pinggang gadis itu dan menciumnya lagi. Kali ini Erik yang memimpin permainan itu, dia bahkan membuat Kiara membuka mulutnya. Kiara sampai membuka lebar matanya karena bahkan dia merasakan seluruh tubuhnya tidak bisa dia kendalikan.


Erik semakin menekan kuat bagian belakang kepala Kiara. Membuat bibir dan seluruh bagian di dalam mulut Kiara itu benar-benar menjadi santapan yang lezat bagi Erik.


Keduanya berhenti ketika Erik menyadari Kiara mulai kehabisan nafas dan memukul dada Erik perlahan. Erik menempelkan keningnya di kening gadis yang lebih tinggi dari Tiara itu.


Keduanya mengatur nafas mereka yang tersengal-sengal.


"Jangan pergi paman!" kata dari Kiara itu membuat Erik tersadar dengan apa yang dia lakukan.


Erik menjauh dari Kiara dan menatap Kiara dengan perasaan campur aduk yang tak bisa dia jelaskan. Erik mengusap wajahnya kasar.


"Kiara...!"

__ADS_1


"Ini tidak benar!" kata Erik terdengar lirih.


"Papa dan mama kamu, mereka tidak mungkin membiarkan mu bersama dengan paman. Dan Stefani, paman sudah berjanji menikah dengannya!" kata Erik terdengar sangat sedih saat mengatakan semua itu pada Kiara.


"Tapi tante Stefani itu tidak benar-benar mencintai paman. Dia itu bermuka dua...!"


"Cukup Kiara, aku rasa Kenzo ataupun Tiara tidak akan pernah mengajarimu bersikap dan mengatakan hal itu tentang orang lain, aku kenal Stefani sudah hampir empat tahun!" kata Erik.


"Jadi paman tidak percaya padaku?" tanya Kiara tampak sedih.


Erik terdiam, dia mana mungkin tidak percaya pada Kiara. Tapi dia juga sudah lama kenal Stefani.


Melihat Erik diam, Kiara tampak kecewa. Dia pun kembali masuk ke dalam mobil dan membanting pintu mobil itu dengan kencang.


Erik terdiam sejenak. Dia mengusap wajahnya sekali lagi, menghela nafas berat lalu menyusul Kiara ke dalam mobil dan mengantarnya sampai kampus.


Setibanya mereka di kampus. Kiara membuka pintu mobil dengan cepat dan hendak keluar. Namun Erik memegang tangan Kiara.


Kiara tidak menjawab, tapi tidak juga melepaskan tangannya yang di pegang Erik. Erik pikir, apakan jawaban Kiara, dia tetap akan menjemput nya. Hingga Erik pada akhirnya melepaskan tangan Kiara.


Erik pun meninggalkan kampus, Kiara yang kembali ke gerbang dan melihat kepergian mobil Erik. Menjadi sangat sedih.


"Aku tidak bohong paman, dia memang bukan wanita baik. Bagaimana caraku membuktikan hal itu ya?" Gumam Kiara.


"Hei!" seorang teman Kiara mengejutkannya.


Kiara langsung berbalik.


"Oline!" kata Kiara.


"Hei, kenapa? siapa itu tadi? tampan sekali, tidak mungkin sugar daddy mu kan. Papa dan mama kamu kan tajir melintir!" kata Oline.

__ADS_1


"Itu pamanku!" kata Kiara.


Kiara ingat temannya si Oline ini adalah salah satu murid terpintar selain dia. Maka Kiara pun berpikir untuk menceritakan masalahnya pada Oline.


"Oh ya Oline, paman ku akan menikah dengan seorang wanita, di depan paman dan seluruh keluarga ku, dia begitu lembut dan baik. Tapi aku pernah dengar dia bicara di telepon dengan temannya, kalau dia hanya memanfaatkan pamanku saja agar dia bisa hidup enak. Aku sudah bilang pada paman tapi...!"


"Tapi paman kamu gak percaya kan?" tanya Oline menyela.


Kiara langsung mengangguk cepat.


"Iya, lalu aku harus bagaimana?" tanya Kiara.


"Paman kamu sudah mau menikahinya, berarti paman kamu sudah jatuh cinta padanya kan. Untuk membuat dia percaya kalau wanita itu tidak tulus, tidak bisa hanya dengan mengatakan kamu mendengarnya atau kamu melihatnya. Kamu harus buat paman kamu itu mendengar dan melihatnya sendiri!" kata Oline panjang lebar.


"Bagaimana caranya?" tanya Kiara.


"Buat wanita itu marah, dan mengakui segalanya. Ajak dia makan di restoran privat dan kamu harus menghubungi paman kamu saat itu. Atau lebih baik kalau paman kamu bisa melihat dan mendengarnya sendiri kan! aku yakin kamu pasti bisa, sebenarnya kan kamu lebih pintar dari aku. Ayo kita ke kelas. Sebentar lagi quiz nya mulai?" kata Oline.


Kiara pun memutuskan untuk mengikuti saran Oline. Dan dia harus mengerjakan dengan cepat. Karena besok pamannya akan pulang ke Australia. Mungkin sebaiknya dia minta bantuan pada mamanya. Kiara tahu kalau mamanya sangat perduli pada pamannya, pasti mamanya mau membantunya.


Sementara itu Erik harus kembali ke rumahnya dan mandi air dingin lagi.


Di bawah guyuran air dingin itu, Erik terus mengusap kepalanya dengan kasar.


"Tiara pasti sangat membenci mu kalau tahu apa yang aku lakukan pada putrinya. Tapi bagaimana ini, kenapa aku malah tidak bisa menolaknya, siall!"


Erik terus merutuki dirinya. Bukan hanya Tiara, Kenzo pasti akan menghajarnya habis-habisan kalau tahu dia mencium Kiara tadi.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2