
Kenzo sampai di rumahnya, saat dia akan masuk ke dalam kamarnya. Melani memanggil Kenzo.
“Kenzo sayang, tadi Tiara telepon. Ibu bilang kamu tidak bawa ponsel, ibu tanya ada apa, tapi kata Tiara dia mau kejar kamu saja, mungkin kamu belum jauh. Kamu sudah bicara sama Tiara?” tanya Melani.
Deg
Perasaan Kenzo langsung tidak enak. Kenzo langsung meraih ponsel yang ada di tangan ibunya.
“Semua baik-baik saja kan?” tanya Melani khawatir.
“Aku tidak tahu Bu, aku pergi sebentar ya Bu!” kata Kenzo lalu meninggalkan rumah lagi.
Melani pun mengulurkan tangannya, tapi Kenzo sudah berlari keluar dari pintu.
“Semoga semuanya baik-baik saja!” gumam Melani.
Setelah Kenzo keluar, dia bergegas ke arah rumah Tiara lagi. Kenzo tidak berjalan, dia bahkan berlari ke rumah Tiara.
Kenzo semakin panik, karena dari nadanya tersambung. Tapi tidak di angkat oleh Tiara panggilan telepon dari Kenzo.
“Siall! Apa dia melihat Hani memeluk ku tadi. Ck... Tiara kamu pasti salah paham!” gumam Kenzo sambil terus berlari ke arah rumah Tiara.
Sampai di rumah Tiara, Kenzo memanggil nama Tiara. Karena sudah malam, dan tak mau menimbulkan keributan. Satpam penjaga rumah Tiara lantas menghampiri Kenzo.
“Mas.. mas Kenzo. Ngapain teriak-teriak? Ini sudah malam. Nanti ganggu orang. Nanti orang-orang datang terus marah, gimana?” tanya satpam itu memperingatkan Kenzo.
“Saya harus ketemu Tiara pak!” kata Kenzo.
“Yah, di telepon saja. Nanti kan non Tiara-nya keluar!” kata satpam itu mencoba memberi Sarah pada Kenzo.
“Pak, dari tadi saya sudah coba telepon. Tapi tidak di angkat!”
Kenzo benar-benar khawatir Tiara salah paham. Sangking cemasnya, dia bahkan yang biasanya berpikir dan bersikap tenang malah jadi panik tak karuan.
“Apa mungkin non Tiara sudah tidur ya mas?” tanya pak satpam yang tadi sempat ke kamar kecil saat Tiara kembali setelah memergoki Kenzo berpelukan dengan Hani.
“Pak tolong, pinjam ponsel bapak!” kata Kenzo yang ingin menghubungi Tiara dengan ponsel pak satpam.
__ADS_1
Pak satpam yang tidak mengerti ada apa sebenarnya, tapi memang sudah sangat mengenal Kenzo dengan baik pun, akhirnya menyerahkan ponselnya pada Kenzo.
Kenzo menerima ponsel satpam tersebut lalu menghubungi nomer Tiara.
“Halo pak satpam, ada apa?” tanya Tiara yang tidak tahu kalau ternyata yang menghubunginya adalah Kenzo.
Kenzo pun menjadi semakin sedih, karena Ternyata Tiara memang sengaja menghindarinya.
“Tiara...!”
Tut Tut Tut
Begitu Kenzo menyebut nama Tiara, panggilan telepon itu pun terputus. Kenzo sangat yakin kalau apa yang dia pikirkan benar. Tiara pasti melihatnya, melihat saat Hani tahu memeluk Kenzo di jalan.
Kenzo lantas mengembalikan ponsel itu pada pak satpam. Dia merasa saat ini pasti Tiara sangat marah dan kesal padanya. Akan percuma kalau dia membujuk Tiara sekarang.
Kenzo pun melangkah dengan langkah lesu pulang ke rumahnya. Melani yang memang cemas, menunggu di depan pintu. Begitu dia melihat Kenzo datang, Melani langsung menghampiri Kenzo.
Melihat wajah anaknya yang nampak muram, Melani semakin yakin telah terjadi sesuatu antara Kenzo dengan Tiara.
“Nak, ada apa?” tanya Melani khawatir.
Setelah beberapa saat, Kenzo baru mengangkat kepalanya dari bahu sang ibu.
“Hani menunggu di jalan Bu, saat aku pulang dari rumah Tiara tadi, dia memelukku. Aku yakin Tiara melihatnya..!”
“Ya ampun, kasihan Tiara. Dia pasti sangat sedih. Hani itu memang dasar ya, sudah meninggalkan mu, sekarang kembali membuat masalah untukmu!” kesal Melani pada Hani.
“Sabar ya nak, ibu akan coba menemui Tiara besok ya!”
“Jangan Bu, dia pasti masih kesal. Biar aku saja yang berusaha menjelaskan padanya, aku juga salah Bu, aku masuk dulu ya. Selamat malam!” kata Kenzo terlihat masih sangat sedih.
“Selamat malam!”
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Kenzo sudah datang ke rumah Tiara. Dia bahkan membawa sarapan yang dia masak sendiri untuk Tiara.
Tapi baru dia membuka pintu gerbang, karena satpam sudah pulang. Asisten rumah tangga Tiara keluar dari rumah dan menghampiri Kenzo.
__ADS_1
“Tuan Kenzo maaf, tapi nona Tiara bilang hari ini dia tidak ada mata kuliah. Dia tidak akan pergi ke kampus. Dan apapun yang tuan Kenzo bawa, kata nona Tiara daripada di letakkan di sini dan akan nona Tiara buang, lebih baik di berikan pada yang membutuhkan!” kata asisten rumah tangga Tiara itu sambil membungkukkan sedikit badannya.
Kenzo menghela nafas berat, dia melihat ke arah jendela kamar Tiara. Tapi jendelanya tertutup dan tirainya juga tertutup.
“Baik bi, terimakasih. Saya pamit dulu!” kata Kenzo.
“Baik tuan Kenzo, silahkan!” sahut asisten rumah tangga Tiara dengan ramah dan sangat sopan meskipun dia sudah berumur.
Dari balik jendela ruang tamu, Tiara melihat kepergian Kenzo yang masuk ke dalam mobilnya.
Tiara masih kesal, rasanya di hatinya masih banyak yang mengganjal. Dia tidak mau bertemu dengan Kenzo dulu, karena pasti mereka hanya akan bertengkar. Mungkin Kenzo tidak akan mendebat Tiara. Tapi justru itu yang Tiara takutkan. Dia tidak ingin menerima kenyataan kalau di hati Kenzo masih ada gadis bernama Hani itu.
Dua hari berlalu, Kenzo sudah tidak tahan lagi. Tidak bisa bicara atau melihat Tiara membuat hidup Kenzo benar-benar menderita. Kenzo pun kembali ke rumah Tiara. Kenzo berpikir dia tidak akan beranjak apapun yan terjadi, sampai Tiara menemuinya dan mau mendengarkan penjelasan darinya.
Hani yang juga terus memantau Kenzo dan Tiara terlihat memperhatikan dari jauh, dari balik pohon milik tetangga Tiara. Hani sangat kesal, karena Kenzo tak menyerah hanya untuk sekedar bertemu dengan pacar barunya itu.
Lagi-lagi saya Kenzo mengetuk pintu, yang keluar adalah asisten rumah tangga Tiara.
“Maaf tuan Kenzo, nona Tiara tak mau bertemu dengan tuan!” kata asisten rumah tangga Tiara tersebut.
Kenzo lagi-lagi menghela nafas berat, namun dia benar-benar tidak akan pergi sampai Tiara menemuinya.
Kenzo berdiri di samping mobilnya, ketika dia lelah berdiri. Dia duduk dan bersandar di ban mobilnya. Di luar pagar rumah Tiara.
Tiba-tiba hujan datang, Hani yang berteduh di bawah pohon lama-lama tidak tahan juga dan memilih untuk pergi.
Sedangkan Tiara melihat dari jendela di ruang tamu.
“Kenapa ingin menyiksa diri sendiri, bukannya masuk ke dalam mobil. Malah duduk diam di situ!” ucap Tiara yang kesal tapi bercampur cemas.
Lima belas menit berlalu, akhirnya Tiara menyerah. Dia meraih payung di tempat payung, lalu keluar dari rumahnya.
Kenzo yang melihat ke arah bawah menyadari kalau air hujan tak lagi mengguyur kepalanya pun mendongak ke atas.
“Tiara!” lirih Kenzo senang bisa melihat Tiara lagi.
***
__ADS_1
Bersambung...