Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 25


__ADS_3

Kenzo pun menghubungi Melani, ternyata kondisi Melani baik-baik saja dia hanya sedang sangat sibuk membuat kue.


"Tiara sudah pulang ya Bu?" Tanya Kenzo pada Melani.


"Ya ampun, anak ibu yang bucin ini ya. Baru juga satu jam loh, gak ketemu sama sayangnya. Udah kangen banget kayaknya!" kata Melani menggoda Kenzo.


Kenzo lantas tersenyum.


"Baiklah kalau semua baik-baik saja!"


"Iya kamu jaga dirimu baik-baik ya, besok juga sudah jumpa Tiara lagi kan. Semangat ya!" kata Melani menyemangati anaknya.


"Iya Bu!


Kenzo pun menghubungi Tiara. Meskipun nadanya tersambung tapi tak kunjung terjawab panggilan telepon darinya itu.


"Apa dia sudah tidur ya? pasti iya. Karena hari ini sangat melelahkan!" kata Kenzo lantas menyimpan kembali ponselnya.


Kenzo mencoba untuk memejamkan matanya yang terasa lelah. Hari ini juga dia sangat lelah, sudah bekerja, menjemput Tiara dan pergi lagi di petang harinya.


Sementara itu, beberapa jam setelah Tiara di culik oleh Erik. Tiara mulai sadar, dia mulai membuka matanya perlahan. Cahaya redup di ruangan itu membuatnya terus berusaha untuk membuat pupil matanya cepat beradaptasi.


Hingga dia merasakan tangannya terikat oleh sesuatu seperti tali yang membuat kedua tangan Tiara tak bisa bergerak. Terus di paksa untuk di gerakkan pun rasanya begitu sakit. Tiara baru sadar kalau mulutnya juga tengah di bekap oleh lakban hitam. Begitu dia melihat ke arah kakinya yang terasa kebas, kakinya juga di ikat ternyata.


"Emmpppt...!"


Tiara berniat berteriak meminta tolong dan memanggil siapa saja yang bisa menolongnya tapi sepertinya percuma. Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Tiara benar-benar panik, dan karena sangking takutnya air mata Tiara pun mengalir.


'Ya Tuhan, siapa yang melakukan semua ini. Kenapa aku di sini. Kenzo, Tante Melani.. tolong.. tolong aku, aku takut!' teriak Tiara di dalam hatinya.


Tiara masih terus menangis sampai dia mendengar suara langkah kaki. Jantung Tiara benar-benar langkah berdegup sangat kencang, dia benar-benar takut. Dia di ikat seperti itu. Pasti Tiara tidak akan bisa berbuat apapun. Tiara makin takut, dan terus berusaha melepaskan ikatan di tangan dan kakinya. Tapi tetap tidak bisa.


Dan suara langkah itu makin mendekat, seperti suara sepatu. Tiara yakin itu suara sepatu seorang pria.


Melihat Tiara bergerak, Erik lantas menghentikan langkahnya. Tiara mau menoleh, melihat siapa yang ada di belakangnya. Tapi dia sangat sulit untuk melakukan itu. Tiara tidak bisa sama sekali melihat ke arah orang itu.


"Emmpppt!"

__ADS_1


Tiara mencoba bicara pada orang yang telah menculiknya sampai di tempat ini. Tiara benar-benar ingin tahu siapa orang itu dan untuk apa dia melakukan semua ini pada Tiara.


Erik yang melihat Tiara berusaha melepaskan tali yang mengikat tangannya langsung melangkah lagi, maju dan berjongkok di depan Tiara. Erik menyentuh kepala Tiara dengan tangannya.


"Emmpppt!"


Mata Tiara melebar ketika melihat Erik adalah dalang semua uang terjadi padanya.


"Emmpppt!"


Tiara ingin minta di lepaskan oleh Erik, dia juga ingin bertanya pada Erik, kenapa pemuda itu menculik Tiara.


"Kamu ingin bicara Tiara?" tanya Erik.


Tiara lantas menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Tapi dengan satu syarat, jangan berteriak! oke? lagipula kalaupun kamu berteriak, itu juga akan percuma! tidak akan ada yang mendengar mu. Kita benar-benar jauh di dalam hutan. Mungkin teriakan mu hanya akan mengundang serigala atau harimau yang sedang kelaparan!" kata Erik menakut-nakuti Tiara.


Mata Tiara membelalak ketakutan, dia benar-benar takut.


"Sudah ku buka, sekarang bicaralah Tiara. Kamu tahu, aku juga rindu pada suaramu!" kata Erik menatap Tiara lekat.


"Kenapa kamu lakukan semua ini Erik? kenapa membawa aku ke tempat seperti ini? aku mau pulang! aku tidak mau di sini!" mata Tiara sudah berkaca-kaca. Dia benar-benar ketakutan.


"Aku harus bagaimana Tiara, hanya dengan begini kamu bisa menjadi milikku!" kata Erik yang mulai mencekok1 Tiara dengan minuman yang sudah dia campur dengan obat.


Tiara yang merasa apa yang dilakukan Erik itu pasti hal buruk. Langsung menutup mulutnya dengan cepat. Membungkam mulutnya agar tak ada celah untuk minuman itu bisa masuk ke dalam mulut dan tenggorokannya.


"Buka mulutmu Tiara, ini akan membuatmu nyaman!" kata Erik yang masih berusaha membuka mulut Tiara.


Tiara bahkan menggelengkan kepalanya dengan cepat ketika Erik memencet hidungnya agar Tiara membuka mulutnya.


"Emmpppt!"


Tiara terus berusaha menolak apa yang akan di lakukan Erik padanya. Namun sekuat apapun dia berusaha. Dia pun membuka mulutnya karena benar-benar tak sanggup menahan nafas lagi karena hidungnya di pencet oleh Erik.


"Uhukk uhukk uhukk!"

__ADS_1


Tiara sampai terbatuk karena tersedak. Sedangkan Erik melihat Tiara meminum minuman yang sudah dia beri obat itu lantas tertawa senang.


"Ha ha ha, sebentar lagi Tiara. Sebentar lagi kamu akan jadi milikku! ha ha ha!"


***


Tok tok tok


Asisten rumah tangga Tiara sedang mengetik pintu rumah Melani.


"Nyonya Melani, nyonya... nyonya Melani !" panggil asisten rumah tangga Tiara memanggil Melani karena dia sudah tahu kalau Kenzo tidak ada dan sedang pergi keluar kota.


Tiara yang mengatakannya tadi sore pada asisten rumah tangganya itu. Tiara pamit ingin mengantar Kenzo keluar kota. Tapi sudah sampai jam sembilan malam, Tiara belum pulang. Asisten rumah tangga Tiara sudah coba menghubungi tapi tidak di jawab.


"Nyonya...!"


Ceklek


"Loh bibi, ada apa? Tiara baik-baik saja kan?" tanah Melani yang mengira Tiara sudah pulang ke rumahnya.


Dan Melani mengira bibinya kemari karena terjadi sesuatu pada Tiara.


"Nyonya maaf, apa nona masih di sini?" tanya asisten rumah tangga Tiara.


Mendengar pertanyaan asisten rumah tangga Tiara, Melani lantas langsung menjadi panik.


"Loh, maksudnya gimana bi? Tiara sudah pulang dari tadi loh, sudah dari jam enam kurang tadi. Dia belum sampai rumah? ya Tuhan... Tiara!"


"Belum nyonya, nona Tiara belum pulang. Saya sudah hubungi nomer ponselnya, terhubung sih nyonya. Tapi tidak di jawab. Saya sudah mencari di seluruh rumah, siapa tahu saya yang tidak melihat tapi memang tidak ada. Pintu rumah masih terkunci dari dalam, saya tanya pak satpam juga belum melihat nona Tiara pulang ke rumah!" jelas asisten rumah tangga Tiara sambil gemetaran karena sangat cemas pada keadaan Tiara saat ini.


Melani langsung ikut panik, dia langsung masuk ke dalam rumah, segera mencari ponselnya dan menghubungi Kenzo.


"Kenzo... ayo Kenzo. Angkat teleponnya!" kata Melani panik.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2