Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 65


__ADS_3

Tapi di luar ruangan itu ternyata Erik sejak tadi memang sudah berdiri disana dan mendengar juga melihat semua yang sudah terjadi.


Erik langsung menyusul ke klinik yang di beritahukan oleh Tiara. Begitu tiba di sana Erik merasa sangat khawatir pada Kenzi. Dia sudah menganggap Kenzi seperti anaknya sendiri. Dia juga sangat menyayangi Kenzi. Begitu melihat Kenzi dalam keadaan seperti itu Erik juga merasa sedih.


Dan perasaan lain selain rasa sedih juga muncul ketika melihat Kenzi menangis memeluk Tiara seperti itu. Perasaan itu adalah perasaan rasa bersalah dari Erik ketika menyadari apa yang dia lakukan itu adalah hal paling salah.


Erik sudah memisahkan seorang ibu dari anak-anaknya. Hari ini mungkin saja memang Kenzi yang sakit. Tapi besok, bisa saja Kiara juga sakit besok. Karena bagaimana pun mereka masih kecil, mereka masih sangat membutuhkan ibu mereka.


Erik mengusap kepalanya dengan kasar. Dia pun melangkah pergi dari tempat itu. Erik mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Bayangan masa lalunya muncul satu demi satu di kepalanya.


Awal kisah cintanya dengan Tiara begitu indah, Tiara adalah kekasih yang begitu pengertian dan baik. Lembut dan sangat jujur kala itu. Salah Erik sendiri yang selingkuh dengan Meri. Dan lebih percaya pada ucapan Meri kalau Tiara dekat dengan Kenzo saat itu.


Sampai Tiara memergoki sendiri ketika Erik sedang bercumbu dengan Meri di kamar Erik kala itu. Hubungan mereka pun putus, Erik pikir itu juga keputusan yang tepat. Sebab Tiara memang tidak pernah mau dia sentuh kala itu. Menurutnya lebih baik pacaran saja dengan Meri. Tapi karma bagi Erik datang tak perlu menunggu waktu yang lama. Dia juga memergoki Meri bercumbu dengan pria lain di dapur rumah Meri. Benar-benar menjijikan, Erik benar-benar merasa jijik pada Meri.


Lalu Erik pun memutuskan mengejar Tiara lagi, bekerja sama dengan mantan kekasih Kenzo untuk menjebak Tiara. Namun sayang usaha mereka gagal dan Erik malah mendekam selama 7 tahun di penjara.


Setelah tujuh tahun berlalu, dan Erik banyak berubah dia kembali di pertemuan dengan Tiara. Tiara datang ke perusahaan karena perusahaan Kenzo hampir bangkrut. Sejak itu hubungan mereka menjadi sangat baik. Mereka bahkan bertunangan, Erik pikir mereka akan benar-benar hidup bahagia. Tapi ternyata semua berbeda.


Erik pergi ke pantai dan meluapkan semua emosinya di sana. Air matanya mengalir karena dia sadar mungkin Tiara mang bukan jodohnya. Dia tidak mungkin bisa bahagia di atas air mata Tiara dan keluarganya. Lalu apa bedanya dirinya yang sekarang dengan Erik yang sepuluh tahun lalu masuk penjara.


Erik sudah mengambil keputusan, dia menyeka air matanya dan masuk kembali ke dalam mobil. Kemudian mengendarai mobilnya menuju ke klinik tempat Kenzi di rawat.


Setelah sampai di klinik, Erik masuk ke dalam ruang rawat Kenzi ketika Tiara sedang menyuapi Kenzi makan.


"Paman Erik!" ucap Kenzi senang sambil merentangkan tangannya ke arah Erik.


Erik tersenyum, hatinya benar-benar terenyuh. Sangat terenyuh. Bagaimana bisa dia yang sudah di kasihi oleh Melani dan Kiara juga Kenzi seperti itu. Tega membuat luka di dalam hati mereka.


Erik pun mendekat ke arah Erik dan memeluknya.

__ADS_1


"Hai jagoan paman, bagaimana keadaan mu? kenapa sampai sakit? bukankah paman pernah bilang, Kenzi harus menjaga kesehatan Kenzi dengan baik. Jika tidak siapa yang akan menjaga Kiara nanti?" tanya Erik pada Kenzi.


"Aku tidak tahu paman, aku mimpi mama pergi jauh sekali. Aku takut..!"


Erik lantas memeluk Kenzi, sementara Tiara sudah menyeka air matanya. Dia tidak mau terlihat sedih di depan Kenzi.


Sementara Kenzo hanya bisa diam menatap Erik. Hatinya terlanjur hancur.


"Kenzi, mama tidak akan pernah pergi lagi dari kalian. Mama akan terus bersama kalian!" ucap Erik dengan mata berkaca-kaca.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Erik. Tiara dan Kenzo sama-sama melihat ke arah Erik.


"Benarkah paman?" tanya Kenzi.


"Tentu saja, mama dan papa Kenzi akan terus bersama Kenzi dan kak Kiara! kalian tidak akan terpisahkan lagi!" kata Erik.


Setelah Kenzi minum obat dan istirahat. Erik baru mengajak Tiara dan Kenzo keluar dari ruangan itu dan bicara pada mereka berdua.


"Maafkan aku!" kata Erik mengawali apa yang ingin dia katakan.


Tiara dan Kenzo masih diam, mereka belum cukup paham.


"Maafkan aku, aku sadar kesalahan ku Tiara. Tidak seharusnya aku membuat luka di hati keluargaku. Mereka sudah menganggap ku paman, Tante Melani sudah menganggap aku anaknya, kenapa aku malah ingin menghancurkan hubungan yang begitu sempurna ini. Maafkan aku Kenzo, Tiara. Hancurkan saja dokumen perpisahan kemarin itu, kembalilah pada keluargamu Tiara. Keluargaku juga!" lirih Erik.


Kenzo merangkul Erik bahkan memeluknya. Dia tahu saat pertama kali bertemu Erik setelah sepuluh tahun itu, Kenzo tahu Erik sudah berubah.


Dan benar saja, Erik memang sudah berubah. Dia mengembalikan Tiara dan menghapus semua kesepakatan mereka. Tiara juga merangkul kedua pria yang begitu baik itu. Yang satu pernah mengisi hatinya dulu, dan satu lagi mengisi hatinya sampai penuh sekarang.


Malam harinya Kenzi pun di perbolehkan pulang ke rumah. Dan kali ini bersama dengan Tiara bersamanya. Tak tergambarkan betapa bahagianya Melani. Erik juga ikut ke rumah Kenzo, Melani terus memeluk Erik dan terus mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


"Kamu memang sangat baik nak, terimakasih!" kata Melani.


"Paman Erik memang sangat baik, nanti kalau kiara besar, Kiara mau punya suami seperti paman Erik!" celoteh anak berusia tujuh setengah tahun itu membuat semua orang tergelak.


Erik lalu mendekati Kiara dan duduk di sebelahnya.


"Benarkah? saat Kiara nanti sudah besar, paman Erik sudah berjalan dengan tongkat!" kata Erik yang sebenarnya juga menanggapi candaan Kiara.


"Dan haruskah paman Erik panggil mama Tiara, mama mertua?" tanya Erik lagi yang membuat semua orang kembali terkekeh.


Keluarga itu kembali menjadi keluarga yang hangat. Kenzo mengajak Erik bicara sebelum Erik pergi.


"Terimakasih telah menjaga keluargaku selama aku tidak ada Erik. Dan kapanpun kamu butuh bantuan, kamu bisa datang padaku. Anggap saja aku ini kakakmu!" kata Kenzo yang punya niat baik pada Erik.


Erik terkekeh pelan.


"Jangan bicara seperti itu, usia kita hanya beda tiga tahun. Jangan buat aku tertawa!" kata Erik membalas perkataan Kenzo.


Tapi Kenzo sama sekali tidak tersinggung dengan berkata dari Erik. Erik pun pergi dari sana. Tiara keluar dan merangkul Kenzo dari belakang.


"Maafkan aku, aku sudah membuatmu sedih!" kata Tiara.


Kenzo berbalik dan membalas pelukan istrinya itu dengan lembut.


"Tidak apa-apa sayang, semuanya sudah berlalu. Tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita!" kata Kenzo membuat Tiara tersenyum.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2