
Mendengar pertanyaan Kiara, Stefani langsung merangkul lengan Erik dan berkata.
"Tentu saja sayang, dan kami akan menikah setelah sampai di sana. Besok peringatan tiga hari nenek kamu kan, jadi lusa kami akan berangkat!" kata Stefani pada Kiara.
Stefani langsung menatap ke arah Erik.
"Sayang, aku senang kamu menghubungi ku tadi dan mengatakan kalau kita tidak akan lama di sini. Apalagi kamu bilang kita akan menikah. Aku sangat mencintaimu!" kata Stefani yang berniat menyambar bibit Erik.
Tapi Erik malah melengos dan melepaskan tangan Stefani.
"Sayang, aku akan ambil kartu yang baru untukmu!" kata Erik yang meninggalkan tempat itu.
Stefani yang mendengar itu jadi senang dan mengikuti Erik. Sementara Kiara masih terdiam, dia tidak senang sama sekali mendengar percakapan dua orang di depannya itu. Matanya sungguh berkaca-kaca, saat dia mengedipkan matanya air matanya menetes.
Merasakan air matanya mengalir, Kiara menyekanya dengan telapak tangannya, dan melihat telapak tangannya yang basah itu.
"Apa ini? kenapa aku menangis? memangnya kenapa kalau paman Erik pergi?" gumam Kiara yang belum mengerti dan menyadari perasaannya sebenarnya.
Sudah sangat larut malam, semua orang sudah pergi tidur karena hari ini mereka semua tampak lelah. Besok pun mereka masih harus menyiapkan semuanya untuk peringatan tiga hari meninggalnya Melani dan pengajian.
Tapi malam ini, Kiara sama sekali tidak bisa tidur. Dia masih memikirkan kenapa dia begitu tidak rela pamannya itu akan kembali ke Australia.
Karena begitu penasaran, akhirnya Kiara pun meraih ponselnya dan mencari di internet apa yang dia alami itu.
Mata Kiara melebar ketika mendapati jawaban yang di berikan internet padanya.
Kiara bahkan menutup mulutnya sendiri, sangking tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya.
"Cinta... tidak mungkin, bagaimana mungkin aku bisa mencintai paman Erik?" Kiara sendiri bingung.
Karena ingin memastikan, maka Kiara kembali mencari tahu apa itu cinta. Bagaimana saja perasaan itu, saat jauh bagaimana, saat dekat bagaimana dan saat melihat orang yang kita cintai bersama dan mesra dengan orang lain bagaimana.
__ADS_1
Kiara sampai meletakkan ponselnya di atas tempat tidur dengan cara sedikit membantingnya. Kiara memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
"Tidak mungkin, bagaimana mungkin aku mencintai paman Erik!" gumam Kiara yang sama sekal tidak menyangka perasaan yang dia rasakan pada pamannya itu adalah cinta.
Keesokan harinya, Kiara masih harus pergi lagi. Dan Kenzo lah kali ini yang meminta pada Erik untuk mengantar Kiara. Karena dia dan Tiara harus pergi belanja.
Erik tampak terdiam, dia juga tidak bisa menolak. Hanya mengantar Kiara ke kampus, masak iya dia menolak. Meskipun sebenarnya Erik memang ingin menghindari Kiara. Semalam dia juga tidak bisa tidur.
Ketika berada di dalam mobil, Kiara tampak terus diam. Tapi dia benar-benar ingin memastikan apa yang dia rasakan itu. Apakah itu benar atau tidak, masalahnya dia belum pernah jatuh cinta sebelumnya. Menyukai atau mengagumi pria juga belum pernah, selain papa dan pamannya itu sendiri.
"Paman!" panggil Kiara.
"Hem!"
Erik tidak menoleh, dan hanya berdehem saja seraya tetap fokus ke arah depan mobil, ke arah jalan raya yang lumayan ramai.
"Bisa kita pergi ke danau itu lagi sekarang?" tanya Kiara.
"Kenapa? bukankah kamu ada quiz di kampus?" tanya Erik masih tidak melihat ke arah Kiara.
Baru setelah mendengar apa yang dikatakan oleh kiara itu, Erik menoleh ke arah anak dari wanita yang dulu sangat dia cintai itu.
Erik hanya bisa menghela nafas panjang dan menuruti keinginan Kiara. Tak lama kemudian, mereka pun sampai di tepi danau. Masih sangat jauh dari tepi sebenarnya. Tapi begitu Erik berhenti, Kiara langsung keluar dari dalam mobil Erik.
Kiara berdiri di depan mobil Erik, dan menatap ke arah danau yang begitu luas.
Erik yang penasaran dengan apa yang ingin di lakukan oleh Kiara, juga ikut turun dari dalam mobil pada akhirnya, dan berjalan mendekati Kiara.
"Sebenarnya apa yang membuatmu mengajak paman ke tempat ini?" tanya Erik.
Kiara lantas menoleh dan menghadap ke arah Erik.
__ADS_1
"Paman, aku mencintaimu!"
Deg
Jantung Erik seperti berhenti berdetak mendengar pernyataan cinta dari Kiara.
"Paman anggap ini kamu sedang bercanda, sekarang sebaiknya kita pergi dari sini!" kata Erik yang hendak berbalik dan pergi.
Namun Kiara memeluk pamannya itu dari belakang. Jantung Erik benar-benar ingin lompat dari tempatnya. Dia sendiri tidak mengerti, dekat dengan wanita lain bahkan Stefani sekalipun tidak membuatnya seperti ini. Tapi dia masih tahu diri, Kiara adalah anak dari Kenzo dan Tiara. Bagaimana mungkin, mereka bisa berhubungan lebih dari paman dan keponakan.
"Aku tidak ingin paman pergi, aku sudah cari tahu kenapa perasaan ku seperti ini. Ini cinta paman. Aku mencintaimu paman. Jangan pergi, jangan kembali ke Australia. Aku tidak suka paman jauh dariku, aku tidak suka paman berdekatan dengan wanita itu!" kata Kiara yang air matanya bahkan sudah membanjiri wajahnya.
Saat Kiara mengatakan semua itu suaranya bahkan bergetar, dia benar-benar mengatakan semua itu dengan semua keberanian yang dia miliki.
Erik berbalik, dan melepaskan tangan Kiara yang memeluknya.
"Paman tidak pantas untuk kamu cintai Kiara. Mungkin sebenarnya perasaan mu ini bukan cinta. Tapi rasa kagum!" kata Erik menjelaskan.
Kiara menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak paman, aku kagum pada papa, aku kagum pada Kenzi, dan rasanya sangat berbeda!" kata Kiara membantah.
Erik sedih melihat Kiara yang sepertinya memang benar-benar menyukainya. Erik sama sekali tidak pernah berpikir kalau hal ini akan terjadi. Tapi Erik pikir, yang terbaik adalah dia segera menjauh dari Kiara. Mungkin itu akan membuat Kiara mengerti.
"Tapi paman tidak mencintai mu, paman hanya menyayangi kamu seperti keponakan paman, seperti anak paman sendiri! maafkan paman Kiara! sekarang kita pulang saja ya!" kata Erik pada Kiara.
Kiara terkejut, itu pasti. Tapi dia tidak mau menyerah. Dia tahu pria di depannya itu sangat perduli padanya. Lagipula dia juga tidak mau paman yang sangat dia cintai itu menikah dengan wanita yang tidak tulis mencintainya dan hanya memanfaatkan Erik saja.
Kiara ingat semalam dia juga sampai mencari tahu bagaimana tips agar mengetahui pria itu juga mencintai kita atau tidak. Kiara pun memutuskan menggunakan cara paling ekstrim di daftar cara-cara itu untuk membuat Erik mengakui perasaannya pada Kiara. Erik benar-benar jujur tidak suka pada Kiara, atau hajya berbohong.
"Baiklah, paman bilang tidak menyukai ku kan? kalau begitu aku akan lakukan satu hal, jangan mendorong atau menoleh selama satu menit. Hanya satu menit!" kata Kiara yang membuat Erik menghela nafas sangat berat. Sepertinya Erik sudah bisa menebak apa yang akan di lakukan Kiara.
__ADS_1
***
Bersambung...