
Pertanyaan dari Kenzo itu membuat Tiara menghentikan langkahnya.
"Kita memang suami istri Kenzo, tapi kita sudah terpisah selama satu tahun. Dan saat ini kamu bahkan kehilangan ingatan. Maafkan aku!" kata Tiara yang lantas kembali berjalan menuju kamar tamu.
Kenzo hanya bisa diam di tempatnya duduk. Karena menurutnya apa yang dikatakan oleh Tiara itu benar. Saat ini dia masih amnesia, apalagi statusnya belum bisa di pastikan karena dia masih hilang ingatan. Meskipun perasaannya cenderung ingin lebih dekat dengan Tiara dan keluarganya. Namun Kenzo juga mengerti, satu tahun bukan waktu yang sebentar. Apalagi ketika Kenzo kembali dia datang dengan identitas Georgino Anderson, bukan hanya itu saja, dia juga datang dengan status suami dari Natasha Anderson. Hal itu pasti membuat perasaan Tiara tidak bisa menerima begitu saja Kenzo untuk kembali dekat dengannya seperti layaknya suami dan istri pada umumnya.
Setelah merenung beberapa menit, Kenzo kembali ke kamarnya. Dia merebahkan diri dan masih berusaha mengingat apa yang terjadi sebenarnya sampai dia tertidur.
Keesokan harinya Erik bahkan tak bisa keluar dari rumahnya untuk pergi bekerja karena Martin kembali datang ke rumah Erik.
"Ada apa lagi tuan Martin? aku sudah katakan aku tidak tahu dimana keberadaan tuan Geo, aku benar-benar hanya datang kepadanya saat itu untuk menawarkan kerja sama!" kata Erik yang sebelum bicara sudah menghela nafasnya lebih dulu karena mulai jengah dengan pria paruh baya yang berada di hadapannya itu.
Tapi Martin terlihat tenang meskipun Erik sidah bicara seperti itu. Pria paruh baya itu ada menengok ke arah belakang sekilas kemudian menatap ke arah Erik lagi dengan tetapan yang penuh dengan pertanyaan.
"Sebelum kamu bicara lagi, coba lihat siapa yang datang bersamaku!" kata Martin yang membuat Erik melihat ke arah belakang Martin tentunya.
"Hai Erik!" kata seorang wanita yang dulu menjadi penyebab putusnya hubungan Erik dengan Tiara.
Perempuan itu masih terlihat sama, dia bersikap seolah tak punya dosa dengan tangan kanan melambai ke arah Erik dan senyuman yang masih sama persis seperti beberapa tahun yang lalu. Senyuman wanita yang hanya memikirkan kesenangan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Meri!" ucap Erik pelan.
Mendengar Erik menyebutkan nama wanita yang dia bawa, hal itu membuat Martin yakin kalau Erik mengenal wanita itu, dan apa yang sudah dikatakan wanita itu kepada Martin adalah benar.
"Jadi tuan Erik mengenal wanita ini bukan?" tanya Martin penuh selidik.
Erik yang merasa kalau dia tidak perlu menutupi kalau dia mengenal wanita yang hobinya menggoda pria kaya dan tampan itu langsung mengangkat sebelah alisnya melihat ke arah Martin.
"Aku mengenalnya dengan baik. Aku beri tahu pada tuan Martin, sebaiknya kamu juga menjauhi wanita ini. Karena selain uang dan kesenangan di otaknya tidak ada hal lain!" tegas Erik.
Tapi begitu mendengar apa yang dikatakan oleh Erik, Martin malah terkekeh.
Masalahnya ya memang pernah mendengar beberapa kali selentingan kalau pria yang berasal dari negara tempat Martin berasal mang suka dengan sesama jenis. Pria penyuka pria di sana cukup lumrah katanya.
Meri pun memasang ekspresi terkejut dan tak percaya melihat ke arah pria paruh baya yang dia pikir sangat menarik tadi saat pertama jumpa. Martin memang adalah sosok yang tampan dan badannya bagus, meskipun dia sudah berumur. Tapi begitu Meri mendengar dia lebih menyukai Erik, Meri benar-benar menjadi illfeel pada Martin.
"Tidak usah basa-basi lagi, wanita ini bilang padaku kalau dia bertemu dengan Geo, yang dia kenal sebagai Kenzo. Dan katanya, kamu dan Kenzo punya masalah yang belum selesai sampai sekarang!" kata Martin yang lantas membuat Erik langsung menatap ke arah Meri dengan tajam.
Tapi di tatap seperti itu oleh Erik, tidak membuat Meri takut ataupun merasa bersalah sedikitpun. Dia malah tersenyum dengan senyum ciri khasnya, kalau kata Kiara, anak sulung Tiara. Senyuman seperti yang Meri tunjukkan itu adalah senyuman tonjokable.
__ADS_1
"Aku hanya ingin bertanya sekali lagi padamu, dimana tuanku Georgino Anderson. Yang kata wanita ini sangat mirip dengan Kenzo, orang yang pernah menjadi rival cintamu? jika kamu tidak mengatakan yang sebenarnya, sekarang anak buahku sedang menuju ke perusahaan Pratama untuk menari tahu apakah tuan Geo pernah ke sana atau tidak. Jika kami tahu kamu berbohong tuan Erik, itu artinya kamu sedang berada dalam masalah besar!" gertak Martin pada Erik.
Namun sayangnya gertakan Martin itu tidak membuat Erik gentar. Karena dia sudah mengantisipasi hal ini sebelumnya. Dia sudah memperingatkan pada resepsionis dan para karyawan di Pratama grup kalau nyawa bos mereka sedang dalam bahaya. Meskipun anak buah Martin datang ke tempat itu. Mereka tidak akan menemukan apapun.
"Silahkan saja periksa dan cari tahu sesukamu tuan Martin. Aku masih pada jawaban pertama ku dan tidak akan pernah berubah. Aku datang pada pria yang memang mirip Kenzo itu untuk bicara bisnis. Masalah wajahnya mirip Kenzo, rival cintaku seperti katamu. Aku tidak memperhitungkan hal itu, setahuku Kenzo sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat dari Kanada. Semua korban memang tidak bisa di identifikasi karena keadaan yang menyedihkan, tapi aku sendirian mendengar dari Tiara, istri Kenzo Pratama. Kalau semua barang-barang Kenzo memang ada di pesawat itu, dan namanya juga tercatat dalam penumpang yang menumpangi pesawat itu!" jelas Erik santai.
"Aku bahkan sering mendengar kalau memang di beberapa belahan dunia lain kita akan menemukan orang yang wajahnya mirip dengan kita. Aku ini pebisnis tuan, pebisnis berpikir dengan otak, bukan dengan hati!" kata Erik lagi.
"Apa menurutmu aku akan percaya padamu, bisa saja kamu tidak sengaja bertemu dengan tuan Geo dan kamu mencelakainya!" kata Martin kembali mencoba mencari tahu.
"Aku sudah bilang, aku pebisnis. Aku berpikir dengan otak bukan dengan hati. Apa kamu pikir aku cukup bodoh untuk mencelakai tuan Geo dan membuat masalah dengan orang paling kaya di negara kalian itu?" tanya balik Erik terkesan sangat meyakinkan jawaban yang keluar dari mulutnya.
Meri menatap Erik dengan terpesona. Dia tidak menyangka kalau semakin dewasa dan bertambah usia. Erik bisa semakin memikat dan membuatnya terpesona seperti itu.
Dan tiba-tiba saja ponsel Martin berdering. Hasilnya adalah, anak buahnya tidak mendapatkan hasil lagi. Semua bilang tidak pernah melihat Geo. Kalaupun ada, ada yang bilang itu satu tahun yang lalu sebelum bos mereka meninggal dalam kecelakaan pesawat.
Mendengar itu Martin merasa kembali ke titik nol. Tapi tanpa bukti, apalagi wanita yang mengatakan pernah bertemu dengan Geo itu juga hanya wanita yang mata duitan. Martin pun tak bisa gegabah menuduh Erik.
***
__ADS_1
Bersambung...