Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 27


__ADS_3

Di suatu malam, di sebuah rumah yang sudah tujuh tahun ini selalu saja terdengar suara tawa dan penuh dengan kebahagiaan.


Seorang wanita muda yang usianya baru menginjak 26 tahun beberapa bulan yang lalu tapi sudah menjadi seorang ibu dari dua anak manisnya, sedang menyuapi putri dan putra kesayangannya.


"Kenzi, cepat habiskan makanan mu. Aku tidak mau kita sampai terlambat menjemput papa di bandara ya!" Kiara, anak perempuan yang usianya hanya beda dua tahun dari Kenzi.


"Mama, aku sudah kenyang, ayo jemput papa!" kata Kenzi yang tak mau makan lagi.


Kedua anak berusia enam dan empat tahun itu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan papa mereka yang sudah hampir dua Minggu lebih pergi ke luar negeri karena ada pekerjaan penting.


Tiara tersenyum melihat kedua anaknya yang tak sabar ingin bertemu dengan Kenzo. Tiara sangat bersyukur, dia punya dua anak yang sangat manis dan saling menyayangi satu sama lain.


Setelah pernikahannya berjalan tujuh tahun lebih, Tiara dan Kenzo semakin harmonis. Sekarang Kenzo sudah memiliki sebuah perusahaan sendiri. Dan sekarang kehidupan perekonomian mereka semakin baik.


Melani juga sudah tidak bekerja di toko kue, Melani sudah tinggal di sebuah desa yang asri, di mana dia memilih berkebun dan mengurus nenek Kenzo di sana dengan sangat tenang.


Sedangkan Tiara, setelah dia lulus kuliah. Dia benar-benar hanya fokus pada rumah tangganya. Mengurus suami dan kedua anaknya.


"Baiklah, sekarang mama akan ambilkan jaket untuk kalian berdua. Kita akan menjemput papa di bandara!" kata Tiara dengan perasaan yang bahagia.


Jujur saja, Tiara juga sangat rindu pada suaminya. Hanya video call saja tidak membuat kerinduannya hilang. Padahal itu baru mereka lakukan tadi siang, tadi siang Kenzo baru saja menghubungi Tiara dan kedua anaknya lewat panggilan video call, dan mengatakan dia akan pulang. Juga meminta Tiara dan kedua anaknya menjemputnya di bandara jam 8 malam.


Setelah semuanya selesai bersiap, mereka pun pergi ke bandara. Tiara di antar oleh supir karena Tiara memang tidak bisa mengemudi, meski Kenzo pernah mengajarinya tapi karena pernah terjadi sebuah kecelakaan kecil yang pernah di alami oleh Tiara saat hamil anak keduanya. Sejak itu, Kenzo tidak pernah lagi mengizinkannya untuk mengemudi mobil sendiri. Dan karena sudah lama tidak mengemudikan mobilnya sendiri, Tiara malah jadi ragu kalau harus mengemudikan mobilnya sendiri.


Selama perjalanan menuju bandara, Kenzi dan Kiara terlihat terus bercanda. Sementara Tiara sangat tidak sabar bertemu dengan suaminya Kenzo, ini adalah kali pertama dirinya berpisah dengan Kenzo dalam waktu yang lumayan lama. Biasanya Kenzo hanya akan pergi ke luar kota ataupun ke luar negeri hanya dalam beberapa hari saja, paling lama hanya 5 hari. Tapi kali ini suaminya itu pergi selama 18 hari. Tentu saja Tiara sangat rindu pada Kenzo.


Sejak dia bertemu dengan Kenzo, hidup Tiara benar-benar berubah menjadi sangat bahagia dan sempurna. Kepahitan hidupnya selama 19 tahun terobati oleh kehadiran Kenzo. Tiara benar-benar bersyukur di pertemukan dengan Kenzo. Tiara selalu berharap dan terus berdoa agar dirinya bisa terus bersama Kenzo dan mereka bisa saling menyayangi selamanya.

__ADS_1


Tiara terus memperhatikan dua anaknya yang asik bercanda. Kehadiran keduanya juga sangat membahagiakan bagi Tiara.


Beberapa lama kemudian Tiara sampai di bandara. Dia dan kedua anaknya turun dari mobil dan menuju ke tempat biasanya dia menjemput suaminya kalau dari lihat negeri.


Tapi saat Tiara berjalan ke ruang tunggu itu, ada yang berbeda di sana. Terlihat beberapa orang mengerumuni beberapa orang petugas bandara. Tiara jadi sangat penasaran tentang hal itu.


Tiara menggandeng tangan Kenzi dan Kiara di tangan kanan dan kirinya. Lalu menghampiri seorang wanita yang tengah berdiri, menemani seorang wanita yang lebih tua yang sedang menangis dan duduk di sebelahnya.


"Permisi kak, ada apa ya? kenapa ramai sekali? apa penerbangan dari Kanada sudah mendarat kak?" tanya Tiara.


"Kamu belum tahu ya?" kata wanita itu yang malah balas bertanya kepada Tiara.


Tiara mulai merasa perasaan yang tidak enak, dia bingung, itu sangat terlihat diekspresi wajahnya.


"Tahu apa ya kak?" tanya Tiara yang suaranya sudah mulai gemetaran.


Dan sebelum menjawab pertanyaan dari Tiara. Wanita yang lebih tua dari Tiara itu terlihat matanya berkaca-kaca. Kemudian dia menutup mulutnya. Tiara makin gugup, hatinya makin tidak tenang. Tapi dia tetap berusaha menunggu wanita yang ada di depannya itu berkata tentang apa yang sebenarnya terjadi, sampai mereka semua terlihat sedih seperti ini.


"Pesawat yang dari Kanada kecelakaan, jatuh ke laut dan terbakar...hiks... hiks..!"


Wanita itu berkata sambil menutup mulutnya dan langsung memeluk wanita paruh baya yang duduk di sebelahnya yang juga menangis terisak.


Meski mata Tiara juga langsung berkaca-kaca dan merah. Tiara mencoba untuk tidak histeris di depan kedua anaknya. Dia hanya menggenggam tangan kedua anaknya dengan erat.


'Kenzo... tidak mungkin... Kenzo!' lirih Tiara dalam hatinya.


Tiara masih tidak percaya dan mematung di tempatnya, sampai Kiara menarik tangan Tiara.

__ADS_1


"Ma.. ma.. pesawat papa kecelakaan?" tanya Kiara yang meskipun usianya masih enam tahun, tapi sudah sangat cerdas. Persis seperti Kenzo.


Tiara langsung terduduk di lantai, Tiara tak kuat lagi menahan air matanya. Tiara memeluk kedua anaknya itu dengan erat sambil menangis tersedu-sedu.


Apalagi ketika petugas bandara mengatakan kemungkinan tidak ada yang selamat dari kecelakaan itu. Bahkan pilot dan semua petugas juga pramugari di kabarkan tewas.


"Papa.. papa...!" tangis Kenzi pecah menyadari kalau papanya juga terlibat di dalam kecelakaan pesawat itu.


Isak tangis dan teriakan histeris terdengar di seluruh ruangan tunggu bandara itu.


'Kenzo..!' pekik Tiara dalam hatinya.


Supir yang menunggu di luar juga sudah mendengar dari suara pengumuman, karena dia juga berdiri tak jauh dari ruangan itu bersiap kalau tuannya keluar, dia akan segera mengangkat kopernya.


Tapi begitu supir itu mendengar kabar buruk itu. Pria yang hampir paruh baya itu lantas berlari ke dalam mencari keberadaan Tiara dan anak-anaknya. Mereka pasti sangat sedih.


"Nyonya!" panggil supir itu melihat Tiara menangis sambil duduk di lantai memeluk dia anaknya yang juga tengah menangis.


Tiara yang melihat supirnya lantas minta untuk membawa Kenzo dan Kiara pulang. Tiara kasihan pada Kenzo dan Kiara yang sudah sedih, tapi harus melihat orang-orang histeris di tempat ini.


"Pak Jaka, tolong bawa anak-anak pulang ya. Minta pada bibi untuk menjaga mereka!" kata Tiara.


"Ma, Kiara mau di sini temani mama cari papa!" kata Kiara.


"Sayang, Kiara harus jaga Kenzi ya di rumah. Mama akan cari papa, ya nak?" kata Tiara dengan lembut sambil mengusap air mata kedua anaknya.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2