
"Ma, tolong bawa paman Erik ke rumah sakit ma! tolong ma!" Kiara memohon kepada Tiara agar membawa Erik ke rumah sakit.
Tiara yang berada di ambang pintu pun melihat ke arah Erik yang sudah babak belur akibat pukulan Kenzo.
Tiara juga rasanya ingin marah pada pria yang tak berdaya itu. Tapi bagaimanapun pria itu juga adalah pria yang pernah mengulurkan tangannya pada Tiara ketika semua orang meninggalkan dirinya yang perusahaannya hampir bangkrut kala itu.
Tiara yang tidak tega karena Erik juga pernah membuat kedua anaknya lepas dari kesedihan akibat kepergian papa mereka dulu yang di sangka sudah meninggal.
Tiara lantas ke dalam kamar dan mengambil kemeja bersih dari dalam lemari Erik lalu memberikannya pada Kiara.
"Pakaikan itu padanya!" kata Tiara.
Kenzo menatap Tiara. Kenzo masih tidak ingin menolong Erik. Tapi Tiara memalingkan wajahnya dari Kenzo dan meminta Kiara membantunya mengangkat Erik ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit.
Kenzo yang kesal tapi tidak berdaya menghadapi apa yang di lakukan oleh istrinya itu pun akhirnya mengikuti anak dan istrinya dari belakang.
Setibanya di rumah sakit, dokter dan para perawat langsung membawa Erik ke ruang UGD. Seorang dokter yang mengenal Erik terlihat sangat khawatir.
"Bukankah kamu di luar negeri, bagaimana bisa ini terjadi padamu?" tanya Rivaldi
"Sudahlah, aku tidak apa-apa!" jawab Erik yang kondisinya lebih baik ketika dokter sudah menanganinya dan mengobati lukanya.
"Siapa yang melakukan ini, aku bisa bantu kamu melaporkan ini dan membelanya ke jalur hukum..!"
"Tidak perlu Val, aku baik-baik saja. Terima kasih!" kata Erik.
Rivaldi hanya bisa mengangguk. Dia sudah berusaha menawarkan bantuan karena memang dia perduli pada Erik yang merupakan kawan lamanya. Tapi kalau Erik tak mau menerima tawaran bantuan darinya. Rivaldi juga tidak mungkin memaksa Erik menerima itu.
Rivaldi keluar, dia langsung di hampiri oleh Kiara.
"Bagaimana keadaan paman Erik, apa dia baik-baik saja?" tanya Kiara yang begitu cemas.
Rivaldi langsung tersenyum pada Kiara.
__ADS_1
"Dia baik-baik saja, tapi jika ini tidak kekerasann, aku bisa melakukan visum padanya. Kalian bisa membujuknya untuk membawa kasus ini ke jalur hukum. Karena dia menolak, entahlah... sebenarnya apa yang terjadi? kenapa dia terkesan tidak mau memperpanjang urusan ini?" tanya Rivaldi penasaran.
"Kami tidak bisa menjelaskannya padamu Val!" kata Tiara yang juga teman Rivaldi.
"Baiklah, kita tunggu sampai satu botol infus obat itu habis dulu. Baru dia bisa di bawa pulang" kata Rivaldi.
"Baiklah, terima kasih!" kata Tiara.
Kiara langsung masuk ke dalam ruangan itu, padahal belum di ijinkan.
Kiara langsung berlari dan memeluk Erik.
"Maaf paman, maafkan aku. Ini semua kesalahan ku. Maafkan aku, karena aku paman jadi terluka!" kata Kiara menangis tersedu-sedu di pelukan Erik.
Erik tak menyangka kalau Kiara malah menyalahkan dirinya. Erik pikir Kiara akan marah dan sangat membenci Erik atas apa yang Erik lakukan padanya. Erik merengkuh Kiara ke pelukannya. Setelah semua yang terjadi, Erik memutuskan untuk tidak akan pernah meninggalkan Kiara, mau itu Kenzo dan Tiara setuju atau tidak.
Sementara Kenzo yang ingin masuk ke dalam karena emosi Erik memeluk putrinya setelah apa yang di lakukan pria itu pada Kiara, di cegah oleh Tiara.
Kenzo menatap ke arah pergelangan tangannya yang di tahan oleh Tiara.
"Lakukan itu kalau kamu mau putrimu bertambah nekat lagi!" kata Tiara.
"Tiara, dia itu...!"
"Dia adalah pria yang pernah membantu kami ketika kami terpuruk saat kamu tidak ada di sisi kami Kenzo!" kata Tiara membuat Kenzo terdiam.
"Kamu marah, kamu merasa terkhianati, tapi pria itu yang melepaskan aku demi kebahagiaan mu, kebahagiaan ku, dan kebahagiaan anak-anak. Bukan Erik yang menjebak Kiara, anak kita yang melakukannya. Dia membeli obat tidur dari temannya, itu niatnya. Tapi yang dia beli salah obat Afro.... yang salah bukan Erik, Kenzo. Bukan! dan kalau kali ini kamu memisahkan mereka. Anakmu yang akan frustasi dan berbuat nekat, Erik cinta pertama Kiara. Erik adalah pria yang selalu di idolakan oleh Kiara. Kamu ingat itu kan?" tanya Tiara setelah menjelaskan panjang lebar pada suaminya.
Kenzo terdiam. Dia masih tidak bisa memikirkan apapun.
"Aku akan ke dalam menemui mereka. Biar mereka pulang ke rumah Erik saja. Kita masih banyak orang di rumah!" kata Tiara pada Kenzo.
Tanpa menunggu persetujuan Kenzo. Tiara masuk ke dalam ruangan itu.
__ADS_1
"Setelah infusnya habis, bawa paman... bawa Erik ke rumahnya, Kiara. Papa dan mama akan ke sana setelah pengajian nenek!" kata Tiara uang lalu meninggalkan Kiara yang tak mau melepaskan diri dari Erik.
Kiara takut kalau dia melepaskan pelukannya dari Erik. Maka pamannya akan memukul Erik lagi.
Setelah itu Tiara mengajak Kenzo pulang. Dia benar-benar sudah pada keputusannya. Kiara berhak mendapatkan cintanya, dan ketika Erik memeluk Kiara tadi. Tiara juga bisa melihat perasaan yang sama, sama seperti saat pertama kali mereka bertemu, dan jadian dulu. Saat itu Erik begitu mencintai Tiara, dan kali ini pun Tiara yakin tatapan dan dekapan itu juga punya arti yang sama. Erik mencintai Kiara.
Sementara sambil mengemudikan mobilnya, mata Kenzo masih merah. Dia tidak pernah menyangka jika harus menghadapi situasi seperti ini. Banyak sekali yang menjadi pertimbangan Kenzo.
Erik itu pernah mengkhianati Tiara, pernah sangat menyakiti Tiara. Pernah menculik Tiara, pernah masuk penjara. Nyaris merebut Tiara lagi dari dirinya dan anak-anaknya. Banyak sekali yang mengganjal untuk Kenzo. Walaupun Tiara katakan padanya bukan Erik yang menjebak Kiara, tapi sebaliknya. Tetap saja Kenzo merasa sangat emosi merasa di khianati merasa di permainkan.
Sebagai seorang yang sangat percaya dan berusaha melupakan semua perbuatan buruk Erik. Tetap saja dia masih sulit menerima semua ini.
Sementara itu, ketika infus untuk Erik sudah habis. Kiara membawa Erik pulang dengan taksi.
"Paman, istirahat lah. Aku akan buatkan paman makanan!" kata Kiara.
"Kemarilah!" kata Erik pada Kiara.
Kiara lantas duduk di samping Erik.
"Apa masih sakit?" tanya Erik.
Kiara malah menangis di tanya seperti itu. Lagi-lagi Kiara memeluk Erik.
"Maaf paman, aku yang salah. Maafkan aku!" kata Kiara menyesali apa yang sudah dia perbuat.
"Sudahlah, aku bertanya padamu kenapa malah minta maaf. Kamu berhasil Kiara, kamu berhasil membuat paman tetap tinggal di sisimu selamanya!" kata Erik membuat Kiara melepaskan pelukannya dari Erik dan mengambil jarak agar bisa menatap Erik.
"Paman tidak akan pergi?" tanya Kiara.
"Tidak akan pernah, paman tidak akan pernah pergi darimu. Paman akan selalu di sisimu, selamanya!"
***
__ADS_1
Bersambung...