Between Love And Lies

Between Love And Lies
Bab 46


__ADS_3

Erik terdiam sejenak, dia mencoba untuk memikirkan apa yang akan dia katakan kepada pria yang bernama Georgino Anderson itu.


Dari pertanyaannya, Erik menangkap kalau sepertinya pria di depannya itu seperti sedang mencari tahu sesuatu.


Erik cenderung merasa kalau kemungkinan, pria di depannya itu memang Kenzo. Seharusnya dia mengatakan yang sebenarnya jika pria itu adalah Kenzo. Tapi entah kenapa, Erik malah mengurungkan niatnya yang awalnya benar-benar ingin membantu Tiara.


Erik sudah terlalu sayang, terlanjur sangat menyayangi Kiara dan Kenzo. Dan jujur saja, Erik tidak siap kalau dirinya harus kembali seperti orang asing untuk Kiara, Kenzo dan Tiara. Erik ingin kembali egois, entahlah. Tapi dia benar-benar ingin egois saat ini.


"Oh masalah kemarin itu. Sebenarnya.. aku rasa aku pernah melihatmu tuan Geo. Jadi aku bertanya apa kamu mengenalku. Tapi saat itu kamu tidak seperti ini, kamu bukan seorang pengusaha yang luar biasa seperti saat ini. Jadi aku bertanya karena ingin memastikan!" jelas Erik.


Dan begitu mendengar jawaban Erik, sesungguhnya Geo sangat kecewa. Tadinya dia pikir dari Erik, dia bisa mengulik masa lalunya dan tentang siapa dia sebenarnya. Tapi ternyata semua itu tidak bisa terjadi.


Karena ternyata Erik hanya kebetulan pernah bertemu dengannya. Dan Geo yakin itu bukan dirinya, sebab dia merasa tidak pernah bertemu Erik sebelumnya. Setidaknya itulah yang ada di ingatannya.


Dengan wajah kecewanya, Geo pun lantas berkata.


"Kalau begitu, aku minta maaf telah mengganggu waktumu. Aku pikir, kamu tahu sesuatu tentang masa laluku!"


Tapi Erik juga penasaran, jadi dia pun bertanya.


"Memangnya ada apa dengan masa lalu tuan Geo?" tanya Erik.


Mendengar pertanyaan Erik. Geo batu sadar kalau dia sudah mengatakan sesuatu yang sangat pribadi pada seseorang yang baru dia kenal. Iya kalau Erik ini orang yang bisa di percaya, bagaimana kalau tidak. Mungkin saja akan terjadi masalah nantinya.


"Apa aku tadi mengatakan hal itu tuan Erik?" tanya Geo yang berpura-pura lupa pada apa yang tadi sudah dia katakan pada Erik.


Erik pun terlihat bingung, masalahnya dian juga hanya menanggapi apa yang Geo katakan. Erik terdiam, ketika Geo berdiri dan membenarkan jasnya.

__ADS_1


"Kalau begitu aku permisi, terima kasih atas waktunya. Dan kapan saja tuan Erik ingin mengajukan kerja sama dengan perusahaan Anderson. Aku sangat membuka lebar kesempatan itu!" kata Geo yang pada akhirnya harus membicarakan masalah pekerjaan juga.


Hal itu juga Geo katakan bukan hanya karena mencari alasan supaya dia tidak canggung. Tapi Geo mendengar dari asisten pribadinya, kalau perusahaan Erik memang adalah salah satu perusahaan yang sangat berkembang saat ini. Dan tentu saja, sebagai pengusaha, Geo tak ingin melepaskan kerja sama dengan perusahaan Erik.


Erik juga ikut berdiri lantas mengulurkan tangannya pada Geo.


"Senang mendengarnya tuan Geo, kami akan segera ajukan proposal nya!" kata Erik senang.


Geo langsung menjabat tangan Erik. Dan setelah itu dia pun berpamitan lalu keluar dari ruangan CEO. Begitu Geo keluar dari ruangannya, Erik tampak mengusap wajahnya kasar.


"Kenapa aku merasa kalau dia Kenzo ya?" tanya Erik.


Erik kemudian terduduk lemas dan di sofa, dengan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Sebenarnya ada rasa tidak enak di dalam hatinya, seperti rasa bersalah pada Tiara dan kedua anaknya. Karena seharusnya, kalau benar Geo itu Kenzo, Erik bisa menyatukan mereka seperti niat awalnya dulu.


Tapi Erik malah mengatakan dia tidak mengenal Geo dan mengatakan alasan yang klise semacam itu. Erik benar-benar sudah mengkhianati kepercayaan Tiara. Sekali lagi, Erik kembali mengkhianati Tiara meski dengan cara yang berbeda.


"Aku bisa apa Tiara, aku terlanjur sangat mencintai mu. Melihat hubungan kita sudah semakin dekat, aku tidak bisa merelakan mu untuk pergi dariku. Aku hanya berharap kamu tidak tahu apa yang sudah aku lakukan ini!" gumam Erik.


Sementara itu Geo masih berjalan menuju lift untuk turun ke lantai satu. Dia pikir dia sudah tidak ada urusan lagi di sini. Jadi dia memutuskan untuk kembali saja.


Namun saat akan masuk ke dalam lift. Seseorang memanggilnya dengan suara keras dan lantang.


"Kenzo!"


"Kenzo!"


Geo menoleh ke arah orang itu yang terlihat melambaikan tangan padanya. Apalagi tidak ada orang lain di tempat itu selain dirinya dan yang memanggilnya.

__ADS_1


"Kamu panggil aku?" tanya Geo.


"Ya ampun Kenzo, ini benar-benar kamu? Alhamdulillah, aku pikir kamu benar-benar tidak selamat dalam kecelakaan itu. Aku senang melihat mu selamat. Bagaimana kabar Tiara dan anak-anak? terakhir aku bertemu Tiara, saat bekerja sama dengan perusahaan ini satu tahun yang lalu!" kata Daniel panjang lebar.


Daniel adalah salah satu teman kuliah Tiara dan Erik. Dia juga lumayan dekat dengan Tiara, Erik dan Meri saat kuliah dulu. Dia bahkan datang di pernikahan Tiara dan Kenzo.


Geo terlihat bingung. Dia pikir kalau orang di depannya itu sedang berkata jujur. Karena dia bicara dengan sangat lancar, terus terang tanpa jeda.


"Tiara..!"


"Iya Tiara. Ck... pokoknya aku senang kamu selamat. Ya sudah, aku pergi dulu ya. Masih ada pekerjaan, aku juga senang kamu dan bos Erik sudah baikan!" kata Daniel yang langsung meninggalkan Geo.


Geo masih mematung di tempatnya. Mendengar nama Tiara, dia merasa nama itu tidak asing. Dan perasaan yang dia rasakan adalah sama seperti saat di restoran dan di depan perusahaan Pratama.


Tapi dia masih heran kenapa Erik bilang tidak mengenalnya. Saat masih memikirkan semua itu, ponsel Geo berdering. Dan nama pemanggilnya adalah Natasha.


Geo lantas melupakan semua yang dia pikirkan dan menerima panggilan telepon dari wanita yang mengaku istrinya itu.


"Halo Na...!"


"Geo, kamu dimana? kamu kejam sekali. Aku bangun dan jam tidak ada. Pokoknya aku tidak mau tahu, kamu harus pulang sekarang. Lupakan masalah bisnis, sekalipun juta tidak bekerja dan tidak melakukan apa-apa. Harta papi tidak akan pernah habis Geo!" kata Natasha merengek di ujung telepon.


"Maafkan aku, kamu tampak sangat pulas. Jadi aku tidak membangunkan mu. Aku sedang mencari beberapa perusahaan yang cocok bekerja sama dengan perusahaan kita. Aku tahu papi mu sangat kaya. Tapi tidak ada yang tahu bagaimana bisnis ke depannya Natasha. Aku hanya ingin berjaga-jaga saja!" kata Geo menjelaskan alasannya.


"Baiklah, kamu memang sangat baik. Tapi aku merindukanmu. Cepat pulang ya, aku tidak mau makan tanpa kamu di sisiku!" kata Natasha manja pada Geo.


"Baik, aku akan segera pulang!"

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2